Kesalahan dalam Membentuk Perut Sixpack Pada Pria

Kesalahan dalam Membentuk Perut Sixpack Pada Pria

Memiliki perut sixpack merupakan idaman banyak orang. Tidak hanya pria, wanita pun memiliki keinginan yang sama besar untuk membentuk otot-otot tubuh, terutama pada bagian perut. Beberapa cara yang umum dilakukan untuk memiliki perut sixpack adalah dengan mengikuti latihan di tempat-tempat fitness, angkat beban, latihan kardio, serta diet. Namun, apakah seluruh cara tersebut merupakan cara yang tepat untuk dilakukan? Berikut ini merupakan kesalahan  yang  sering dilakukan pria saat membentuk perut sixpack :

  1. Hanya fokus pada crunch dan sit-up

Mitos paling umum adalah bahwa sit-up dan crunch merupakan cara yang paling baik untuk menghasilkan perut sixpack. Bahkan banyak orang yang memiliki rutinitas sit-up sebanyak 100 kali setiap harinya. Hal ini tidak benar, karena kenyataannya crunch dan sit-up membakar sangat sedikit kalori per menitnya. Sit-up dan crunch akan bekerja hanya untuk menguatkan otot perut, tetapi tidak banyak membantu jika kita masih punya banyak lapisan lemak yang menutupi otot perut.

  1. Terlalu banyak olahraga kardio

Cara lain yang salah saat sedang mencoba membuat perut six-pack adalah berpikir bahwa kamu butuh melakukan latihan kardio selama berjam-jam untuk mendapatkan otot perut. Pada kenyataannya, latihan kardio malah akan membakar kalori, dan latihan interval dapat mempercepat tingkat metabolisme, sehingga kamu akan mengalami tingkat pelepasan lemak yang cepat sepanjang keseluruhan latihan di hari tersebut. Namun, latihan kardio bukan satu-satunya cara untuk menghilangkan lemak di perut. Latihan angkat beban yang intens dan rencana diet yang baik akan lebih berhasil ketimbang latihan kardio.

  1. Berhenti olahraga setelah punya perut sixpack

Ketika kamu telah memiliki perut sixpack tentu kamu akan merasa puas dengan hasil kerja kerasmu selama latihan. Namun jangan pernah berpikir bahwa perut sixpack akan tetap ada selamanya. Kenyatannya, sixpack akan menghilang jika kamu tidak menjaganya. Mempertahankan perut sixpack bukanlah hal yang mudah, meskipun kamu tidak harus makan dengan tingkat yang kalori rendah, namun bukan berarti kamu bisa kembali pada pola makan yang semula.

  1. Hanya fokus melatih otot perut

Mitos yang paling banyak mengenai perut sixpack adalah bahwa kita harus fokus pada latihan perut dan menggunakan alat-alat fitness untuk membentuk otot perut. Semua orang mencari cara yang mudah, padahal kenyataannya, satu-satunya cara untuk membentuk otot perut yaitu dengan menurunkan persentase lemak pada tubuh (10% pada pria dan 14% pada wanita). Meski sudah sering latihan perut, otot-otot perutmu tetap saja tidak akan terlihat jika masih terdapat lapisan lemak di atasnya, karena latihan ini tidak dapat mengurangi lemak pada perut. Latihan untuk otot perut memang perlu, tapi kamu juga harus memperhatikan bagian tubuh yang lain. Ini akan sangat bermanfaat karena kamu mungkin tak menyadari bahwa melatih otot perut sebagai otot sekunder akan lebih mudah dilakukan daripada hanya fokus terhadap latihan membentuk otot perut.

  1. Hanya fokus pada satu latihan saja

Sebenarnya, terdapat banyak sekali latihan yang berbeda dan efektif untuk membentuk otot perut. Salah satunya mungkin lebih baik dari yang lain, namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa dianggap paling baik. Ketika kamu melakukan satu macam latihan saja, otot-otot perutmu akan terbiasa dan kebal dengan stimulus dan gerakan tersebut, sehingga kamu harus mengganti dari satu latihan ke latihan yang lain untuk memberikan muscle confusion (kebingungan otot).

