TIPS MENJAGA SISTEM IMUN TUBUH DI MASA NEW NORMAL

TIPS MENJAGA SISTEM IMUN TUBUH DI MASA NEW NORMAL

Di masa new normal, sangat penting menjaga sistem kekebalan tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat agar tak mudah terserang berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang sistem imun dan paru-paru adalah Covid-19.

Kampanye-kampanye tentang gaya hidup sehat terus digalakkan oleh pemerintah melalui media massa online dan offline, seperti menerapkan protokol kesehatan, mengkonsumsi makan sehat dan teratur, tidur yang cukup dan olahraga secara teratur. Semua kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh di tengah masa new normal ini.

Dikutip dari Houston Methodist dan The healthy, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa new normal :

  1. Berolahraga Secara Teratur

Dengan rutin berolahraga dapat membantu anda meningkatkan imun tubuh, karena dapat membersihkan bakteri dan saluran pernapasan, sehingga dapat meningkatkan antibodi dan sel darah putih yang berfungsi dalam meningkatkan sistem imun tubuh.

Berolahraga minimal 30 menit setiap hari, olahraga tidak perlu mengeluarkan biaya banyak, anda bisa dengan jogging setiap pagi atau berjalan kaki.

Selain itu, bisa melakukan aktivitas olahraga dirumah seperti, Push Up, Yoga atau aktivitas lain yang melibatkan fisik.

  1. Bernyanyi

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Frankfurt, Jerman dalam AS Journal of Behavioural Medicine menunjukkan manfaat menyanyi dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat terhindar dari penyakit..

Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dengan bernyanyi juga dapat menyehatkan paru-paru karena dapat melatih pernapasan dan jantung.

Anda dapat melakukan aktivitas ini dengan berkaraoke, bernyanyi bersama teman atau dapat bernyanyi di kamar mandi atau kamar pribadi.

  1. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup di malam hari dapat membantu memulihkan tubuh anda setelah melakukan berbagai aktivitas.

Istirahat yang kurang dapat membuat kita menjadi sistem imun tubuh menurun,  cepat marah, tidak sabar,dan sulit berkonsterasi.

Orang dewasa disarankan untuk memiliki waktu tidur 7-8 jam, sedangkan remaja disarankan memiliki waktu tidur kisaran 9-10 jam .

  1. Lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah

Mengkonsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan imun tubuh, Jenis makan tersebut dapat mencukupi kebutuhan antioksidan tubuh. Dengan terpenuhinya nutrisi tubuh, sistem imun tubuh juga meningkat.

  1. Menghindari Alkohol

Alkohol perlu dihindari, selain dapat menganggu kesehatan , juga dapat menganggu tidur yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

 

Sumber : Kompas.com, Detikhealth, Suara.com, Sehataqua.co.id

Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Olahraga

Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Olahraga

Melakukan olahraga dengan perut kosong memang kurang dianjurkan. Hal ini karena olahraga merupakan salah satu aktivitas yang banyak memerlukan energi. Nah, energi tentunya kita dapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Jadi, penting untuk makan terlebih dahulu sebelum olahraga. Namun perhatikan waktunya yaa! Jika ingin makan dalam porsi besar ada baiknya dilakukan 2 jam sebelum berolahraga, jika hanya menyantap snack ringan bisa dilakukan 1 jam sebelumnya.

Walaupun dianjurkan untuk makan sebelum olahraga, ada juga hal yang perlu diperhatikan. Yup, selain memperhatikan jeda waktu makan dan berolahraga, kita juga harus memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Hal ini karena terdapat beberapa jenis makanan yang justru dapat mengakibatkan dampak kurang baik jika dikonsumsi sebelum olahraga. Apa saja itu?

