Cegah Virus Corona Saat Berlatih di Gym!!

Cegah Virus Corona Saat Berlatih di Gym!!

Wabah virus corona membuat banyak orang khawatir untuk melakukan aktivitas harian seperti sebelumnya. Terutama ketika aktivitas tersebut dilakukan di tempat banyak orang berkumpul, dan melibatkan sentuhan pada benda-benda umum. Salah satunya adalah di gym atau pusat kebugaran.

Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengubah klasifikasi COVID-19 dari keadaan darurat kesehatan publik menjadi pandemi, sebagaimana dilansir dari laman Medicalnewstoday.

Atas hal itu, ada banyak tips terkait pencegahan corona ini seperti mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun dan air, tidak menyentuh wajah, menutupi batuk atau bersin dan tetap berolahraga karena aktivitas fisik dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Jika Anda sering melakukan olahraga gym atau fitness, berikut hal yang dapat dilakukan agar tetap aman:

1. Kenakan Sarung Tangan Angkat Beban

Aubree menyarankan untuk memakai sarung tangan kain selama latihan. Secara teknis virus tidak menembus kulit, namun memakai sarung tangan bisa mencegahmu menyentuh wajah. Setelah melepas sarung tangan, kita juga masih harus mencuci tangan.

2. Bersihkan Peralatan Gym

Penelitian telah menunjukkan bahwa permukaan fasilitas atau peralatan kebugaran berpotensi adanya virus. Meskipun tidak jelas berapa lama COVID-19 dapat bertahan di permukaan, penelitian menunjukkan bahwa jenis corona lain dapat melakukannya selama dua jam hingga sembilan hari. Banyak pusat kebugaran bersikap proaktif dengan peralatan pembersih dan disinfektan mengingat banyaknya jumlah kasus COVID-19. Meski demikian, Anda tetap harus membersihkan peralatan sebelum dan setelah menggunakannya, kata Gordon. Jika Anda lebih suka menggunakan handuk untuk menyeka keringat saat berolahraga, perhatikan di mana handuk tersebut disimpan, lebih baik berada jauh dari wajah.

3. Menghindari Jam Ramai

Cobalah rencanakan kunjungan gym tidak pada waktu yang ramai pengunjung. Dengan begitu, kita tahu di sana akan lebih sedikit orang yang menyentuh dan menggunakan peralatan. Batasi sentuhan fisik, seperti jabat tangan atau “hi five”, saat berada di sana. Pastikan untuk mencuci tangan dengan benar saat tiba dan sebelum pergi.

4. Membersihkan Tangan Saat Istirahat

Kondisi tangan yang kotor bisa menjadi sarang kuman, sehingga disarankan selalu mencuci tangan sehabis olahraga. Biasanya, di sela istirahat beberapa orang akan melakukan aktivitas lain, seperti makan, minum, dan sebagainya.

Untuk terhindar dari berbagai penyakit, sebaiknya mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Pastikan juga menggosok semua bagian tangan dengan baik dan benar agar semua kotoran di tangan hilang.

Mencegah Virus Corona Sebelum Terlambat!!

Mencegah Virus Corona Sebelum Terlambat!!

Jumlah orang yang terjangkit virus Corona di Indonesia terus bertambah. Per Senin (16/3/2020) pukul 05.00 WIB, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan sudah ada 117 orang yang positif COVID-19 di Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Segera periksakan diri ke rumah sakit. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona, silakan download aplikasi Alodokter di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi Alodokter, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Beberapa Manfaat Angkat Beban Untuk Kesehatan Tubuh Anda!

Beberapa Manfaat Angkat Beban Untuk Kesehatan Tubuh Anda!

Memiliki penampilan yang menarik tentu merupakan impian siapa pun, tidak terkecuali bagi para pria. Melakukan olahraga angkat beban dianggap menjadi salah satu cara yang tepat untuk menunjang penampilan. Bisa dibilang saat ini angkat beban banyak dilakukan oleh para pria. Apalagi, saat ini mudah sekali menemukan pusat kebugaran yang menyediakan fasilitas angkat beban.

Tidak dimungkiri, banyak pria memulai angkat beban karena ingin memperoleh bentuk tubuh yang ideal. Tidak sekadar membentuk tubuh, sebenarnya angkat beban memiliki serangkaian manfaat bagi kesehatan tubuh. Apa saja keuntungan yang didapat pria dari melakukan latihan fisik ini?

