Masalah Kesehatan Yang Menyerang Pria di Usia Senja

Masalah Kesehatan Yang Menyerang Pria di Usia Senja

Bagi sebagian orang, seiring bertambahnya usia berdampak pada kondisi tubuh menurun. Kondisi yang mulai menurun saat usia tua membuat pria rentan terkena masalah kesehatan. Fungsi beberapa organ tubuh ketika usia tua tentunya tidak sebaik ketika masih muda, sehingga pada akhirnya akan datang berbagai serangan penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Menjaga kesehatan terutama memasuki usia senja adalah hal yang sangat penting dan harus diperhatikan. Adapun beberapa penyakit dan masalah kesehatan yang sebaiknya diwaspadai pada usia tua adalah sebagai berikut:

Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular bisa lebih rentan menyerang pria dibanding wanita. Penyakit satu ini bakal lebih bahaya ketika kamu juga menderita diabetes sejak usia muda di bawah 40 tahun.

Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang pria berusia lanjut. Tak hanya kanker, berbagai keluhan terkait dengan prostat akan membuatmu membutuhkan spesialis andrologi.

Pola Kebotakan

Kerontokan rambut dan kebotakan merupakan salah satu hal yang rentan dialami pria ketika berusia tua. Hal ini bisa terjadi mulai usia yang cukup muda dan mengganggu penampilan. Terdapat keterkaitan yang erat antara pola kebotakan pada laki-laki dengan kanker prostat. Jadi, jika kamu mengalami pola kebotakan yang tak wajar, segera konsultasikan ke dokter.

Malnutrisi

Malnutrisi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun sering kurang terdiagnosis dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lanjut usia lainnya, seperti melemahnya sistem kekebalan tubuh dan kelemahan otot. Penyebab malnutrisi dapat berasal dari masalah kesehatan lainnya misalnya demensia hingga lupa makan, depresi, alkoholisme, pembatasan diet, berkurangnya kontak sosial dan terbatasnya pendapatan.

Arthritis (Radang Sendi)

Arthritis mempengaruhi hampir separuh kelompok manula. Selain itu, penyakit ini juga merupakan penyebab utama kecacatan. “Cedera lama dari bermain sepak bola semasa sekolah dan dari memakai sepatu hak tinggi akan menghantui kita di usia tua. Dan arthritis di lutut adalah salah satunya,” ujar Sharon Brangman, MD, AGSF. Cara mencegahnya ialah dengan melakukan olahraga secara teratur dan berhenti berolahraga ketika terasa sakit.

Gangguan Pendengaran dan Penglihatan

Penyakit pada usia tua yang banyak berhubungan dengan mata adalah degenerasi makula, katarak, retinopati diabetes, dan glaukoma. Kehilangan pendengaran frekuensi tinggi adalah hal yang umum di usia tua, dan hal itu akan diperparah oleh gaya hidup yang meliputi paparan suara keras (contohnya seperti bekerja di bandara atau pabrik).

Untuk menghindari hal ini terjadi pada diri Anda saat Anda berusia senja nanti, maka lakukanlah olahraga secara rutin, olahraga mampu menghindarkan diri dari berbagai penyakit dan tentunya olahraga bisa memicu Anda terlihat lebih muda lho!

 

Buah Hijau Ini Membantu Melawan Penyakit Jantung!!

Buah Hijau Ini Membantu Melawan Penyakit Jantung!!

Rasa kiwi yang manis dan segar menjadikan buah ini populer dijadikan jus dan salad buah. Manfaat buah kiwi ternyata tidak sekadar pemanis sajian, tapi juga baik untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah sakit. Kiwi adalah buah-buahan kecil mnyerupai bentuk buah sawo. Selain rasanya yang enak, manfaat buah kiwi begitu banyak untuk kesehatan tubuh. Buah berdaging hijau dan memiliki rasa yang manis dan tajam, yang penuh nutrisi seperti vitamin C, vitamin K, vitamin E, folat, dan potasium.

Buah kiwi juga memiliki banyak antioksidan dan merupakan sumber serat yang baik. Biji hitam kecil dalam buah kiwi dapat dimakan, begitupun kulitnya yang berwarna cokelat, namun banyak yang lebih suka mengupas kulit buah kiwi sebelum memakannya.

