Olahraga Menjadi Faktor Utama Serangan Jantung?

Olahraga Menjadi Faktor Utama Serangan Jantung?

Banyaknya kasus serangan jantung yang terjadi ketika sedang olahraga tampaknya membuat banyak orang ketakutan. Alhasil jadi takut olahraga, dan akhirnya kesehatan jantung tidak terjaga.

Semua orang tahu manfaat kesehatan dari berolahraga. Namun, beberapa orang yang melakukan olahraga secara rutin – bahkan atlet sekalipun, ada yang meninggal mendadak saat atau setelah olahraga. Kejadian itu sontak membuat orang bertanya-tanya, apa benar olahraga malah memicu kematian mendadak? Apakah penyebabnya karena jantung berhenti atau serangan jantung?

Serangan henti jantung berbeda dengan serang jantung biasa, meskipun keduanya bisa menyebakan jantung gagal berfungsi sebagai mana mestinya dan menyebabkan kematian. Serangan henti jantung atau istilah medisnya disebut dengan sudden cardiac arrest (SCA) adalah berhentinya detak jantung secara mendadak yang disebabkan adanya gangguan aliran listrik di jantung, sehingga menghambat aktivitas pemompaan darah dan menghentikan sirkulasi darah dalam tubuh. Umumnya seseorang yang terkena serangan henti jantung saat berolahraga dikarenakan telah memiliki riwayat penyakit jantung ini, hanya saja mereka tidak menyadari hal tersebut. Sedangkan serangan jantung atau heart attack kebanyakan disebabkan oleh penyakit jantung yang berlangsung kronik dalam waktu lama. Serangan ini terjadi karena adanya penyumbatan mendadak di dalam pembuluh darah koroner sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi terhambat dan akhirnya merusak otot jantung. Orang dengan riwayat serangan jantung sebelumnya akan memiliki risiko untuk mengalami henti jantung mendadak.

Apa penyebab henti jantung saat olahraga?

Pada usia muda (di bawah 35 tahun), penyebab kematian mendadak saat olahraga umumnya akibat terjadinya SCA, bukan serangan jantung. Ini disebabkan karena hipertropik kardiomiopati. Kardiomiopati adalah suatu penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya penebalan tidak normal di otot-otot jantung. Sedangkan, penyebab kematian mendadak pada usia yang lebih tua berbeda – lebih dari 50 tahun, umumnya disebabkan karena mereka memiliki penyakit jantung koroner dan pernah mengalami serangan jantung sebelumnya. Serangan jantung mengakibatkan beberapa otot jantung mati dan sekaligus mengganggu aliran listrik jantung. Maka tidak heran, bila di kemudian hari mereka menjadi rentan mengalami SCA. Saat melakukan aktivitas olahraga, semua otot bergerak, termasuk otot jantung. Ketika melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, seseorang yang memiliki faktor kardiomiopati, otot jantungnya akan semakin menebal saat olahraga. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa oksigen dan aliran listrik menjadi terganggu.

Tips menghindari henti jantung saat berolahraga

Sesuai yang sudah dijabarkan di atas, itu sebabnya sangat penting bagi kita untuk melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan jantung. Terutama jika memang memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung dan kerap merasakan gejala seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, dan lemas. Mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, ada baiknya untuk selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berolahraga. Mulailah melakukan olahraga dengan aktivitas yang ringan-ringan dahulu. Pasalnya hal tersebut akan membantu jantung menyesuaikan aktivitas secara perlahan. Setelah selesai olahraga, jangan lupa untuk melakukan pendinginan secara perlahan-lahan dengan memperlambat kecepatan. Jangan berhenti tiba-tiba. Langsung duduk, diam berdiri, ataupun berbaring setelah berolahraga bisa membuat kita merasa pusing atau bahkan jantung berdebar-debar. Hal yang terpenting lainnya adalah memperhatikan faktor apa saja yang memicu seseorang terkena serangan jantung. Seperti menghilangkan kebiasaan merokok, makanan yang tidak sehat, malas berolahraga, stres, kurang tidur, minum alkohol ataupun hal lainnya. Itu sebabnya sangat penting untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu memiliki penyakit jantung, bukan lantas kamu tidak boleh berolahraga sama sekali. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai seberapa berat intensitas olahraga yang boleh dilakukan. Selama tidak melebihi kapasitas jantung, kamu dapat berolahraga dengan aman.