  • Kacang-kacangan

Sebetulnya kacang termasuk ke makanan yang sehat. Namun, mengkonsumsinya sebelum olahraga bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi tubuh. Kacang memiliki kandungan lemak yang tinggi. Semakin tinggi kandungan lemak dalam suatu makanan maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk mencernanya. Hal inilah yang terjadi jika kita mengkonsumsi kacang sebelum olahraga. Selain itu, kacang juga dapat menghasilkan gas karbon dioksida yang mana akan dapat membuat perut kembung. Apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, perut akan menjadi tak nyaman dan bisa membuat kita sering buang angin. Namun, kamu tetap bisa mengkonsumsi kacang kok. Dengan catatan, berikan jeda 1,5 hingga 2 jam sebelum mulai olahraga.

  • Makanan berserat tinggi (kol, brokoli, apel)

Tubuh kita tentu memerlukan asupan serat, tetapi tidak jika kamu berencana untuk berolahraga setelahnya. Terutama jika kamu mengkonsumsi sayuran cruciferous. Sayuran jenis ini memiliki kandungan raffinose. Sejenis karbohidrat yang sulit dicerna sehingga dapat menyebabkan perut menjadi kembung. Selain itu, sayuran jenis ini juga memiliki kandungan gas yang tinggi jadi memang beresiko membuat perut kembung. Beberapa makanan yang termasuk ke jenis cruciferous adalah brokoli, kembang kol, kubis, apel, lobak, dan tauge.

  • Produk olahan susu

Beberapa produk olahan susu seperti yogurt, keju, dan susu sendiri ternyata kurang baik jika dikonsumsi sebelum olahraga. Produk olahan susu mengandung lemak yang cukup tinggi sehingga dapat membuat tubuh menjadi lesu dan meningkatkan kandungan lemak dalam perut selama olahraga. Konsumsi susu sebelum olahraga juga dapat menyebabkan perut penuh dengan gas. Selain itu, makanan ini juga dapat menimbulkan kram usus sehingga bisa membuat olahraga menjadi kurang nyaman. Apalagi jika kamu termasuk orang yang sensitif terhadap produk olahan susu.

  • Makanan pedas

Beberapa orang tentu sangat menyukai makanan pedas, hingga setiap makan pun rasanya kurang jika tidak ada rasa pedas. Namun, mengkonsumsi makanan pedas sebelum olahraga kurang baik nih. Pertama, makanan pedas dapat menimbulkan gangguan pencernaan yang kemudian membuat perut jadi mulas dan mengganggu olahraga. Selain itu, makanan pedas juga dapat membuat kita mengalami kram perut.

  • Alpukat

Alpukat terkenal sebagai salah satu sumber lemak baik, tapi ternyata mengkonsumsi alpukat sebelum olahraga juga tidak disarankan lho. Kandungan lemak jenuh tunggal yang tinggi pada alpukat ini membuat alpukat jadi lambat dicerna tubuh. Selain itu, alpukat juga termasuk makanan yang kaya serat sehingga bisa membuat perut dipenuhi gas dan juga mengalami kram perut.

  • Minuman bersoda

Soda tentu sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum olahraga. Soda memiliki kandungan gula yang tinggi serta berkarbonasi. Jika dikonsumsi sebelum olahraga, dapat membuat perut jadi terasa kembung dan bisa saja membuat kita menjadi mual saat olahraga. Selain itu, soda juga bisa memicu kram perut.

  • Alkohol

Minum alkohol sendiri memang kurang baik bagi kesehatan. Terlebih jika meminumnya sebelum olahraga. Alkohol dapat membuat tubuh kita menjadi mudah dehidrasi. Akibatnya kita jadi sering merasa haus dan akhirnya banyak minum. Jika terlalu banyak minum, kita pun jadi buang air kecil terus-terusan. Aktivitas olahraga pun terganggu.

  • Kopi

Minum kopi sebelum olahraga juga kurang dianjurkan nih. Efeknya hampir sama seperti minum alkohol, tubuh kita menjadi mudah dehidrasi dan membuat kita banyak buang air kecil. Selain itu, minum kopi juga dapat memicu kram perut. Hal ini tentunya dapat mengganggu aktivitas olahraga kita.

