Cara Mudah Meredakan Nyeri Otot Setelah Olahraga

Cara Mudah Meredakan Nyeri Otot Setelah Olahraga

Setelah aktivitas fisik atau olahraga berat, nyeri pada otot menjadi hal yang wajar terjadi. Bahkan, rasa nyeri ini terasa hingga tiga hari setelah kamu berolahraga. Kondisi ini dikenal dengan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Nyeri pada otot yang dialami bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja, bergantung pada bagian tubuh mana yang kamu pakai untuk bergerak. DOMS bisa terjadi ketika jaringan otot tubuh berusaha beradaptasi dengan memperbaiki dan menambah massa jaringan otot. Reaksi ini sebetulnya merupakan hal yang normal terjadi. Untuk mencegah terjadinya nyeri setelah berolahraga kamu dapat memulai rutinitas olahraga dengan cara bertahap, jangan langsung ke tingkat berat agar otot terbiasa. Selain itu jangan lewatkan pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko cedera yang dapat terjadi. Ingat juga sebelum berolahraga di gym atau aktivitas fisik lainnya, cukupi kebutuhan nutrisi terlebih dulu dengan makanan dan minuman bergizi. Siapkan juga air putih agar tidak dehidrasi selama olahraga. Untuk meredakan nyeri otot setelah olahraga kamu dapat melakukan hal – hal berikut agar nyeri yang kamu rasakan cepat mereda :

  1. Mengompres

Cara satu ini menjadi pilihan utama yang langsung dilakukan kala mengalami nyeri atau bengkak pada bagian tubuh. Selain mengurangi rasa nyeri, mengompres area yang terasa sakit atau nyeri membantu otot untuk mensekresikan cairan yang bisa mengurangi rasa nyeri. Kamu dapat mengompres dan memadukannya dengan gerakan memijat ringan untuk membuat otot lebih relaks. Saat mengompres, gunakan handuk hangat dan letakkan di bagian tubuh yang nyeri. Hindari kontak terlalu lama dengan kompres yang masih panas guna mencegah terjadinya luka bakar.

  1. Melakukan pijat

Setelah olahraga, cobalah untuk memijat ringan bagian tubuh yang terasa nyeri. Memijat dapat memperlancar peredaran darah dan meningkatkan pergerakkan sendi tubuh. Saat dipijat, suasana hati kamujuga bisa meningkat. Namun, tidak sembarang pijat dapat dilakukan untuk meredakan nyeri. Pilih teknik pijat yang memberikan tekanan ringan seperti Swedish massage. Kamu juga dianjurkan menjalani akupunktur dengan terapis ahli untuk menangani nyeri otot di bagian tertentu

  1. Mengoles Balsam

Balsam merupakan obat luar yang paling dicari ketika seseorang ingin mengobati nyeri otot yang dialaminya. Dibarengi dengan gerakan pijatan lembut, otot yang terasa nyeri dapat membaik dalam waktu beberapa hari. Sensasi panas di dalam tubuh dan dingin di bagian luar akan menimbulkan sensasi yang nyaman.

  1. Memperbaiki dengan Mengonsumsi Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan bisa membantu mengurangi rasa nyeri pada otot setelah berolahraga. Jenis makanan ini seperti ikan salmon, minyak zaitun, buah, dan kacang-kacangan. Asam lemak omega-3 dan 9 berperan sebagai antiinflamasi otot, sementara kandungan antioksidan diperlukan untuk membantu memulihkan otot dengan segera. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein juga merupakan cara mengatasi nyeri otot setelah olahraga. Pilihlah daging yang memiliki sedikit kandungan lemak. Sebab, makanan tersebut mengandung protein yang membantu memulihkan otot setelah mengalami robekan mikro saat berolahraga. Usahakan untuk mengonsumsi makanan berprotein ke dalam asupan nutrisi sehari-hari.