Sering di anggap remeh, berikut bahaya jika kamu kekurangan Vitamin D

Sering di anggap remeh, berikut bahaya jika kamu kekurangan Vitamin D

Sebagai seorang perempuan, pasti kamu sering menghindari paparan sinar matahari. Menyebabkan perubahan warna kulit dan membuat tubuh terasa gerah, menjadi faktor kamu lebih memilih berada didalam ruangan. Padahal, sinar matahari mengandung vitamin D yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kamu lho. Jika tubuh kurang vitamin D, maka dapat meningkatkan resiko terjadi gangguan kesehatan. Kekurangan vitamin D sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya yang tidak spesifik. Padahal, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada tulang, seperti penyakit rakitis dan osteoporosis, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.  

Penyebab Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D atau defisiensi vitamin D adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin tersebut secara cukup. Ini bisa terjadi karena kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D atau jarang terpapar sinar matahari.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan vitamin D, yaitu:

  • Menderita gangguan atau penyakit yang dapat menghambat penyerapan vitamin D di saluran cerna, seperti penyakit radang usus dan malabsorpsi.
  • Menderita alergi susu atau intoleransi laktosa.
  • Memiliki warna kulit gelap.
  • Berusia lanjut.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat antikejang atau pengobatan HIV.
  • Menjalani pola makan vegetarian.

Gangguan Kesehatan Yang Menyerang Anda, Jika Kekurangan Vitamin D :

Menjadi Lebih Mudah Depresi

Vitamin D berperan dalam mengatur hormon serta dapat memengaruhi bagian otak yang menjadi pusat perasaan hati. Dengan mencukupi kebutuhan vitamin D, tubuh mampu meningkatkan zat kimia pada otak dan dapat menurunkan tingkat stress. Jika kekurangan vitamin D, potensi mengalami depresi menjadi meningkat. 

Meningkatkan Resiko Terkena Penyakit Jantung

Kekurangan vitamin D, beresiko juga mengalami masalah serius didalam sirkulasi darah yang dapat berujung menjadi penyakit jantung. Beberapa teori juga menyebutkan bahwa vitamin D dapat membantu jantung memompa darah lebih efektif. Jadi, jika jumlahnya cukup, maka resiko penyakit jantung akan berkurang.

Tulang Menjadi Lebih Rapuh

Salah satu fungsi vitamin D adalah sebagai satu zat gizi yang membantu pembentukan tulang. Sehingga, dapat  dipastikan jika kekurang vitamin D, akan menganggu fungsi tulang. Vitamin D berperan dalam menjaga jumlah kalsium dan fosfor, yang merupakan mineral penting untuk kesehatan tulang. 

Kekurangan vitamin matahari ini membuat mineral tidak ada yang menjaga dan menyebabkan penurunan. Kemudian ini yang membuat tulang menjadi lebih mudah rapuh, bahkan beresiko osteoporosis.

Nyeri Otot

Tak hanya tulang, vitamin D juga diperlukan untuk otot kita. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan nyeri otot parah, berkurangnya massa otot dan pemulihan otot yang buruk setelah aktivitas fisik yang intens.

Pria Lebih Rentan Mengalami Diabetes, Simak Tanda dan Gejala Diabetes

Pria Lebih Rentan Mengalami Diabetes, Simak Tanda dan Gejala Diabetes

Diabetes merupakan penyakit yang sebaiknya jangan diremehkan, diabetes bisa merusak beragam organ penting dalam tubuh yang bisa memicu kematian mendadak. Semua orang bisa terkena diabetes. Tapi untuk beberapa pria yang berisiko lebih tinggi, seperti perokok atau yang suka minum minuman keras, gejala dan perkembangan diabetes harus lebih diwaspadai. Pasalnya gejala diabetes kadang bisa tampak seperti masalah kesehatan lainnya yang lebih sepele. Oleh karena itu, banyak yang kurang memedulikan gejalanya sampai sudah sangat parah dan terlambat diobati. Simak gejala diabetes pada pria selengkapnya di artikel ini.