Padahal, angkat beban itu gak cuma soal membesarkan otot, loh. Masih ada banyak manfaat kesehatan lain yang bisa kamu dapat dari olahraga angkat beban. Gak percaya? Ini dia ulasan lima manfaat kesehatan dari angkat beban.

Mencegah kerapuhan tulang

Ini khususnya penting bagi orang yang sudah mulai berumur, karena secara alami tulang kita memang akan mulai merapuh seiring bertambahnya usia. Maka salah satu solusinya adalah angkat beban, karena angkat beban bisa menstimulasi tubuh kita untuk terus memperbarui sel-sel tulang.

Meningkatkan fungsi otak

Olahraga angkat beban diketahui dapat meningkatkan hormon yang berperan dalam pembentukan sel otak baru, yaitu brain-derived neurotrophic factor. Tidak hanya itu, olahraga angkat beban secara rutin dan intens dipercaya dapat menambah daya ingat. Pada akhirnya, fungsi otak yang baik dapat meningkatkan kualitas berpikir Anda.

Mencegah penyakit jantung

Seiring bertambahnya usia, penurunan kadar hormon testosteron dapat terjadi dalam tubuh pria. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Sementara itu, olahraga angkat beban dipercaya dapat memompa kadar hormon testosteron dalam tubuh. Dengan begitu, risiko mengalami penyakit jantung dapat diturunkan.

Menurunkan resiko diabetes

Bukan hanya serangan jantung dan stroke, resiko diabetes pun bisa berkurang kalau kamu rajin angkat beban. Studi dari PLOS Medicine menemukan bahwa angkat beban 2-3 kali per minggu pada wanita berhubungan erat dengan turunnya resiko terkena diabetes tipe 2.

Studi lain Diabetes Journals menyebut bahwa pada pria dewasa yang menderita diabetes tipe 2, angkat beban bisa meningkatkan sensitivitas insulin. Artinya, sel-sel tubuh bisa merespon insulin dengan lebih baik dan menggunakan gula dengan lebih efektif, sehingga menurunkan kadar gula darah.

Mengurangi stres

Selain kesehatan fisik, olahraga angkat beban juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Faktanya, menurut The International Journal of Sport Medicine, terjadi penurunan hormon kortisol pada orang yang melakukan olahraga angkat beban selama 2 minggu.

Lakukan Tips Ini Sebelum Anda Berolahraga

Lakukan Tips Ini Sebelum Anda Berolahraga

Meninggalkan libur panjang dan kembali beraktivitas mungkin membuatmu harus kembali mengatur jadwal aktivitas dengan rinci. Termasuk jadwal berolahraga. Namun, selain jadwal berolahraga, kamu juga harus ingat bahwa ada sejumlah hal yang tak boleh dilakukan sebelum, saat, dan setelah berolahraga. Pantangan itu antara lain melewatkan pemanasan dan pendinginan, makan terlalu banyak, atau konsumsi minuman mengandung gula setelah berolahraga.

Over-stretch

Pemanasan sebelum berolahraga dibutuhkan. Namun ternyata tak semua jenis olahraga membutuhkan banyak pemanasan. Hal itu dikatakan oleh mantan petinju profesional sekaligus co-creator super-gym Aerospace, Michael Olajide Jr. Menurutnya, olahraga yang menggerakkan seluruh bagian tubuh cenderung tak membutuhkan pemanasan terlalu lama. Seperti tinju atau bersepeda. Namun, pemanasan dibutuhkan jika kita akan melakukan olahraga dengan perubahan gerakan yang terbatas.

Minum Terlalu Banyak Air

Minum banyak air baik untuk untuk kesehatan, terutama bagi mereka yang aktif seperti seorang pelari yang membutuhkan ketahanan (endurance) atau akan menghadapi kompetisi penting. Namun, minum terlalu banyak air sebelum melakukan kelas aerobik, angkat beban atau jogging akan membuat tubuhmu menjadi berat. “Kebanyakan dari kita tidak berolahraga cukup berat untuk “menurunkan” satu liter air saja. Apalagi, kita juga mengkonsumsi cairan dari berbagai sumber lain, seperti kopi, buah dan sayuran,” kata dia.