 

 

 

 

 

Tips Melakukan Gerakan Pull Up dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Tips Melakukan Gerakan Pull Up dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Pull up adalah salah satu bentuk latihan kekuatan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan massa otot. Latihan ini bermanfaat bagi kebugaran tubuhmu,  terutama otot lengan dan tubuh bagian atas. Gerakan pull up membutuhkan alat bantu berupa pull bar yang bisa kamu temukan di gym. Selain itu, bisa juga membeli pull bar sederhana untuk dipasang di pintu maupun dinding, jadi kamu bisa melakukan latihan kekuatan ini di rumah.Sebelum melakukan latihan ini, pastikan posisi pull bar pada ketinggian yang cukup. Artinya, kamu harus melompat untuk menggenggam palang sehingga kedua kaki menggantung bebas. Setelah posisinya sesuai, kamu bisa melakukan langkah-langkah pull up untuk pemula seperti berikut ini.

  • Berdirilah di bawah pull bar dengan kedua kaki terbuka selebar bahu.
  • Lompat dan genggam pull bar dengan posisi telapak tangan menghadap ke depan.
  • Buka kedua lengan sedikit lebih lebar dari bahu dan rentangan sepenuhnya dalam kondisi menggantung bebas.
  • Tekuk sedikit lututmu ke belakang, lalu silangkan kedua pergelangan kaki untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  • Tarik tubuhmu dengan menekuk siku sambil membuang napas perlahan. Pastikan dagu sejajar atau berada di atas palang, kemudian tahan sebentar.
  • Turunkan tubuh kembali ke posisi awal sambil menarik napas sampai kedua siku lurus.
  • Lakukan gerakan tanpa menyentuh lantai dan ulangi sesuai keperluanmu

Setelah mengetahui langkah-langkah untuk melakukan pull up, yuk ketahui juga manfaat melakukan gerakan pull up bagi kebugaran tubuh :

  1. Melatih kekuatan otot tubuh

Gerakan pull up melatih kekuatan otot punggung, terutama menargetkan otot latissimus dorsi yang merupakan otot punggung atas terbesar yang membentang dari punggung tengah ke bawah ketiak dan tulang belikatmu. Latihan kekuatan yang menantang ini juga bermanfaat memperkuat otot lengan dan bahu. Daya cengkram tanganmi juga meningkat, sehingga bisa membantu aktivitas sehari-hari, seperti mengangkat beban berat, membuka toples makanan, dan sebagainya.

  1. Meningkatkan kebugaran secara keseluruhan

Latihan kekuatan, termasuk pull up dapat membantumu  dalam meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan. Studi terbitan Current Sports Medicine Reports menunjukkan latihan kekuatan tidak kalah penting untuk perkembangan tulang dan kesehatan jantung. Berbagai lembaga kesehatan pun menyarankan untuk melakukan setidaknya dua sampai tiga kali latihan kekuatan dalam seminggu. Untuk hasil terbaik, kombinasikan dengan olahraga kardio dan berolahraga selama 150 menit seminggu atau 30 menit per hari.

  1. Menjaga berat badan ideal

Melakukan latihan kekuatan, seperti pull up, juga dapat menurunkan berat badan berlebih. Olahraga ini memang tidak membakar banyak kalori, tetapi ia akan meningkatkan metabolisme dan memperpanjang proses pembakaran kalori bahkan hingga setelah latihan selesai. Dengan begitu, berat badan ideal bisa terjaga dan kamu terhindar dari risiko obesitas.

  1. Melatih kekuatan genggaman tangan

Pull up juga bisa meningkatkan kekuatan menggenggam. Jika kamu suka melakukan olahraga angkat beban, panjat tebing, golf, atau tenis, tentu saja latihan ini sangat berguna. Begitu pula dalam aktivitas sehari-hari. Membuka stoples, mengangkat belanjaan, atau bermain gitar  akan semakin mudah dilakukan jika kamu  memiliki genggaman tangan yang kuat.