Jaga Kesehatan Sendimu Demi Masa Senjamu

Jaga Kesehatan Sendimu Demi Masa Senjamu

Menjadi individu yang aktif dan bebas bergerak tentu menyenangkan sekali. Bisa pergi jalan-jalan kemana saja, bisa melakukan banyak hal, dan lainnya. Kemudahan ini tentunya disebabkan oleh kesehatan sendi kita juga. Sendi adalah penghubung antara dua tulang yang berhubungan yang memungkinkan kita untuk melakukan gerakan. Bahkan untuk menoleh pun kita memerlukan sendi lho!

Sendi terdiri atas tulang rawan (kartilago) dan cairan sinovium yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang agar tidak saling bergesek. Seiring dengan bertambahnya usia, kesehatan tubuh kita cenderung mengalami penurunan. Termasuk di dalamnya adalah kesehatan sendi. Bantalan sendi kita semakin menipis hingga akhirnya menimbulkan gesekan antar tulang. Hal ini sebetulnya wajar saja, tetapi tentu jika sendi kita tetap sehat maka kita pun bisa beraktivitas dengan lebih nyaman. Apa saja yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan sendi?

  • Menjaga berat badan ideal

Apa hubungannya berat badan dengan kesehatan sendi? Saat kita mengalami perubahan berat badan, sendi kita juga mengalami perubahan beban yang ditanggung. Apabila berat badan bertambah atau kelebihan, maka beban sendi pun menjadi semakin besar. Terutama persendian pada lutut, pinggul, dan punggung. Semakin besar berat badan seseorang, maka semakin besar juga resiko gangguan sendi yang mungkin terjadi. Maka dari itu, menjaga berat badan agar tetap ideal adalah salah satu cara untuk menjaga sendi tetap sehat hingga menua nanti.

  • Menghindari duduk terlalu lama

Duduk diam terlalu lama, baik karena aktivitas kantor ataupun aktivitas rumah tangga termasuk berkendara juga dapat meningkatkan resiko gangguan sendi. Maka dari itu mulailah membiasakan diri untuk terus aktif bergerak, entah sekedar jalan-jalan di halaman rumah atau lainnya. Pastikan tubuh tetap aktif bergerak. Jikapun pekerjaan anda mengharuskan untuk duduk dalam waktu lama, usahakan melakukan peregangan dalam beberapa waktu sekali. Selain itu bisa juga dengan berusaha bergerak sedikit saat mengambil minum, berdiskusi, ataupun ke toilet untuk cuci tangan.

  • Memperhatikan postur tubuh

Cara lain untuk menjaga kesehatan sendi adalah dengan memperhatikan postur tubuh kita. Saat kita beraktivitas, tak jarang postur tubuh kita keliru. Alhasil tubuh pun menjadi pegal atau bahkan sakit. Ternyata postur tubuh yang keliru pun dapat membuat beban sendi menjadi semakin berat. Beberapa postur tubuh yang sering keliru adalah posisi duduk, berdiri, berjalan, tidur, dan mengangkat barang. Untuk itu ada baiknya, Anda mulai mencari tau postur tubuh seperti apa yang benar. Misalnya saat duduk, postur yang benar adalah posisi tegak dengan punggung dan bahu lurus serta kedua telapak kaki menyentuh lantai.

  • Mengkonsumsi makanan bergizi

Menjaga kesehatan sendi juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, protein, vitamin C, vitamin D, antioksidan, dan asam lemak omega-3. Asupan-asupan nutrisi tersebut bisa didapat pada buah dan sayuran berwarna, seperti ceri, blueberry, jeruk, tomat, brokoli, dan bok choy. Makanan lain yang juga bagus untuk kesehatan sendi adalah salmon, sarden, susu, kedelai, yogurt, oatmeal, kunyit, dan kacang walnut. Selain itu, kurangi juga konsumsi makanan yang tinggi garam, lemak, dan gula seperti soda, bir, dan bacon.

  • Berhenti merokok

Nah, ternyata kebiasaan merokok juga berpengaruh terhadap kesehatan sendi nih. Sebuah penelitian menemukan bahwa kebiasaan merokok memiliki efek negatif terhadap kesehatan sendi dan tulang. Orang yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena osteoporosis. Selain itu, juga beresiko rentan terkena keretakan pada tulang atau fraktur karena kepadatan tulang yang menurun. Tak hanya itu, kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan resiko terkena bursitis, tendinitis, nyeri pinggang, dan rheumatoid arthritis.