  1. Minum Obat Antiperadangan

Nyeri otot setelah berolahraga dapat diredakan dengan mengonsumsi obat anti nyeri yang dijual di apotek. Kamu bisa mengosumsi obat anti nyeri, seperti paracetamol, ibuprofen dan aspirin.  Sebelum mengonsumsi, pastikan dulu tidak memiliki alergi atau kontraindikasi terhadap ketiga obat anti nyeri tersebut.

Manfaat Melakukan Pemanasan Sebelum Olahraga Agar Latihan Lebih Maksimal

Manfaat Melakukan Pemanasan Sebelum Olahraga Agar Latihan Lebih Maksimal

Melakukan pemanasan sebelum olahraga dapat membuat otot lebih lentur, kuat, dan sehat. Karena saat berolahraga, otot menjadi “bahan bakar” yang membantu tubuh beraktivitas fisik. Itulah sebabnya otot perlu menjalani sesi pemanasan dulu sebelum berolahraga. pemanasan membantu tubuh mempersiapkan diri untuk latihan fisik yang lebih maksimal. Aktivitas ini dapat menaikkan suhu tubuh sehingga meningkatkan aliran darah ke otot. Biasanya jenis pemanasan terdiri dari latihan kardiovaskular ringan yang dipadukan dengan peregangan. Kebanyakan sesi pemanasan berlangsung singkat antara 5 hingga 10 menit atau lebih, tergantung dari tipe aktivitas yang akan dilakukan berikutnya. Perlu dicatat, tanpa pemanasan, otot akan tegang saat berolahraga, sehingga risiko cedera semakin besar. Maka dari itu kenalilah berbagai manfaat pemanasan untuk sesi olahraga yang lebih maksimal ini.

  1. Mencegah risiko cedera

Salah satu manfaat utama dari pemanasan sebelum olahraga adalah demi mencegah cedera. Otot tubuh dalam keadaan normal cenderung dingin dan kaku. Aktivitas ini dapat meningkatkan aliran darah ke otot dan meningkatkan suhu sehingga otot jadi lebih lentur. Hal ini berarti kamu bisa meminimalisir potensi otot kram, terkilir, hingga robek apabila melakukan gerakan keras dan tiba-tiba selama latihan, seperti tendangan tinggi atau jatuh mendadak. Jika kamu mengalami cedera, terutama otot robek bisa menjadi serius dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Selain itu, sensasi yang dirasakan juga sangat menyakitkan bahkan bisa saja membutuhkan jahitan.

  1. Meningkatkan suplai nutrisi untuk otot

Kebanyakan orang hanya tahu kalau pemanasan dapat meningkatkan suplai darah ke otot. Namun masih jarang yang menyadari bahwa pemanasan juga bisa meningkatkan suplai nutrisi ke otot. Manfaat pemanasan ini terjadi karena nutrisi yang ada di dalam darah mengalir ke otot yang digunakan untuk berolahraga. Hal ini dipercaya dapat mencegah nyeri setelah berolahraga.

  1. Meningkatkan jangkauan gerak sendi

Manfaat pemanasan yang tak boleh diremehkan selanjutnya adalah meningkatkan jangkauan gerak sendi. Bagaimana tubuh bisa berolahraga secara optimal, jika persendian tubuh tak mampu bergerak sesuka hati? Menurut sebuah studi, semakin sering pemanasan, semakin “terasah” juga persendianmu untuk bergerak lebih bebas saat berolahraga.

  1. Mempersiapkan Mental untuk Latihan Fisik Berat

Bagi orang yang suka olahraga, pemanasan merupakan kesempatan bagus untuk mempersiapkan mental supaya bisa memberikan 100 persen kemampuannya saat menghadapi latihan fisik berat. Tujuan melakukan pemanasan sebelum berolahraga membantu memperlancar aliran darah. Tidak hanya melancarkan aliran darah di otot dan persendian, melainkan juga ke otak sehingga meningkatkan fokus dan kewaspadaan serta mengurangi stres. Persiapan mental untuk latihan fisik mendatang mampu meningkatkan koordinasi, teknik, dan keterampilan. Tentunya ini juga berguna bagi atlet untuk mempersiapkan diri pada perlombaan. Tubuh dapat menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi bila mental dan pikiran siap untuk menghadapi ketidaknyamanan. Sementara bila pikiran tidak bersedia menghadapi tekanan, kinerja fisik tentu akan jadi terbatas.