  1. Menjaga kesehatan mental

Tidak hanya kesehatan fisik, olahraga ini juga bisa memberi manfaat untuk kesehatan mental. Nyatanya, berolahraga memang bisa menjaga kondisi psikologis menjadi lebih seimbang. Nah, dengan rutin melakukan pull up, ada beberapa manfaat kesehatan mental yang bisa didapatkan, mulai dari mengurangi gejala kecemasan dan mengurangi risiko depresi. Latihan ini juga bisa membantu meningkatkan fungsi kognitif, seperti cara pikir, daya ingat, dan ketajaman perhatian, serta meningkatkan harga diri. Namun penting untuk diperhatikan, manfaat kesehatan dari olahraga ini hanya bisa didapat jika gerakan dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan.

 

 

 

Tips Pemulihan Stamina Tubuh Setelah Sakit Agar Kembali Bugar

Tips Pemulihan Stamina Tubuh Setelah Sakit Agar Kembali Bugar

Dalam beraktivitas, setiap orang membutuhkan stamina. Bahkan, stamina juga diperlukan ketika kamu  berpikir sekalipun. Stamina merupakan kekuatan dan energi yang mampu mendukung kegiatan kita secara fisik maupun mental dalam jangka waktu yang lama.Saat kamu sakit tentu stamina dalam tubuhmu akan berkurang. Maka itu, kamu perlu memulihkan stamina sehingga tubuh mampu berkegiatan seperti sedia kala. Setelah sakit, badan memang belum bisa pulih 100% seperti sedia kala. Selama masa pemulihan, tubuh membutuhkan adaptasi kembali dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut merupakan tips yang bisa kamu lakukan selama masa pemulihan stamina agar tubuh kembali bugar setelah sakit :

1.Mulailah yoga dan bermeditasi

Bayangkan ketika stamina tak terkumpul secara optimal. Sementara, setelah pulih ada banyak pekerjaan yang menunggumu. Salah satu cara memulihkan stamina adalah dengan bermeditasi atau yoga. Keduanya mampu membuat kamu lebih rileks dan fokus. Melakukannya secara konsisten dapat mengurangi stres dan mendongkrak stamina. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa meditasi atau yoga mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan tubuh.

2.Perbanyak minum air agar tubuh tetap terhidrasi

Jaga tubuh agar terhidrasi adalah salah satu cara memulihkan stamina tubuh. Paling tidak, setiap orang harus minum 2 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Untuk memastikan apakah kamu kekurangan minum atau tidak, cobalah untuk memeriksa warna urin. Jika urin berwarna kuning gelap, itu tandanya kamu kurang minum. Namun, jika warna kuning terang hingga bening, artinya kamu cukup minum.

3.Penuhi kebutuhan gizi

Usai sakit, biasanya tubuh masih terasa lemas. Cobalah untuk makan lebih banyak dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, sebagai cara untuk memulihkan stamina. Kamu bisa makan dalam porsi kecil tetapi sering sepanjang hari. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks biasanya memakan waktu yang lebih lama untuk diserap tubuh, serta mencegah terjadinya lonjakan gula darah.

4.Olahraga secara rutin

Rasanya pasti melelahkan dan berat untuk memulai olahraga. Meskipun sulit, dorong dirimu untuk melakukan aktivitas fisik. Karena cara ini ini mampu memulihkan stamina setelah sakit.Misalnya, bersepeda, jalan pagi, atau jogging. Melakukan olahraga secara rutin dapat menambah semangat dan kualitas hidup secara keseluruhan. Secara efisien, olahraga mampu memperbaiki kesehatan jantung, paru-paru, maupun otot. Aktivitas fisik dapat memenuhi stamina tubuhmu.

5.Istirahat yang cukup dan berkualitas

Meskipun kamu perlu beraktivitas fisik selama pemulihan, tapi jangan abaikan waktu istirahat. Kurang waktu tidur dapat meningkatkan kelelahan, sehingga kamu jadi kembali tak bertenaga pada keesokan harinya. Untuk itu sangat penting untuk istirahat yang cukup dan berkualitas sehingga stamina dapat meningkat dan mengurangi rasa lelah. Jadi sangat  penting ya untuk mengatur jam tidur dan istirahat. Setidaknya setiap orang butuh waktu paling tidak 10 menit untuk beristirahat di sela-sela aktivitas. Sementara itu, kualitas jam tidur seseorang setidaknya 7-8 jam setiap harinya

 

 

 

 

 

 

 