  • Olahraga secara rutin

Melakukan olahraga dengan rutin juga dapat meningkatkan kesehatan sendi, tulang, dan otot. Olahraga yang dapat memacu detak jantung, seperti senam aerobik diketahui dapat membantu meredakan pembengkakan pada sendi. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk melakukan angkat beban ringan agar otot-otot penyangga sendi menjadi semakin kuat. Olahraga yoga dan pilates juga terkenal bagus untuk melatih keseimbangan dan kekuatan otot. Namun, jika kita sedang mengalami nyeri sendi disarankan untuk melakukan olahraga yang resikonya rendah seperti jalan kaki, bersepeda dan berenang.

  • Melakukan pemanasan dan pendinginan saat olahraga

Banyak orang yang berpikir melakukan pemanasan sebelum olahraga itu kurang penting. Padahal dengan melakukan pemanasan, kita dapat mengurangi resiko cedera sendi yang mungkin saja terjadi selama kita olahraga. Begitu juga dengan pendinginan, banyak juga yang masih menganggapnya sepele. Padahal memberikan gerakan-gerakan ringan setelah berolahraga juga membantu otot dan sendi yang tadinya tegang menjadi rileks kembali. Gerakan pemanasan dan pendinginan pun cukup sederhana serta memerlukan waktu yang sebentar.

  • Hindari olahraga berlebihan

Olahraga secara rutin memang dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Namun, olahraga yang berlebihan justru akan memberikan efek sebaliknya. Yup, jika kita berolahraga secara berlebihan kesehatan sendi justru malah terganggu. Maka dari itu, perhatikan kapan tubuh memerlukan istirahat. Jika otot atau sendi terasa nyeri meski setelah berhari-hari , lakukan istirahat sejenak dari rutinitas olahraga. Apabila rasa nyeri tak kunjung hilang, ada baiknya untuk memeriksakannya ke dokter.

Tips Mudah Membentuk Otot Lengan

Tips Mudah Membentuk Otot Lengan

Memiliki tubuh yang sehat dan bugar tentu menyenangkan dan menguntungkan. Tambahan lagi jika tubuh kita juga memiliki otot di bagian-bagian yang tepat. Hal ini tentunya akan menunjang penampilan, terutamanya bagi laki-laki. Penampilan menjadi semakin menarik dan kita pun jadi percaya diri. Salah satu bagian tubuh yang sangat didambakan untuk berotot adalah bagian lengan. Bagian lengan memang mudah terlihat sehingga banyak orang memilih untuk melatih lengan agar berotot. Selain itu, dengan lengan yang berotot, kegiatan sehari-hari yang memerlukan kekuatan lengan pun jadi lebih mudah dilakukan. Namun, untuk mendapatkan body yang bagus tentunya diperlukan latihan yang rutin dan konsisten nih. Mau tau gerakan apa saja yang dapat membentuk otot lengan? Check this out!

  • Push up

Gerakan ini tentunya sudah tidak asing lagi terdengar ya. Push up memang terkenal dapat membentuk otot bagian lengan. Selain itu gerakan ini juga tergolong mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat tambahan. Cukup menggunakan beban tubuh saja. Lebih detailnya, push up juga membantu membentuk otot bahu, dada, dan trisep. Nah, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana melakukan gerakan push up dengan benar. Caranya adalah letakkan tangan di lantai dengan posisi kaki sejajar tangan. Lalu turunkan tubuh sampai dada menyentuh lantai. Posisikan siku tetap berada di samping tubuh sehingga bahu bisa terlindungi.