  1. Meningkatkan performa saat berolahraga

Bukan tanpa alasan pemanasan dipercaya bisa membuat sesi olahraga jadi lebih maksimal. Sebab, menurut sebuah riset, melakukan pemanasan bisa membuat otot “tidak kaget” dan siap dalam melakukan berbagai macam gerakan olahraga. Itulah mengapa pemanasan dapat meningkatkan performa kamu saat sedang berolahraga.

  1. Menyiapkan Diri untuk Menggunakan Alat Berat di Gym

Tidak hanya untuk berolahraga ringan, melakukan pemanasan juga harus dilakukan untuk mempersiapkan diri menggunakan alat-alat berat yang ada di gym. Menggunakan mesin untuk membantu membentuk otot merupakan cara yang bagus untuk menghabiskan waktu di gym. Namun mesin itu tidak boleh digunakan sebelum kamu sempat mengendurkan persendian. Pemanasan sebelum olahraga bertujuan untuk memastikan tubuh dan pikiran dalam kondisi yang tepat untuk menangani peralatan gym dan tentunya mengurangi risiko cedera.

Mengulik Manfaat Latihan Angkat Beban Bagi Kesehatan

Mengulik Manfaat Latihan Angkat Beban Bagi Kesehatan

Untuk menjaga kebugaran tubuh harus kita harus senatiasa rutin berolahraga. Olahraga yang dilakukan juga harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kamu bisa mengkombinasikan latihan kardio dan latihan angkat beban dalam berolahraga. Olahraga angkat beban antara lain terdiri dari gerakan pengulangan (repetisi), set, tempo, latihan, dan daya untuk menyebabkan perubahan kekuatan, daya tahan, atau ukuran otot. Melakukan olahraga angkat beban dianggap menjadi salah satu cara tepat untuk membentuk otot, terutama bagi kaum pria. Apalagi, saat ini mudah sekali menemukan pusat kebugaran yang menyediakan fasilitas angkat beban seperti Master Gym. Melalui latihan angkat beban, kamu bisa menggerakkan otot dengan sesuai dan efisien. Olahraga ini sangat membantu agar anggota tubuh bisa bergerak secara teratur tanpa memberikan tertentu pada bagian tubuh tertentu. Untuk lebih tahu manfaat dari latihan angkat beban bisa simak penjelasan berikut ya :

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Seiring bertambahnya usia, kesehatan tulang dapat menurun karena berbagai penyebab. Akan tetapi, orang yang teratur melakukan latihan angkat berat akan memiliki kepadatan tulang yang lebih baik. Jadi tidak hanya bisa meningkatkan pertumbuhan otot, tapi tulang pun menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, lakukanlah latihan angkat beban secara teratur agar tulang kuat dan mendukung kesehatan tubuh  di masa tua nanti.

  1. Menguatkan Dan Membentuk Otot

Menguatkan dan menambah ukuran otot merupakan manfaat latihan angkat beban yang populer. Saat melakukan olahraga ini, kamu akan menjadi lebih mudah melakukan berbagai hal lain. Penelitian mengatakan, angkat beban yang dilakukan secara rutin dan teratur terbukti mampu membentuk tubuh dan otot, juga membantu memperbaiki postur tubuh. Dengan adanya manfaat tersebut, angkat beban terbukti efektif dalam mencegah kejadian sarkopenia alias kehilangan massa otot di usia senja. Selain menambah massa dan ukuran otot secara signifikan, latihan ini juga membuat kamu merasa jauh lebih kuat untuk menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan.