Manfaat Buah Kiwi Untuk Kesehatan: 

Kaya Akan Serat Larut dan Tidak Larut

Dalam satu cangkir sajian buah kiwi terkandung 5 gram serat. Kandungan serat tersebut dapat membantu memenuhi 25 gram kebutuhan serat harian bagi wanita dewasa. Serat larut baik untuk menjaga kesehatan jantung dan menstabilkan kadar kolesterol. Sementara serat tak larut akan membantu memperlancar sistem pencernaan sehingga kamu terbebas dari sembelit.

Membantu Pencernaan Anda dengan Enzim

Buah kiwi mengandung actinidain, enzim pelarut protein yang dapat membantu mencerna makanan seperti papain dalam pepaya atau bromelain pada nanas.

Vitamin C-nya Dua Kali Lebih Banyak daripada Jeruk

Ternyata kandungan vitamin C pada jeruk hanya setengah dari kandungan vitamin C buah kiwi lho. Vitamin C merupakan mikronutrisi yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kulit senantiasa sehat dan cerah.

Membantu Mengatur Tekanan Darah

Manfaat buah kiwi dapat membantu menjaga elektrolit menjadi seimbang dengan menangkal efek natrium, karena buah ini mengandung potassium yang begitu melimpah.

Membantu Melawan Penyakit Jantung

Makan dua hingga tiga buah kiwi sehari telah terbukti mengurangi potensi pembekuan darah hingga 18 persen dan mengurangi trigliserida hingga 15 persen. Banyak orang menggunakan aspirin untuk mengurangi pembekuan darah, tetapi ini menyebabkan banyak efek samping termasuk peradangan dan pendarahan usus. Manfaat buah kiwi sebagai anti-pembekuan yang sama tanpa efek samping, hanya manfaat kesehatan tambahan.

Kiwi Cocok untuk Penderita Diabetes

Bagi para penderita diabetes tak perlu ragu untuk mengonsumsi buah kiwi. Mengapa? karena buah kiwi tergolong ke dalam makanan dengan indeks glikemik yang rendah. Jadi aman dikonsumsi para penderita diabetes, karena dapat menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

Anda Sering Sakit Lambung? Coba Lakukan Tips Ini

Anda Sering Sakit Lambung? Coba Lakukan Tips Ini

Sering mengkonsumsi makanan pedas, makan tidak teratur, merokok, dan minum kopi secara berlebihan merupakan gaya hidup kurang sehat yang dapat memicu penyakit lambung.  Untuk mengurangi rasa sakit yang berlebih lakukanlah perubahan gaya hidup, ditambah kebiasaan rutin berolahraga dapat mengurangi gejala sakit lambung. Namun, sebagian penderita sakit lambung tetap merasa khawatir untuk berolahraga. Rasa mual dan nyeri perut akibat sakit lambung tak jarang menghambat berbagai aktivitas. Padahal, gangguan lambung ini dapat menimbulkan beberapa resiko seperti gangguan pencernaan, komplikasi kesehatan, bahkan hingga kematian. Jenis penyakit gangguan lambung ini sebenarnya beragam, tetapi umumnya disebabkan oleh produksi asam lambung. Untuk menghindari sakit yang berlebih Anda perlu menerapkan beberapa hal berikut:

1. Konsultasi Dokter

Kunjungi dokter untuk berkonsultasi apakah Anda cukup sehat untuk berolahraga, serta minta saran tentang berolahraga yang tepat bagi penderita sakit lambung.

2. Jenis olahraga

Sebaiknya pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat, khususnya jika Anda belum terbiasa melakukan olahraga. Beberapa jenis olahraga yang bisa Anda coba lakukan adalah yoga, berjalan, bersepeda, dan melakukan jogging ringan. Namun, jika sahabat memiliki masalah dengan berat badan berlebih atau obesitas, maka sahabat bisa melakukan olahraga yang lebih berat secara bertahap.

3. Angkat Beban dalam Tempo Ringan

Melakukan latihan kekuatan seperti bisep, pull-up, trisep, penekanan kaki, dan penekanan bahu dapat membantu membakar kalori sambil memperkuat dan mengencangkan tubuh. Namun dianjurkan untuk latihan dalam tempo yang ringan, atau sekuatnya saja. Segera berhenti jika nyeri akibat sakit lambung mulai terasa.