Tanda dan Gejala Diabetes Pada Pria

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara gejala diabetes pada wanita atau pria. Namun paling tidak ada tujuh gejala diabetes yang hanya muncul khusus pada pria :

1. Penurunan Berat Badan Yang Tidak Biasa

Tanpa disadari penderita diabetes akan mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebab yang jelas. Pada penderita diabetes, turunnya berat badan disebabkan karena dibuangnya sebagian gula dalam darah ke sistem ginjal melalui urine. Padahal gula dalam darah merupakan hasil pencernaan pada makanan di dalam lambung. Akibatnya berapapun jumlah makanan yang dimakan akan sia-sia selama insulin tidak mampu menyalurkan gula sebagai sumber energi bagi tubuh.

2. Penglihatan Kabur

Gangguan penglihatan kabur ini sering disebut katarak dan biasanya dialami penderita diabetes yang sudah lama. Katarak dapat timbul karena gula membentuk suatu lapisan yang menutupi lensa mata. Hal inilah yang menyebabkan lensa mata menjadi buram sehingga menghambat masuknya cahaya ke saraf mata dan akibatnya mengganggu penglihatan. Gangguan ini dapat diatasi dengan cara melakukan operasi mata melalui menggantikan lensa mata yang rusak dengan lensa buatan.

3. Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil adalah tanda diabetes, tetapi beberapa orang banyak mengabaikan tanda ini. Namun, sering buang air kecil juga bisa menjadi masalah dalam prostat. Oleh karena itu Anda harus melakukan tes medis untuk mengetahui kondisi dengan tepat.

4. Penyembuhan Dari Luka Menjadi Lambat

Apabila terjadi luka, seringkali penyembuhan atas luka tersebut sangat lama. Hal ini disebabkan karena berkurangnya suplai darah akibat menyempitnya pembuluh darah. Untuk pencegahan, disarankan agar penderita diabetes selalu menjaga dan merawat kulitnya meskipun tidak terjadi luka.

5. Disfungsi Ereksi

Dalam jangka waktu yang lama, penderita diabetes pria juga dapat mengalami risiko disfungsi ereksi, yaitu ketika Anda tidak dapat ereksi secara optimal. Pada kondisi akut, dapat menyebabkan impotensi. Disfungsi ereksi ini disebabkan karena terjadinya kerusakan sel syaraf akibat diabetes. Diabetes dapat mengakibatkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel syaraf seperti pada ginjal dan alat kelamin. Jika tidak segera ditangani, maka dapat mengganggu hubungan keharmonisan rumah tangga.

6. Nyeri Dada Saat Berolahraga

Saat akan terkena diabetes anda akan membuat metabolisme tubuh menjadi berjalan tidak lancar, hal ini bisa membuat tekanan darah meninggi dan membuat dada Anda mengalami sakit, terutama saat Anda berkegiatan fisik.

7. Mati rasa atau Kesemutan, terutama di kaki dan tangan

Jika ada terlalu banyak gula dalam darah, maka saraf bisa menjadi rusak, karena terjadi hambatan pada pembuluh darah kecil yang memberi makan saraf. Hal ini terjadi secara umum sehingga biasanya mengalami kesemutan dan / atau mati rasa di kedua tangan dan kaki.

Fakta Virus Corona Mengancam Indonesia

Fakta Virus Corona Mengancam Indonesia

11 Juta Penduduk kota Wuhan, Tiongkok, dibuat panik setelah banyak orang jatuh sakit sesudah berkunjung ke pasar seafood Huanan. Anehnya, jumlah korban semakin cepat. Padahal, sebagian besar dari mereka tak pernah berkunjung ke pasar tersebut.  Fenomena apa yang terjadi? Setelah diselidiki secara mendalam, virus corona menjadi biang keladi utama dari kepanikan tersebut. Hal yang perlu digarisbawahi, virus ini bisa menular dengan cepat, hingga menimbulkan kematian.

Apakah Virus Corona dan Bagaimana Penyebarannya?

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.

Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

“Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia,” kata Diah saat dihubungi BBC Indonesia.

Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.

Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.

“Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu,” kata Diah.

Berikut ini beberapa fakta mengenai virus korona baru:

Gejala

Gejala dari virus korona baru termasuk demam, batuk dan kesulitan bernafas. Gejala-gejala ini mirip dengan yang disebabkan oleh SARS, menurut sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet.