Perhatikan Pakaian yang Digunakan

Perhatikanlah pakaian yang akan digunakan sebelum berlari. Sebaiknya gunakanlah pakaian yang menyerap dan tidak terlalu ketat dan berpori, seperti bahan polypropylene atau coolmax dan supplex.

Sebisa mungkin hindari penggunaan bahan katun, karena cenderung menjadi basah ketika terkena keringat dan memberikan rasa yang tidak nyaman.

Hindari Makan Terlalu Banyak

Seseorang pasti membutuhkan energi untuk berolahraga. Salah satu cara untuk mendapatkan energi adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Tetapi mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak tentu bukan tindakan yang tepat.

Saat berlari, proses pencernaan akan berjalan lamban dan aliran darah ke dalam sistem gastro-intestinal (GI) dialihkan ke otot untuk berolahraga. Sehingga makanan tidak dapat dicerna dengan normal dan dapat menimbulkan kram.

Olahraga Menjadi Faktor Utama Serangan Jantung?

Olahraga Menjadi Faktor Utama Serangan Jantung?

Banyaknya kasus serangan jantung yang terjadi ketika sedang olahraga tampaknya membuat banyak orang ketakutan. Alhasil jadi takut olahraga, dan akhirnya kesehatan jantung tidak terjaga.

Semua orang tahu manfaat kesehatan dari berolahraga. Namun, beberapa orang yang melakukan olahraga secara rutin – bahkan atlet sekalipun, ada yang meninggal mendadak saat atau setelah olahraga. Kejadian itu sontak membuat orang bertanya-tanya, apa benar olahraga malah memicu kematian mendadak? Apakah penyebabnya karena jantung berhenti atau serangan jantung?

Serangan henti jantung berbeda dengan serang jantung biasa, meskipun keduanya bisa menyebakan jantung gagal berfungsi sebagai mana mestinya dan menyebabkan kematian. Serangan henti jantung atau istilah medisnya disebut dengan sudden cardiac arrest (SCA) adalah berhentinya detak jantung secara mendadak yang disebabkan adanya gangguan aliran listrik di jantung, sehingga menghambat aktivitas pemompaan darah dan menghentikan sirkulasi darah dalam tubuh. Umumnya seseorang yang terkena serangan henti jantung saat berolahraga dikarenakan telah memiliki riwayat penyakit jantung ini, hanya saja mereka tidak menyadari hal tersebut. Sedangkan serangan jantung atau heart attack kebanyakan disebabkan oleh penyakit jantung yang berlangsung kronik dalam waktu lama. Serangan ini terjadi karena adanya penyumbatan mendadak di dalam pembuluh darah koroner sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi terhambat dan akhirnya merusak otot jantung. Orang dengan riwayat serangan jantung sebelumnya akan memiliki risiko untuk mengalami henti jantung mendadak.

Apa penyebab henti jantung saat olahraga?

Pada usia muda (di bawah 35 tahun), penyebab kematian mendadak saat olahraga umumnya akibat terjadinya SCA, bukan serangan jantung. Ini disebabkan karena hipertropik kardiomiopati. Kardiomiopati adalah suatu penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya penebalan tidak normal di otot-otot jantung. Sedangkan, penyebab kematian mendadak pada usia yang lebih tua berbeda – lebih dari 50 tahun, umumnya disebabkan karena mereka memiliki penyakit jantung koroner dan pernah mengalami serangan jantung sebelumnya. Serangan jantung mengakibatkan beberapa otot jantung mati dan sekaligus mengganggu aliran listrik jantung. Maka tidak heran, bila di kemudian hari mereka menjadi rentan mengalami SCA. Saat melakukan aktivitas olahraga, semua otot bergerak, termasuk otot jantung. Ketika melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, seseorang yang memiliki faktor kardiomiopati, otot jantungnya akan semakin menebal saat olahraga. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa oksigen dan aliran listrik menjadi terganggu.