  • Curls

Gerakan ini dilakukan dengan menggunakan bantuan barbell atau dumbbell. Sebagai permulaan, barbell atau dumbbell yang digunakan bisa mulai dari yang ringan dahulu. Gerakannya cukup mudah dilakukan. Pertama, posisikan beban di kedua sisi badan. Kemudian, gerakkan beban tersebut ke arah dada. Saat menggerakkannya, pastikan juga untuk menggerakkan siku dan pastikan juga siku tetap berada di sisi badan. Jangan sampai tertarik ke belakang. Gerakan ini bisa dilakukan sebanyak 12 kali. Selain itu juga ada variasi lainnya, yakni tekuk siku lalu tarik bebas ke atas (ke arah dada).

  • Chin up

Gerakan ini juga sederhana dan sangat mudah dilakukan bahkan bisa dilakukan dimana saja. Chin up adalah sebuah gerakan untuk membentuk otot lengan yang dilakukan dengan bergelantungan di tempat tinggi. Sebagai contoh adalah kusen pintu atau palang besi yang ada di lapangan olahraga. Cukup pastikan tempat tersebut kuat dan kokoh untuk menopang beban tubuh kita. Terdapat 2 cara untuk melakukan chin up. Pertama, cukup dengan meletakkan kedua telapak tangan ke tempat bergelantungan dengan telapak tangan menghadap ke wajah. Kemudian cara kedua adalah kebalikanya, yakni punggung tangan yang menghadap ke wajah.

  • Triceps down dog

Gerakan lain untuk membentuk otot lengan adalah triceps down dog. Cara melakukannya cukup mudah. Pertama, posisikan tubuh seperti akan melakukan plank. Detailnya, pastikan kedua telapak tangan dan jari-jari kaki menyentuh lantai. Kemudian, tekuk siku hingga bisa menopang tubuh dalam posisi lurus. Selanjutnya, lakukan gerakan naik pada pinggul sambil menjaga posisi kedua tungkai kaki dan luruskan lengan. Saat pinggul naik, usahakan telapak kaki menyentuh lantai dalam posisi datar (tidak berjinjit). Tahan beberapa detik kemudian kembali ke posisi awal, yakni plank. Gerakan ini bisa dilakukan sebanyak 10 kali.

 

 

  • Bear claws

Cara selanjutnya adalah bear claws. Seperti namanya, gerakan ini meniru bagaimana gerakan berjalan pada beruang. Gerakan ini dimulai dengan gerakan push up. Pastikan ujung kedua kaki dan telapak tangan menyentuh lantai. Usahakan juga agar punggung tetap berada pada posisi lurus. Kemudian, gerakkan tangan kanan dan kaki kiri ke depan sehingga kaki kiri akan bersentuhan dengan tangan kiri. Lakukan hal tersebut pada tangan dan kaki bagian lain. Lakukan gerakan ini dalam ritme perlahan agar dapat merasakan otot tangan dan kaki mengencang.

  • Triceps dip

Untuk melakukan gerakan ini diperlukan bantuan dari kursi atau sofa. Caranya mudah saja, cukup duduk di ujung kursi atau sofa. Kemudian letakkan kedua telapak tangan di kedua sisi pinggang dan luruskan kaki ke depan. Selanjutnya, tekuk secara perlahan kedua siku sampai pada posisi 90 derajat sambil menurunkan tubuh ke lantai. Lalu dorong kembali tubuh ke atas dengan mendorong lengan. Jika belum kuat untuk melakukan gerakan ini, kedua kaki dapat ditekuk agar dapat menopang berat badan.

  • One-leg-rear-delt raise

Gerakan ini memerlukan bantuan barbell atau dumbbell seberat 2 hingga 3 kilogram. Posisikan kedua beban tersebut di samping tubuh. Kemudian, posisikan tubuh berdiri dengan merentangkan tangan ke samping sambil membawa beban. Lalu mundurkan salah satu kaki sambil badan dicondongkan ke depan. Tahan posisi tubuh sejajar lurus dari kepala hingga kaki diangkat. Lalu naik-turunkan lengan seperti gerakan sayap burung sebanyak 10-15 kali. Kemudian ganti dengan kaki yang lain.