Beberapa gejala mirip dengan SARS, tetapi ada beberapa perbedaan seperti tidak adanya gejala saluran pernapasan atas (pilek, bersin dan sakit tenggorokan).

Puluhan Meninggal Dunia

Pada 25 Januari, tercatat hampir 1.300 kasus yang terkonfirmasi, 41 kematian yang berhubungan dengan virus 2019-nCoV di China, menurut The New York Times.

Pada 24 Januari, orang kedua, seorang perempuan di Chicago (Amerika Serikat) dipastikan memiliki virus. Kasus pertama diderita oleh seorang pria di negara bagian Washington. Kedua individu ini baru saja kembali dari Wuhan.

Virus Corona Menyebar di Beberapa Negara

Kasus pertama dari virus dilaporkan di Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Sejak itu, virus menyebar ke berbagai negara lain, termasuk Thailand, Jepang, Republik Korea, Amerika Serikat, Australia, Prancis, dan lainnya.

Virus Menular dari Manusia ke Manusia

Menurut CDC, virus ini bisa menular dari manusia ke manusia dalam kasus yang terbatas. Akan tetapi, penularan utama tampaknya dari hewan ke manusia.

CDC mengungkap bahwa virus korona bisa menyebar dari orang yang terinfeksi melalui udara (partikel virus dari batuk atau bersin), menyentuh atau berjabat tangan, perantara benda atau permukaan yang kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata Anda sebelum Anda mencuci tangan.

Langkah Preventif dan Cara Pencegahan Virus Corona

Berikut adalah beberapa langkah preventif pencegahan virus corona:

1. Sering bilas tangan Anda dengan sabun dan air
2. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda dengan tangan yang tidak bersih.
3. Hindari kontak dekat dengan orang-orang yang tidak sehat.
4. Pakailah masker saat beraktivitas di luar ruangan dan di tempat-tempat umum
5. Jika Anda merasakan gejala seperti flu, segera periksa diri Anda.
6. Cukup beristirahat
7. Perbanyak minum air putih

Kaitan Kadar Kolesterol Tinggi dan Serangan Jantung

Kaitan Kadar Kolesterol Tinggi dan Serangan Jantung

Kolesterol penting bagi tubuh, tetapi kolesterol yang tinggi sering disangkutpautkan dengan penyakit jantung, salah satunya adalah serangan jantung. Namun, bagaimana tingkat kolesterol yang tinggi memicu serangan jantung?

Kaitan Kadar Kolesterol Tinggi dan Serangan Jantung

Serangan jantung timbul karena terhalangnya peredaran darah yang mengandung oksigen ke jantung. Terhalangnya aliran darah diakibatkan oleh penumpukan kolesterol dan zat-zat lainnya di pembuluh darah arteri.

Salah satu hal yang memicu penumpukan tersebut adalah kadar kolesterol yang tinggi yang pada akhirnya menempel pada dinding pembuluh darah arteri dan menyebabkan terhalang dan terhambatnya aliran darah.

Penyumbatan tersebut mengurangi asupan oksigen dan darah ke jantung yang menimbulkan gejala sakit di dada. Pada akhirnya jika suplai oksigen dan darah ke jantung benar-benar terpotong, maka serangan jantung akan dirasakan.

Meski demikian, kolesterol juga dibutuhkan oleh tubuh. Kadar kolesterol total yang dianggap normal adalah dibawah 200 mg/dL dan kolesterol baik (LDL) di atas 60 mg/dL/

Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami Lainnya

Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi mampu mencegah Anda dari serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Pola makan sehat juga perlu didukung dengan pergantian pola hidup sehat lainnya, berupa:

  • Turunkan Berat Badan

Suatu penelitian pada tahun 2011 menemukan bahwa penurunan berat badan jangka panjang mempengaruhi metabolisme tubuh terhadap kolesterol. Penurunan berat badan meningkatkan penyerapan kolesterol baik dan mencegah pembentukan kolesterol jahat.

Pantau kalori Anda dan bakar kalori berlebih dengan menambah aktivitas sehari-hari, seperti menggunakan tangga dan bukan lift ataupun berjalan kaki menuju rumah, dan sebagainya.

  • Berolahraga

Berolahraga tidak hanya berfungsi untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Tidak hanya berpengaruh terhadap tingkat kolesterol, olahraga juga meningkatkan kesehatan fisik.