  1. Mengurangi Stres

Selain kesehatan fisik, olahraga angkat beban juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Faktanya, menurut The International Journal of Sport Medicine, orang yang olahraga angkat beban selama dua minggu mengalami penurunan hormon kortisol. Hormon kortisol merupakan hormon yang berperan menyebabkan stres. Di sisi lain, saat melakukan angkat beban, terbukti terjadi peningkatan kadar hormon yang mengatur rasa senang, motivasi, dan percaya diri, yaitu endorfin.

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Latihan angkat beban bisa meningkatkan produksi sejumlah hormon, termasuk hormon IGF-1 yang mampu membantu stimulasi dalam otak untuk meningkatkan fungsi kognitif. Peningkatan fungsi kognitif ini sangat berperan untuk meminimalisir efek negatif penuaan. Penelitian dalam Journal of Sport Biosciences, latihan kekuatan dapat meningkatkan protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Protein BDNF adalah senyawa yang berperan dalam pembentukan sel-sel baru pada otak. Peningkatan kadar BDNF erat kaitannya dengan pencegahan depresi, gangguan bipolar, dan skizofernia.

  1. Menurunkan Berat Badan

Olahraga angkat beban dapat membantu mempercepat penurunan berat badan. Sebab, saat melakukan angkat beban, seseorang butuh energi yang lebih banyak dan kecepatan metabolisme tubuh akan meningkat. Alhasil, latihan angkat beban dapat berkontribusi dalam menyingkirkan timbunan lemak di dalam tubuh. Mengombinasikan olahraga angkat beban dan olahraga kardio dapat membakar lebih banyak kalori sehingga merupakan pilihan yang tepat untuk program penurunan berat badan.

  1. Meningkatkan Keseimbangan

Olahraga angkat beban memberikan manfaat ekstra bagi keseimbangan dan koordinasi tubuh. Sebenarnya kedua hal tersebut sangatlah penting bagi kita, khususnya seraya usia semakin menua. Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention, penyebab utama kematian akibat cedera pada lansia di atas 65 tahun adalah terjatuh. Latihan beban membantu kamu untuk mengembangkan mekanisme, kelenturan, dan keseimbangan tubuh yang membuat tidak mudah terjatuh.

Kenali Penyebab Terjadinya Kram Otot

Kenali Penyebab Terjadinya Kram Otot

Kram otot sebenarnya merupakan kontraksi atau menegangnya otot yang tidak disengaja dan bisa terjadi secara tiba-tiba. Kram otot memang bukan kondisi yang berbahaya, namun bila dibiarkan terus pasti akan mengganggu aktivitas. Saat otot berkontraksi, maka otot akan semakin kecil dan mengeras selama beberapa detik dan menyebabkan rasa sakit yang kadang-kadang sangat parah. Kram otot bisa terjadi di banyak area tubuh, namun biasanya ini terjadi pada tubuh bagian paha, betis, tangan, lengan, perut, tulang rusuk, dan lengkungan telapak kaki. Berikut merupakan penyebab dari terjadinya kram otot yang bisa saja kamu alami :

  1. Kurangnya asupan cairan tubuh

Apabila kamu merasakan kram tanpa penyebab pasti, cobalah periksa apakah kamu sudah mendapat cukup minum? Pasalnya, tubuh yang kekurangan air dapat menyebabkan otot berkedut dan kejang. Yang perlu dipahami, kurangnya air ini juga berpengaruh pada hilangnya elektrolit dan mineral. Pasalnya saat tubuh berkeringat dan banyak mengeluarkan cairan tubuh, air dan elektrolit tubuh akan mengalami penyusutan. Jadi, cobalah untuk memperbanyak asupan air jika sering merasa kram.

  1. Rendah elektrolit

Otot-otot dapat berfungsi dan bekerja dengan adanya asupan mineral, seperti kalium dan magnesium. Jika kamu kekurangan asupan mineral, otot-otot dalam tubuh akan memberikan pesan dengan menunjukkan kram dan kejang. Kekurangan mineral atau elektrolit dapat terjadi setelah berkeringat atau berolahraga. Selain itu, kondisi tubuh yang kurang fit akibat diare atau muntah-muntah juga dapat menjadi menyebab rendahnya elektrolit dalam tubuh sehingga dapat memicu terjadinya kram.