4. Menjaga Pola Makanan

Makanan pastilah sangat berpengaruh terhadap kondisi penderita asam lambung. Namun makanan yang dimaksud saat ini adalah makanan yang Anda konsumsi sebelum memulai olahraga. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan berat sebelum berolahraga karena dapat memicu kenaikan asam lambung ke kerongkongan. Sebagai penggantinya, Anda bisa memilih makanan yang lebih ringan dan menyehatkan seperti buah-buahan. Selain memilih makanan yang sehat, Anda juga tetap harus menjaga waktu makan Anda dengan teratur, untuk menghindari sakit lambung yang berlebih.

5. Jaga Hidrasi Tubuh dengan Baik

Pada dasarnya, semua orang perlu menjaga hidrasi tubuhnya saat berolahraga. Dengan mengonsumsi air putih saat berolahraga, bisa membantu membersihkan esophagus dan meredakan gejala-gejala GERD. Namun, Anda tetap perlu mengontrol konsumsi air putih saat berolahraga, ya! Minum sedikit demi sedikit guna menjaga hidrasi tubuh tanpa membuat perut penuh dengan air.

 

Kenali Tanda Awal Sakit Ginjal Yang Tidak Boleh Disepelekan

Kenali Tanda Awal Sakit Ginjal Yang Tidak Boleh Disepelekan

Racun dan segala zat yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine. Oleh karena itulah, kesehatan organ tubuh ini sangat perlu diperhatikan. Terjadinya masalah pada ginjal akan berdampak pada munculnya gangguan penyaringan hingga pembuangan. Namun, tidak sedikit orang yang tidak memperhatikan kesehatan ginjal dengan mengabaikan tanda penyakit ginjal. Lalu, apa saja sih tanda awal penyakit ginjal yang perlu kamu cermati?

1. Gatal Berlebih

Gejala penyakit ginjal menyebabkan terjadinya penumpukan kotoran atau sisa metabolisme dalam tubuh. Akibatnya, tubuh akan merasa gatal yang berlebihan. Gatal yang terus menerus terjadi dapat mengakibatkan luka atau pendarahan karena sering digaruk.

2. Kepala Pusing dan Sulit Berkonsentrasi

Salah satu gejala penyakit ginjal adalah anemia. Saat anemia, maka otak tidak memperoleh asupan oksigen yang memadai. Kondisi ini menyebabkan kepala pusing dan kesulitan berkonsentrasi. Pusing yang parah akan mengakibatkan tubuh kehilangan keseimbangan saat akan berjalan.

3. Sakit di Sekitar Daerah Pinggang

Gejala sakit ginjal yang bisa dirasakan adalah sakit di area pinggang. Beberapa orang yang bermasalah dengan ginjal biasanya mengalami tanda sakit ginjal pada bagian pinggang.

Kondisi gejala ginjal sakit ini berkaitan dengan tanda penyakit batu ginjal. Meski terkadang penyakit batu ginjal tidak menunjukkan gejala, namun bisa saja terasa sakit bila batu ginjal terjebak dalam ureter. Rasa nyeri pada awalnya hanya sesekali saja, setelah itu rasa sakit tersebut akan berlanjut lebih lama dan sering.

4. Perubahan Pada Urine

Kondisi urine yang berubah dari biasanya merupakan gejala ginjal bermasalah yang utama. Segera ke dokter jika perubahan itu seperti:

  • Warna urine jauh lebih gelap dari biasanya, diikuti dengan frekuensi buang air kecil yang jarang.
  • Perubahan tekanan aliran saat buang air kecil.
  • Kencing berdarah (urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal).
  • Meningkatnya keinginan buang air kecil terutama saat Anda tidur.

5. Tubuh Terasa Lemas

Ginjal orang sehat akan memproduksi EPO (erythropoietin). EPO dapat meningkatkan sel darah merah dalam darah. Sel darah merah ini akan membawa oksigen ke bagian-bagian tubuh Anda.