Kebiasaan Saat Berolahraga di Gym yang Bisa Menyebabkan Risiko Cedera

Kebiasaan Saat Berolahraga di Gym yang Bisa Menyebabkan Risiko Cedera

Gym menjadi pilihan banyak orang untuk berolahraga. Hal tersebut dikarenakan gym menawarkan banyak fasilitas dan alat olahraga yang bisa kamu pakai demi tercapainya bentuk tubuh ideal. Gym juga biasanya dilengkapi oleh  trainer professional untuk membantu para member meraih mendapatkan bentuk tubuh ideali itu. Namun berolahraga di gym juga bisa membuat kamu cedera jika kamu tidak hati- hati dan masih melakukan kebiasaan ini saat ngegym.  Beberapa kebiasaan olahraga di tempat gym tanpa disadari bisa menyebabkan risiko cedera yang lebih besar. Untuk tahu info lebih lengkapnya simak penjelasan berikut :

  1. Mengangkat beban terlalu berat

Mengangkat beban yang terlalu berat di luar batas toleransi tubuh bisa menyebabkan otot menegang atau bahkan robek, hingga mencederai punggung, bahu, bahu dan lutut. Beban besi yang terlalu berat juga berisiko membuat kamu tanpa sadar jadi mengayunkan beban ke lantai, bukannya dijatuhkan perlahan, sehingga membuat kamu kehilangan kontrol keseimbangan. Pada akhinya, selain mengurangi keefektifan latihan ini juga bisa menyebabkan cedera. Menurut panduan untuk melatih kekuatan otot dari American College of Sports Medicine, kamu sebaiknya mengangkat beban yang beratnya kira-kira 60 sampai 70 persen dari beban terberat yang masih mampu kamu angkat dalam satu kali angkat.

  1. Melewatkan pemanasan

Jika kamu kekurangan waktu, kamu mungkin akan melewatkan pemanasan dan langsung memulai latihan. Sebenarnya pemanasan adalah salah satu bagian terpenting dari rutinitas latihanmu  karena melakukan pemanasan atau gerakan ringan sebelum memulai latihan dapat meningkatkan denyut jantung secara bertahap, meningkatkan oksigen ke tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot. Tidak hanya itu, pemanasan juga membuat olahraga yang kamu lakukan lebih nyaman dan mencegah cedera dengan meningkatkan elastisitas otot. Selalu luangkan waktu lima sampai sepuluh menit ekstra sebelum berolahraga dan lakukan pemanasan dengan sedikit kardio ringan. Mulailah dengan kecepatan yang mudah dan tingkatkan intensitasnya secara bertahap sampai kamu latihan dengan intensitas yang lebih tinggi.

  1. Latihan terlalu lama

Respon fisiologis saat berlatih adalah dilepaskannya hormon tertentu dalam aliran darah, seperti testosteron dan dopamin. “Latihan lebih dari 45 sampai 55 menit per latihan dapat menjadikan tubuh dalam kondisi hormon negatif,” lanjut Ebner.Latihan terlalu banyak dapat memicu kelelahan adrenalin hingga pengurangan performa tubuh dalam jangka panjang. Hal di atas bila dilakukan secara tersendiri atau pun bersamaan, akan berdampak buruk pada tujuan olahragamu dan bisa mengakibatkan cedera. Oleh karena itu penting untuk membatasi waktu latihan agar tubuh tetap terjaga kebugarannya

  1. Teknik dan gerakan yang keliru

Teknik yang salah bukan hanya akan mengganggu latihanmu, tetapi juga dapat membahayakan tubuhmu  Cara yang salah mengoperasikan suatuu alat atau memulai suatu latihan dengan postur tubuh yang salah dapat menyebabkan cedera. Secara umum, melakukan teknik yang baik memastikan kamu mendapatkan hasil maksimal dari setiap latihan.