Olahraga yang direkomendasikan adalah 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam seminggu atau 20 menit per hari sebanyak tiga kali dalam seminggu untuk olahraga yang berat.

Sebelum memulai olahraga, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Tidak sempat berolahraga? Tingkatkan saja aktivitas fisik yang dilakukan, seperti bersepeda ke kantor, memarkir mobil di tempat yang agak jauh, atau berjalan-jalan saat waktu istirahat kantor.

  • Batasi Konsumsi Alkohol

Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang tidak berlebihan mampu mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung.

Melalui penelitian tersebut, ditemukan bahwa alkohol membantu meningkatkan peredaran kolesterol ke organ hati untuk dimetabolisme, karenanya kolesterol pada dinding pembuluh darah bisa dilepas untuk dibawa ke organ hati.

Akan tetapi, konsumsi alkohol yang berlebih meningkatkan risiko stroke, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung.

Pentingnya Berolahraga Setelah Bangun Tidur

Pentingnya Berolahraga Setelah Bangun Tidur

Menumbuhkan kebiasaan berolahraga sangatlah baik. Sebab olahraga tak diragukan lagi akan menyehatkan tubuhmu baik secara fisik maupun mental. Tak hanya jenis latihan yang dilakukan, waktu untuk berolahraga juga bisa mempengaruhi hasil yang bisa didapatkan. Dan salah satu waktu terbaik untuk olahraga disebutkan adalah pada saat bangun tidur di pagi hari.

“Pada pagi hari, tubuh akan berada dalam keadaan sangat prima karena energi yang sudah terisi oleh tidur malam yang nyenyak.” menurut Caleb Backe, seorang personal trainer dan ahli kesehatan dan kebugaran untuk Maple Holistics. Dan menurut Backe, meskipun sulit untuk dilatih menjadi sebuah kebiasaan tetapi berolahraga pada pagi hari memiliki banyak manfaat seperti berikut ini:

1. Baik untuk kesehatan mental

Menurut Backe, berolahraga di pagi hari memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan mental Anda. “Berbagai macam kegiatan fisik, terutama jika dilakukan saat bangun tidur di pagi hari penting untuk kesehatan mental yang baik.”
Ia juga menambahkan dengan melakukan berbagai gerakan di pagi hari, tubuh Anda akan melepaskan bahan kimia yang berguna bagi homeostatis dan pemeliharaan yang tepat bagi tubuh.”

2. Bermanfaat bagi tingkat kreativitas

Jika Anda merasakan tingkat kerativitas yang menurun, Backe mengatakan banyak orang menemukan bahwa berolahraga pagi dapat menjadi langkah penting dalam membersihkan pikiran dan meningkatkan kreativitas.

“Selain meningkatkan aliran oksigen ke otak, olahraga pagi dapat menghilangkan stres dan membuat Anda merasa terjaga dan siap untuk menghadapi hari-hari ke depan,” katanya kepada Elite Daily.

3. Meningkatkan energi

“Berolahraga adalah cara lain yang bagus untuk menjaga tingkat energi Anda,” kata Backe. “Hormon yang berbeda yang dilepaskan selama olahraga pagi tidak hanya membantu Anda dengan meningkatkan kemampuan berolahraga tetapi mereka juga meningkatkan tingkat energi Anda dan membantu membangun kepercayaan diri Anda.”

 4. Membantu tidur 

Menurut Bill Fish, pelatih tidur bersertifikat dan co-founder Tuck Sleep mengatakan, “Salah satu manfaat berolahraga di pagi hari adalah akan membantu Anda tidur lebih baik,” katanya.

Saat Anda berolahraga di pagi hari, kata Fish, Anda punya banyak waktu bagi tubuh Anda pulih sebelum Anda tidur di malam hari sehingga memungkinkan Anda untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup di malam hari.

5. Meningkatkan fokus 

Latihan aerobik memiliki korelasi yang kuat untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi, menurut April Tafoya, pelatih pribadi bersertifikasi NASM.

Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam jurnal NeuroImage menemukan bahwa segera setelah bangun tidur seseorang melakukan olahraga selama 10 hingga 25 menit, korteks prefrontal mereka bekerja lebih keras untuk menahan gangguan, jadi secara alami meningkatkan fokus mereka.