6. Mual dan Muntah

Racun yang berkumpul di dalam darah dapat menyebabkan terganggunya pusat rasa di tubuh sehingga terjadilah mual dan muntah. Mual dan muntah juga merupakan pertanda terjadinya infeksi saluran kencing, sehingga ada baiknya Anda segera menemui dokter. Terutama jika Anda juga merasakan adanya nyeri pada perut dan punggung belakang.

7. Terjadi Pembengkakan pada Beberapa Bagian Tubuh

Ketika ginjal mengalami gangguan, proses pembuangan zat metabolisme pun tidak akan berjalan dengan lancar. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tubuh kamu membengkak. Beberapa bagian tubuh yang sering kali mengalami pembengkakan akibat tidak berfungsinya ginjal dengan baik adalah wajah, kaki, dan tangan.

Anda Sering Cidera Saat Gym? Lakukan Tips Ini

Anda Sering Cidera Saat Gym? Lakukan Tips Ini

1. Pilih jenis Olahraga yang Tepat

Salah satu cara terbaik untuk menghindari cedera adalah mengetahui kondisi tubuh Anda. Usia pun bahkan ikut menjadi pertimbangan untuk menentukan olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda. Pasalnya, pilihan ragam jenis olahraga untuk anak-anak muda yang bertubuh atletis tentu berbeda dengan pilihan olahraga untuk lansia.

Secara umum, berapapun usia Anda apabila baru akan mulai berolahraga, cobalah dari yang ringan, seperti jalan santai, berenang, bersepeda, jogging. Sebaiknya jika Anda memiliki suatu kondisi atau penyakit tertentu, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter sebelum mulai olahraga. Dokter dapat memberikan saran olahraga apa yang cocok untuk Anda lakukan dan arahan untuk melakukannya dengan aman.

2. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Dengan melakukan pemanasan dan pendinginan, maka sirkulasi darah akan menjadi lebih lancar dan otot-otot akan menjadi lebih lemas sebelum dipakai untuk melakukan aktifitas fisik yang berat. Sementara itu, pendinginan akan membantu proses pemulihan otot dengan baik.

3. Jangan dilakukan Berlebihan

Jangan memaksakan diri saat tubuh sudah merasa lelah. Beri jeda diantara hari-hari saat melakukan olahraga agar tubuh bisa beristirahat dan memulihkan diri. Dengan tubuh yang selalu bugar, olahraga pun bisa dilakukan dengan maksimal.

4. Gunakan Sepatu yang Nyaman

Sepatu yang cocok dan nyaman digunakan sangat penting peranannya ketika kita berolahraga. Sepatu tersebut akan memberikan bantalan yang baik, stabilitas, keamanan, dan kenyamanan saat kita melakukan berbagai macam gerakan.

Sebaliknya, mengenakan alas kaki yang salah atau yang sudah mulai rusak dan kaku dapat menyebabkan ketegangan pada sendi, yang ujung-ujungnya dapat memicu cedera pada pergelangan kaki, lutut, atau bahkan mungkin dapat menyebabkan patah tulang. Tidak hanya dapat mempengaruhi area sekitar kaki, namun sepatu yang tidak tepat juga bisa mempengaruhi dan menyebabkan cedera di punggung bagian bawah. 

Pilihlah sepatu khusus untuk olahraga yang dilengkapi dengan fasilitas stability dan shock absorption. Manfaat shock absorption adalah untuk membantu mengurangi resiko keseleo pada pergelangan kaki (cedera sendi) dan radang tulang.

5. Berlatih dengan Instruktur Profesional 

Berlatih kebugaran atau program latihan olahraga lainnya dapat berjalan lancar jika Anda didampingi seorang pelatih profesional. Bersama instruktur profesional, Anda akan mendapatkan metode latihan dan saran yang tepat agar terhindar dari cedera saat olahraga. Pelatih kebugaran akan memberikan pendapatnya tentang gerakan yang benar, gerakan yang tidak boleh terlalu cepat dilakukan, dan gerakan yang perlu dihindari. Anda tidak perlu khawatir karena di adam gym sendiri cukup dengan Rp. 150.000 sudah bisa mendapatkan dampingan dari instruktur langsung.