  1. Kurang istirahat

Jika kamu berkomitmen untuk berlatih kebugaran, maka kamu  pun harus memulai komitmen serupa pada perubahan pola hidup yang lebih baik, termasuk salah satunya tentang istirahat yang cukup. Kamu tidak harus tidur minimal delapan jam sehari layaknya anak kecil, melainkan lebih kepada peningkatan kualitas tidur, sehingga bangun tidur menjadi lebih bersemangat.Seluruh keringat dan lemak yang terbuang selama sesi olahraga rutin di tempat gym akan terbuang percuma jika kamu  tidak cukup beristirahat. Berolahraga terlalu keras dapat menyebabkan otot cedera, karena kamu tidak memberi waktu sel otot untuk memulihkan diri dan membangun kembali

 

 

 

 

 

 

 

Kesalahan Dalam Pembentukan Otot

Kesalahan Dalam Pembentukan Otot

Pembentuk otot memang tidak mudah, tapi ada cara untuk mencapainya.Namun, beberapa orang yang sudah rajin olahraga masih tidak bisa memiliki otot yang diinginkan. Banyak pria yang merasa sia-sia melakukan olahraga rutin karena tak kunjung mendapatkan otot yang kekar dan besar. Otot tidak akan terbentuk dengan olahraga dan pola makan yang asal – asalan termasuk juga tata cara dalam latihan supaya pembentukan otot akan terasa lebih cepat. Beberapa orang sering melakukan kesalahan saat latihan sehingga pembentukan otot tidak bekerja sempurna dan otot tak kunjung terbentuk meskipun sudah berlatih selama berbulan – bulan. Untuk informasi lebih lanjut bisa simak penjelasan dibawah ini :

  1. Kurangnya repetisi saat latihan

Jumlah pengulangan yang optimal untuk memaksimalkan pertumbuhan otot adalah sekitar 6-12 repetisi per set. Namun, berapa kali repetisinya bisa berbeda-beda, tergantung Anda olahraga apa. Biasanya untuk olahraga atau gerakan yang berat, repetisinya jangan terlalu banyak. Sekitar 1-5 repetisi per set mungkin sudah cukup. Sementara kalau olahraganya ringan, ambil contoh sebatas jalan kaki, repetisinya tentu harus lebih banyak supaya bisa membentuk otot, misalnya 18-20 kali.

  1. Latihan tidak bervariasi

Ototmu juga  perlu variasi dalam bergerak selama latihan. Jika kamu hanya melakukan latihan dengan otot yang sama dan cara yang sama, pergerakan ototmu akan terbatas itu-itu saja. Kondisi itu merupakan kesalahan membentuk otot selanjutnya. Kamu perlu ganti program latihan setiap 6-8 minggu sekali. Untuk lebih menantang diri sendiri, pastikan kamu juga melatih bagian otot yang masih lemah.

  1. Kurangnya istirahat

Kesalahan dalam membentuk otot lainnya adalah ketika kamu tidak cukup tidur, olahraga terlalu sering, atau tidak meluangkan waktu untuk istirahat di sela-sela olahraga. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) di dalam tubuh. Hormon ini berdampak negatif pada pertumbuhan otot. Hanya fokus pada asupan protein saja tidak akan membantumu membentuk otot.

  1. Kurangnya asupan karbohidrat yang cukup

Coen S. Hewes, seorang personal trainer dan ahli gizi mengatakan bahwa untuk membentuk otot, tubuh perlu memecah serat di dalam otot dan kemudian akan tumbuh kembali lebih banyak atau dalam jenis serat otot yang berbeda. Tanpa istirahat yang cukup, otot tidak punya waktu untuk memperbaiki kerusakan sel dan tumbuh lebih kuat. Maka, jangan lupa tetap istirahat supaya otot lebih cepat terbentuk. Jika kamu mengonsumsi protein berlebihan, ada kemungkinan besar kamu tidak akan mendapat asupan karbohidrat yang cukup. Karbohidrat penting dalam memberi energi yang lebih banyak saat kamu olahraga dan untuk benar-benar membangun otot. Namun, tak hanya itu, karbohidrat juga membantu membangun kembali jaringan otot dalam waktu cepat yang merupakan bagian penting dari pertumbuhan otot.

  1. Terlalu sering latihan kardio

Latihan kardio yang meningkatkan detak jantung adalah komponen penting dari setiap rutinitas latihan. Namun, latihan kardio berlebihan justru akan membakar jaringan otot yang kamu dapat dengan susah payah sebelumnya. Jika tujuanmu adalah untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot, latihan kardio seharusnya secukupnya saja. Katty Fraggos, seorang personal trainer menyarankan untuk melakukan latihan kardio 2 hari saja dalam seminggu, tidak perlu setiap hari. Sisanya bisa diisi dengan latihan membangun otot seperti angkat beban.