  1. Tingkat stres yang tinggi

Saat sedang mengalami banyak tekanan, baik itu dari kantor, kampus, atau rumah, kamu akan merasakan dampaknya langsung pada kebugaran tubuh. Tidak heran, sakit kepala dan insomnia kerap muncul pada seseorang yang mengalami stres. Selain itu, stres dan tekanan juga dapat memicu timbulnya ketegangan dan rasa sakit pada otot-otot tubuh. Untuk itu, cobalah untuk melakukan teknik relaksasi seperti dengan melakukan pijat dan meditasi.

  1. Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat memicu terjadinya kram pada otot-otot tubuh. Pasalnya, kafein yang terlalu banyak dapat memicu kontraksi dan ketegangan pada otot-otot. Gejala yang muncul lebih pada otot yang bergetar atau berkedut. Selain kafein, asupan stimulan seperti amfetamin juga memberikan gejala dan efek yang sama.

  1. Kurang tidur dan kelelahan

Apabila kamu sedang melakukan beragam aktivitas berat, jangan khawatir jika otot terasa berkedut atau kejang. Hal ini terjadi sebagai salah satu cara tubuh memberikan sinyal bahwa Kamu membutuhkan istirahat. Jadi, pastikan untuk segera beristirahat, khususnya berikan waktu otot-otot tertentu untuk relaksasi. Istirahat menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kram akibat kurang tidur dan kelelahan.

  1. Kurangnya asupan darah

Penyempitan pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah ke area kaki bisa memicu terjadinya kram saat olahraga. Kondisi ini disebut sebagai aterosklerosis. Kram akan reda setelah kamu berhenti berolahraga.

Itulah beberapa penyebab kram otot yang terjadi sehari-hari. Pastikan untuk selalu menjaga asupan cairan tubuh, mineral, vitamin, serta mengatur jadwal ideal beraktivitas dan istirahat untuk menghindari kram otot terjadi. Jika kamu mengalami kram otot kamu bisa menempelkan kompres air hangat atau es ke area otot yang kram, menghentikan aktivitas yang menyebabkan kram, mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit akibat kram, dan untuk pencegahan ingat untuk melakukan pemanasan sebelum berkegiatan, serta selalu meregangkan otot sebelum dan sesudah berolahraga.

Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Latihan Kekuatan Otot

Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Latihan Kekuatan Otot

Melakukan gaya hidup sehat dapat memperpanjang umur dan mengurangi risiko terkena berbagai penyakit kronis.  Untuk menjaga kebugaran tubuh kekuatan otot dan tulang harus dijaga. Salah satu cara untuk menjaganya yaitu dengan melakukan latihan kekuatan otot. Latihan kekuatan otot bisa dilakukan dengan Anda bisa memilih latihan ketahanan, angkat beban, lari, atau pilometrik (latihan melompat). Namun, sebelum melakukan jenis olahraga tersebut, Anda perlu mempersiapkan beberapa halsebagai berikut :

  1. Melakukan pemanasan

Melakukan pemanasan sebelum mengawali latihan kekuatan otot sanagt penting untuk dilakukan. Tujuannya demi menghindari cedera dan mengendurkan otot yang kaku sehingga tidak kaget saat melakukan latihan.

Latihan pemanasan jadi persiapan untuk otot melakukan berbagai macam gerakan dan meningkatkan jangkauan gerak sehingga bisa mengurangi risiko cedera dan mendorong kamu berlatih lebih keras.