Tips menghindari henti jantung saat berolahraga

Sesuai yang sudah dijabarkan di atas, itu sebabnya sangat penting bagi kita untuk melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan jantung. Terutama jika memang memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung dan kerap merasakan gejala seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, dan lemas. Mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, ada baiknya untuk selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berolahraga. Mulailah melakukan olahraga dengan aktivitas yang ringan-ringan dahulu. Pasalnya hal tersebut akan membantu jantung menyesuaikan aktivitas secara perlahan. Setelah selesai olahraga, jangan lupa untuk melakukan pendinginan secara perlahan-lahan dengan memperlambat kecepatan. Jangan berhenti tiba-tiba. Langsung duduk, diam berdiri, ataupun berbaring setelah berolahraga bisa membuat kita merasa pusing atau bahkan jantung berdebar-debar. Hal yang terpenting lainnya adalah memperhatikan faktor apa saja yang memicu seseorang terkena serangan jantung. Seperti menghilangkan kebiasaan merokok, makanan yang tidak sehat, malas berolahraga, stres, kurang tidur, minum alkohol ataupun hal lainnya. Itu sebabnya sangat penting untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu memiliki penyakit jantung, bukan lantas kamu tidak boleh berolahraga sama sekali. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai seberapa berat intensitas olahraga yang boleh dilakukan. Selama tidak melebihi kapasitas jantung, kamu dapat berolahraga dengan aman.

Sering di anggap remeh, berikut bahaya jika kamu kekurangan Vitamin D

Sering di anggap remeh, berikut bahaya jika kamu kekurangan Vitamin D

Sebagai seorang perempuan, pasti kamu sering menghindari paparan sinar matahari. Menyebabkan perubahan warna kulit dan membuat tubuh terasa gerah, menjadi faktor kamu lebih memilih berada didalam ruangan. Padahal, sinar matahari mengandung vitamin D yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kamu lho. Jika tubuh kurang vitamin D, maka dapat meningkatkan resiko terjadi gangguan kesehatan. Kekurangan vitamin D sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya yang tidak spesifik. Padahal, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada tulang, seperti penyakit rakitis dan osteoporosis, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.  

Penyebab Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D atau defisiensi vitamin D adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin tersebut secara cukup. Ini bisa terjadi karena kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D atau jarang terpapar sinar matahari.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan vitamin D, yaitu:

  • Menderita gangguan atau penyakit yang dapat menghambat penyerapan vitamin D di saluran cerna, seperti penyakit radang usus dan malabsorpsi.
  • Menderita alergi susu atau intoleransi laktosa.
  • Memiliki warna kulit gelap.
  • Berusia lanjut.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat antikejang atau pengobatan HIV.
  • Menjalani pola makan vegetarian.

Gangguan Kesehatan Yang Menyerang Anda, Jika Kekurangan Vitamin D :

Menjadi Lebih Mudah Depresi

Vitamin D berperan dalam mengatur hormon serta dapat memengaruhi bagian otak yang menjadi pusat perasaan hati. Dengan mencukupi kebutuhan vitamin D, tubuh mampu meningkatkan zat kimia pada otak dan dapat menurunkan tingkat stress. Jika kekurangan vitamin D, potensi mengalami depresi menjadi meningkat. 

Meningkatkan Resiko Terkena Penyakit Jantung

Kekurangan vitamin D, beresiko juga mengalami masalah serius didalam sirkulasi darah yang dapat berujung menjadi penyakit jantung. Beberapa teori juga menyebutkan bahwa vitamin D dapat membantu jantung memompa darah lebih efektif. Jadi, jika jumlahnya cukup, maka resiko penyakit jantung akan berkurang.

Tulang Menjadi Lebih Rapuh

Salah satu fungsi vitamin D adalah sebagai satu zat gizi yang membantu pembentukan tulang. Sehingga, dapat  dipastikan jika kekurang vitamin D, akan menganggu fungsi tulang. Vitamin D berperan dalam menjaga jumlah kalsium dan fosfor, yang merupakan mineral penting untuk kesehatan tulang. 

Kekurangan vitamin matahari ini membuat mineral tidak ada yang menjaga dan menyebabkan penurunan. Kemudian ini yang membuat tulang menjadi lebih mudah rapuh, bahkan beresiko osteoporosis.

Nyeri Otot

Tak hanya tulang, vitamin D juga diperlukan untuk otot kita. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan nyeri otot parah, berkurangnya massa otot dan pemulihan otot yang buruk setelah aktivitas fisik yang intens.