Cara Mengobati Cedera Pada Otot Paha

Cara Mengobati Cedera Pada Otot Paha

Cedera otot merupakan salah satu risiko yang paling umum dan harus kamu hadapi saat berolahraga. Salah satu cedera yang mungkin kamu alami adalah cedera otot paha, sebab bagian tubuh ini cenderung paling banyak digunakan saat beraktivitas fisik sehingga rentan mengalami cedera. Paha terdiri dari tiga bagian otot yang kuat, yakni hamstring, quadriceps, dan adductor. Kelompok otot hamstring dan quadriceps lebih berisiko mengalami ketegangan atau cedera, karena keduanya akan bergerak aktif saat kamu berolahraga, Apabila otot paha mengalami cedera, kamu mungkin akan mengalami beberapa tanda dan gejala, seperti rasa nyeri tiba-tiba, memar, bengkak, sensasi “meletus” saat otot robek, hingga kesulitan menggerakkan kaki secara normal. Agar cedera otot pada paha tidak tambah parah kamu bisa melakukan hal – hal berikut untuk mengobatinya :

  1. Istirahatkan otot paha yang cedera

Setelah mengalami cedera, segera istirahat dari segala aktivitas yang bisa memicu ketegangan pada otot paha. Beristirahat juga bisa mengurangi tekanan dan nyeri, serta hindari keadaan yang bisa memperparah atau menghambat proses pemulihan cedera. Kamu bisa berhenti melakukan aktivitas fisik selama 24 hingga 48 jam, tergantung dari kondisi cedera otot paha yang dialami. Pada beberapa kondisi, dokter juga akan menyarankan penggunaan alat bantu tongkat kruk untuk menghindari beban pada kakimu.

  1. Mencegah pembengkakan dengan perban

Pemberian perban akan memberikan sedikit tekanan pada sekitar area cedera yang bertujuan untuk mencegah adanya pembengkakan tambahan. Kamu bisa menggunakan perban atau pembalut elastis untuk cedera yang umumnya tersedia di apotek. Saat mengobati cedera otot paha, perhatikan untuk tidak membungkusnya terlalu erat. Hal ini malah bisa memperparah pembengkakan. Jika kamu merasakan tanda-tanda perban terlalu kencang, seperti mati rasa, kesemutan, atau rasa sakit yang meningkat, lebih baik segera longgarkan. Namun perban hanya efektif maksimal hingga 72 jam. Apabila lebih dari itu, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan mencegah masalah yang lebih serius

  1. Kompres menggunakan es

Suhu dingin dari kompres es bisa membantumu mengatasi cedera otot paha dengan cara mengurangi rasa sakit dan bengkak yang ditimbulkan. Gunakan kompres es selama 10 hingga 20 menit, sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari. Hindari mengoleskan es secara langsung ke kulitmu, hal ini untuk menghindari radang dingin yang bisa memicu kerusakan jaringan akibat suhu terlalu dingin. Kamu bisa menggunakan handuk untuk membungkus bongkahan es atau celupkan pada air dingin.

  1. Angkat paha yang terasa sakit

Menjaga agar kaki tetap terangkat atau ditopang di atas bantal selama 48 jam setelah cedera bisa membantu mengurangi pembengkakan. Selama istirahat dan berbaring, kamu sekaligus bisa menggunakan kompres es secara berkala untuk mengurangi rasa nyeri. Usahakan agar area yang mengalami cedera sejajar atau lebih tinggi dari jantungmu. Hal ini sebagai salah satu cara mengobati cedera otot paha yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan pada area cedera.

  1. Minum obat pereda nyeri

Jika nyeri yang kamu rasakan akibat cedera otot paha masih ada kamu juga bisa meminum obat pereda nyeri biasa, seperti paracetamol yang membantu meredakan rasa nyeri. Minum obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen juga tergolong aman, tetapi bisa menimbulkan efek samping bagi beberapa orang. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi obat sebaiknya kamu membaca dan mengikuti anjuran pemakaian yang tertera pada label