Sering Merasakan Lemas? Hati – Hati Ini Tanda Awal Anda Mengidap Diabetes

Sering Merasakan Lemas? Hati – Hati Ini Tanda Awal Anda Mengidap Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang biasanya timbul karena kadar gula darah di atas batas normal. Kadar gula atau yang biasa disebut glukosa biasanya menumpuk di dalam darah karena tidak diserap dengan baik oleh sel tubuh yang mengakibatkan gangguan organ pada tubuh seseorang. Jika penyakit diabetes tidak dikontrol dengan baik maka dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan dari nyawa penderita diabetes. Agar terhindar dari penyakit diabetes yang bisa berujung fatal hingga menyebabkan kematian, sebaiknya kita mengenali jenis dan tanda-tanda seseorang yang terkena penyakit diabetes.

Diabetes mempunyai beberapa jenis, yang pertama diabetes tipe 1 yang sering terjadi pada anak-anak. Hormon insulin yang ada di dalam tubuh si pengidap penyakit diabetes sangat rendah sehingga mengakibatkan meningkatnya gula darah pada tubuh.

Selanjutnya ada diabetes tipe 2 yang biasanya terjadi pada orang berusia paruh baya. Kondisi ini terjadi karena disebabkan ketidakmampuan tubuh memproduksi hormone insulin, sehingga gula darah tidak bisa terserap dengan baik dan terjadi peningkatan pada tubuh.

Diabetes merupakan penyakit yang sering disebut silent killer yang diam-diam bisa membahayakan kesehatan kemudian berujung kematian. Kebanyakan orang sudah merasakan gejalanya namun belum menyadari atau bahkan diabaikan. Karena itu, sebaiknya kita mempelajari tanda-tanda awal gejala penyakit diabetess sebagai berikut:

  • Mudah lelah

Hormon insulin mengalami penurunan kinerja sehingga terjadi penumpukan gula darah atau glukosa. Yang mengakibatkan tubuh terasa lemas dan mudah lelah pada saat mengalami penyakit diabetes.

  • Kulit kering

Neuropati perifer atau kerusakan pada sistem saraf tepi biasanya terjadi pada penderita diabetes dan dapat mempengaruhi sirkulasi dan fungsi  kelenjar keringat sehingga menyebabkan kulit menjadi kering.

  • Mudah haus

Ginjal biasanya menyerap sebagian besar cairan tubuh sehingga mengakibatkan penderita mudah merasa haus, tanda seperti ini menjadi salah satu tanda paling umum yang terjadi pada penderita diabetes.

  • Penyembuhan luka yang lama

Dikarenakan hormon insulin pada tubuh tidak bekerja dengan baik, sistem kekebalan pada tubuh biasanya melemah dan membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama dari biasanya.

  • Penurunan berat badan yang drastis

Jika anda tiba-tiba mengalami penurunan berat badan secara drastis sementara anda tidak sedang diet atau menjalani program pembentukan badan, anda sebaiknya waspada karena hal ini bisa menjadi salah satu tanda awal anda terkena diabetes. Penurunan berat badan ini terjadi akibat ketidakmampuan tubuh untuk melepaskan energy pada tubuh.

  • Penurunan penglihatan

Penurunan penglihatan pada penderita diabetes disebabkan karena meningkatnya kadar gula darah yang merusak pembuluh darah dan mengurangi cairan yang ada dalam lensa mata. Hal ini lama kelamaan akan mempengaruhi dari penglihatan.

  • Mati rasa pada tangan dan kaki

Kelebihan kadar gula pada darah dapat berpengaruh terhadap sistem syaraf. Kondisi ini menyebabkan ketidakmampuan untuk merasa dan juga rasa seperti terbakar pada tangan dan kaki. Tak semua penderita mengalami gejala ini, namun biasanya terjadi pada seseorang yang sudah mengalami diabetes selama 5 tahun.

  • Sakit kepala

Sakit kepala juga menjadi salah satu tanda gejala diabetes, penderita penyakit diabetes merasakan sakit kepala yang amat terasa sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Infeksi kulit

saat sistem kekebalan pada tubuh menurun, kemungkinan adanya infeksi kulit dan luka yang membutuhkan waktu lama untuk proses penyembuhan.

  • Rasa lapar yang berlebihan

Pada saat mengidap penyakit diabetes, cairan dalam tubuh banyak yang dikeluarkan sehingga meningkatkan rasa lapar pada penderita diabetes.