Beberapa gerakan pemanasa sebelum latihan kekuatan otot, meliputi:

  • Hip circle, yaitu memutar kaki sambil mengangkat satu kaki sedikit dari atas lantai sebanyak 8 kali hitungan. Lakukan secara berulang dengan berganti kaki.
  • Arm circle, yaitu gerakan memutar kedua lengan tangan ke arah depan dan belakang sebanyak 8 kali hitungan.
  • Squat, yaitu menekuk kedua lutut sambil membungkukan badan ke depan dan meletakkan kedua tangan di depan dada. Kembali ke posisi tegak dan ulangi gerakan.
  1. Memenuhi asupan energi yang cukup

Tak sedikit orang yang berolahraga tanpa makan terlebih dulu. Padahal, ini tidak dianjurkan. Tubuh memerlukan energi untuk berolahraga, yang didapat dari makanan yang Anda konsumsi beberapa jam sebelumnya. Jika tidak tak ada energi, maka tubuh tak akan mampu membakar kalori dalam jumlah banyak. Jika waktu terakhir kali makan sudah cukup lama, konsumsilah makanan ringan yang sehat kira-kira 30 menit hingga satu jam sebelum berolahraga. Jika kamu mengutamakan performa latihan, kamu bisa menikmati beberapa makanan sebelum olahraga seperti yogurt, oatmeal, roti gandum, ubi jalar, atau quinoa. Siapkan juga jus dari buah dan sayur untuk diminum pada waktu istirahat. Jangan lupa untuk menjaga cairan tubuh dengan minum air putih.

Supaya kamu dapat berolahraga dengan baik, tubuh membutuhkan energi yang cukup. Karenanya, memastikan tubuh mendapatkan asupan energi lewat konsumsi makanan sangat penting. Selanjutnya, berikan jeda waktu yang disesuaikan dengan jenis olahraga, waktu makan, jenis makanan, serta porsinya. Tujuannya untuk mencegah timbulnya rasa tidak nyaman di perut, serta memaksimalkan performa dan efektivitas olahraga

  1. Mulai dengan bertumpu pada berat badan sendiri

Sebagai pemula yang ingin mencoba latihan kekuatan otot, sebaiknya jangan terlalu memforsir kerja otot tubuh dengan langsung menggunakan alat olahraga yang berbobot berat. Sebagai gantinya, kamu bisa mulai dengan menggunakan peralatan olahraga yang berukuran kecil seperti resistance band, bola latihan kettlebell, hingga dumbbell kecil. Bahkan untuk lebih amannya, manfaatkan beban tubuh kita sendiri sebagai tahap awal dalam latihan kekuatan otot. Gerakan yang bisa dicoba meliputi squat, push-up, dan lunges. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan latihan ke tingkat yang lebih tinggi secara bertahap.

  1. Atur frekuensi latihan secara bertahap

Orang yang baru mulai latihan kekuatan otot sebaiknya mengawali dengan frekuensi latihan yang ringan terlebih dahulu. Misalnya dua hari dalam seminggu pada dua hingga tiga minggu awal. Setelah itu kamu bisa menambah frekuensinya jadi tiga hari seminggu. Ini bertujuan untuk menyesuaikan tubuh agar tidak kaget dan lebih terbiasa dengan latihan ini. Tidak hanya itu, durasi olahraga pun juga harus disesuaikan sejak awal latihan. Awalnya coba 20 menit untuk satu sesi, kemudian tambahkan waktu secara bertahap bila telah terbiasa. Idealnya, semakin sering melakukan latihan kekuatan, maka frekuensi dan durasi latihan pun akan semakin bertambah.

Hal – hal tersebut merupakan hal yang peting untuk dilakukan sebelum memulai latihan kekuatan otot. Latihan kekuatan otot ditujukan untuk melatih kerja dan kekuatan otot tubuh melalui gerakan tubuh maupun alat olahraga. Bukan hanya itu, masih banyak keuntungan yang didapat dengan melakukan latihan ini. Di antaranya yaitu meningkatkan laju metabolisme tubuh, membakar lebih banyak kalori, memperkuat tulang dan sendi, bahkan memperbaiki laju tekanan darah. Nah banyakkan manfaat dari latihan kekuatan otot jadi ingat untuk memulai latihan kekuatan otot dan konsisten ya.