  • Arm cycle

Nah gerakan ini juga termasuk sederhana dan mudah dilakukan nih. Dibandingkan dengan gerakan-gerakan sebelumnya, gerakan ini memang tidak terlalu aktif. Namun, gerakan ini juga efektif untuk membentuk otot lengan. Arm cycle dilakukan dengan menggerakkan lengan secara memutar membentuk huruf O atau lingkaran. Lakukan gerakan ini secara rutin.

Apa Itu Lemak Visceral?

Apa Itu Lemak Visceral?

Jika berbicara mengenai kesehatan, topik tentang lemak rasanya tak terhindarkan. Yup, hal ini karena kelebihan lemak merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami masalah kesehatan. Lemak sebetulnya tetap diperlukan oleh tubuh tapi tentunya, dalam kadar normal, tidak berlebihan ataupun kekurangan. Lemak yang umum diketahui oleh orang-orang adalah lemak yang berada di bawah jaringan kulit atau yang disebut dengan lemak subkutan. Namun, taukah kamu bahwa ada lemak jenis lain?

Betul, jenis lemak yang kedua adalah lemak visceral. Lemak visceral disebut juga dengan lemak perut. Hal ini karena posisi lemak visceral yang mengelilingi organ-organ yang ada di dalam perut. Sebetulnya, lemak visceral ini memiliki peran penting bagi tubuh kita. Perannya adalah untuk melindungi organ-organ penting dalam perut. Namun demikian, kadarnya pun tetap harus dikontrol agar tidak berlebihan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Selain bisa ditemukan pada perut, lemak visceral juga bisa mengendap ke dalam darah.

Penumpukan lemak visceral dapat dialami oleh siapa saja. Bahkan pada orang yang terlihat kurus atau memiliki berat ideal sekalipun. Hal ini terjadi karena bentuk lemak visceral sendiri yang sulit untuk dideteksi. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak visceral dalam tubuh, yakni:

  • Asupan kalori harian
  • Kalori yang dibakar saat olahraga
  • Usia
  • Kelebihan berat badan (overweight)
  • Menopause
  • Genetik
  • Jarang bergerak atau berolahraga
  • Stres
  • Pola makan tidak sehat

Nah, itu dia beberapa hal yang dapat membuat lemak visceral menumpuk di tubuh kita. Penumpukan lemak visceral ini memberikan dampak yang kurang baik nih. Pertama tentunya yang paling terlihat adalah perut jadi membuncit. Hal ini tentu jadi mengurangi penampilan kita. Namun, selain itu ada beberapa resiko kesehatan yang mengintai juga lho.

Penumpukan lemak visceral merupakan salah satu ciri-ciri terjadinya sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kumpulan masalah kesehatan yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi, obesitas, dan resistensi insulin. Hal ini terjadi karena posisi lemak visceral yang dekat dengan vena portal. Vena portal adalah pembuluh darah yang membawa darah dari usus ke hati. Lemak visceral akan mengeluarkan zat yang termasuk asam lemak bebas.

Zat tersebut kemudian memengaruhi produksi lipid darah yang bisa meningkatkan kolesterol jahat. Pada laki-laki, penumpukan lemak visceral juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Produksi hormon testosteron akan menurun sementara produksi hormon estradiol yang merupakan hormon wanita pada pria malah meningkat. Penumpukan lemak visceral pun dapat meningkatkan resiko kita untuk terkena beberapa penyakit. Beberapa diantaranya adalah penyakit jantung, demensia, asma, kanker payudara, kanker usus besar, diabetes tipe 2, gangguan fungsi hati, hipertensi, asam urat, nyeri punggung bagian bawah, masalah kesuburan, dan nyeri sendi.

Melihat berbagai dampak negatif tersebut, tentu kita menjadi lebih sadar dan ingin mengontrol kadar lemak visceral dalam tubuh. Adapun beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut.

  • Mencoba diet rendah karbohidrat
  • Konsumsi lebih banyak protein
  • Batasi konsumsi alkohol dan gula
  • Hindari lemak trans Meningkatkan latihan aerobik atau rutin berolahraga
  • Cukupkan kebutuhan tidur