Lakukan Tips Ini Agar Terhindar Dari Cedera Saat Olahraga

Lakukan Tips Ini Agar Terhindar Dari Cedera Saat Olahraga

Olahraga menjadi salah satu aktivitas fisik yang digemari untuk menjaga kebugaran tubuh ditengah pandemi. Namun, setiap jenis aktivitas, ada kemungkinan untuk terkena cedera. Cedera saat berolahraga, biasanya terjadi karena kita tidak melakukan persiapan dengan benar, atau melakukan olahraga secara berlebihan. Ketika berolahraga, risiko terkena cedera akan meningkat. Tak bisa dipungkiri juga bahwa cedera memang menjadi bagian dari olahraga.Inilah yang terkadang membuat seseorang takut untuk mulai aktif berolahraga

Untuk meminimalisir terjadinya cedera ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari cedera saat olahraya, yaitu :

  1. Pilih Olahraga yang Tepat

Sebelum berolahraga, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari usia, struktur tubuh, hingga kondisi kesehatan. Tentunya, hal ini tidak boleh dianggap sepele. Karena tanpa mempertimbangkan hal-hal tersebut, kamu rentan mengalami cedera. Misalkan jika kamu sedang sakit, ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter sebelum berolahraga. Jika kamu tidak kuat olahraga berat seperti angkat beban, kamu enggak boleh memaksakan diri. Selain itu, jika kamu belum terbiasa berolahraga, kamu bisa memulainya dengan olahraga ringan. Pilihlah olahraga yang memang bisa kamu lakukan. Karena selama dilakukan secara rutin, kamu bisa mendapatkan manfaat olahraga untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

  1. Pemanasan dan pendinginan

Setiap akan melakukan aktivitas fisik, khususnya yang berurusan dengan olahraga, pastikan untuk selalu memulainya dengan pemanasan dan mengakhirinya dengan dengan pendinginan. Pemanasan membantu tubuh kamu bersiap untuk berolahraga.Secara bertahap pemanasan dapat meningkatkan detak jantung, mengendurkan otot dan sendi agar lebih fleksibel, dan memperlancar peredaran darah sehingga otot lebih kuat.

  1. Lakukan Peregangan Otot

Lakukanlah peregangan otot sebelum dan sesudah kamu berolahraga. Cara ini akan membantu otot untuk berkontraksi dan lebih siap untuk digunakan saat berolahraga sehingga risiko cedera akan berkurang. Lakukan peregangan otot selama kurang lebih 20 detik setiap gerakannya.

  1. Pelajari teknik yang benar

Jangan memulai olahraga baru tanpa mempelajari teknik yang benar terlebih dahulu. Untuk mempelajari teknik yang tepat, kamu bisa berkonsultasi dengan pelatih atau terapis fisik. Berdiskusi dengan ahli juga bisa membantu dalam menyesuaikan latihan yang paling cocok dengan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik .

  1. Cukupi Kebutuhan Cairan

Saat kamu berolahraga, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Itu sebabnya kamu perlu memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih sebelum, saat, dan sesudah berolahraga. Ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi saat olahraga yang bisa memicu kelelahan, penurunan performa, cedera, kejang otot, heat stroke, hingga pingsan. Jadi sebisa mungkin, kamu perlu menyiapkan air minum saat ingin berolahraga. Berikut adalah aturan minum sebelum, saat, dan setelah berolahraga:

  1. Beristirahatlah

Jangan memaksakan diri terlalu berlebihan untuk sebuah latihan. Setidaknya, gunakan 1-2 hari dalam seminggu untuk beristirahat. Istirahat dapat memberikan tubuh kesempatan untuk memulihkan otot yang kamu gunakan latihan. Ini juga penting dalam membantu mencegah cedera.

Itulah beberapa hal penting yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera terjadi. Meskipun kebanyakan cedera saat latihan dapat disembuhkan seperti sedia kala, ada baiknya untuk mencegah sebelum akhirnya harus mengobati.