Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Latihan Kekuatan Otot

Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Latihan Kekuatan Otot

Melakukan gaya hidup sehat dapat memperpanjang umur dan mengurangi risiko terkena berbagai penyakit kronis.  Untuk menjaga kebugaran tubuh kekuatan otot dan tulang harus dijaga. Salah satu cara untuk menjaganya yaitu dengan melakukan latihan kekuatan otot. Latihan kekuatan otot bisa dilakukan dengan Anda bisa memilih latihan ketahanan, angkat beban, lari, atau pilometrik (latihan melompat). Namun, sebelum melakukan jenis olahraga tersebut, Anda perlu mempersiapkan beberapa halsebagai berikut :

  1. Melakukan pemanasan

Melakukan pemanasan sebelum mengawali latihan kekuatan otot sanagt penting untuk dilakukan. Tujuannya demi menghindari cedera dan mengendurkan otot yang kaku sehingga tidak kaget saat melakukan latihan.

Latihan pemanasan jadi persiapan untuk otot melakukan berbagai macam gerakan dan meningkatkan jangkauan gerak sehingga bisa mengurangi risiko cedera dan mendorong kamu berlatih lebih keras.

Beberapa gerakan pemanasa sebelum latihan kekuatan otot, meliputi:

  • Hip circle, yaitu memutar kaki sambil mengangkat satu kaki sedikit dari atas lantai sebanyak 8 kali hitungan. Lakukan secara berulang dengan berganti kaki.
  • Arm circle, yaitu gerakan memutar kedua lengan tangan ke arah depan dan belakang sebanyak 8 kali hitungan.
  • Squat, yaitu menekuk kedua lutut sambil membungkukan badan ke depan dan meletakkan kedua tangan di depan dada. Kembali ke posisi tegak dan ulangi gerakan.
  1. Memenuhi asupan energi yang cukup

Tak sedikit orang yang berolahraga tanpa makan terlebih dulu. Padahal, ini tidak dianjurkan. Tubuh memerlukan energi untuk berolahraga, yang didapat dari makanan yang Anda konsumsi beberapa jam sebelumnya. Jika tidak tak ada energi, maka tubuh tak akan mampu membakar kalori dalam jumlah banyak. Jika waktu terakhir kali makan sudah cukup lama, konsumsilah makanan ringan yang sehat kira-kira 30 menit hingga satu jam sebelum berolahraga. Jika kamu mengutamakan performa latihan, kamu bisa menikmati beberapa makanan sebelum olahraga seperti yogurt, oatmeal, roti gandum, ubi jalar, atau quinoa. Siapkan juga jus dari buah dan sayur untuk diminum pada waktu istirahat. Jangan lupa untuk menjaga cairan tubuh dengan minum air putih.

Supaya kamu dapat berolahraga dengan baik, tubuh membutuhkan energi yang cukup. Karenanya, memastikan tubuh mendapatkan asupan energi lewat konsumsi makanan sangat penting. Selanjutnya, berikan jeda waktu yang disesuaikan dengan jenis olahraga, waktu makan, jenis makanan, serta porsinya. Tujuannya untuk mencegah timbulnya rasa tidak nyaman di perut, serta memaksimalkan performa dan efektivitas olahraga

  1. Mulai dengan bertumpu pada berat badan sendiri

Sebagai pemula yang ingin mencoba latihan kekuatan otot, sebaiknya jangan terlalu memforsir kerja otot tubuh dengan langsung menggunakan alat olahraga yang berbobot berat. Sebagai gantinya, kamu bisa mulai dengan menggunakan peralatan olahraga yang berukuran kecil seperti resistance band, bola latihan kettlebell, hingga dumbbell kecil. Bahkan untuk lebih amannya, manfaatkan beban tubuh kita sendiri sebagai tahap awal dalam latihan kekuatan otot. Gerakan yang bisa dicoba meliputi squat, push-up, dan lunges. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan latihan ke tingkat yang lebih tinggi secara bertahap.

  1. Atur frekuensi latihan secara bertahap

Orang yang baru mulai latihan kekuatan otot sebaiknya mengawali dengan frekuensi latihan yang ringan terlebih dahulu. Misalnya dua hari dalam seminggu pada dua hingga tiga minggu awal. Setelah itu kamu bisa menambah frekuensinya jadi tiga hari seminggu. Ini bertujuan untuk menyesuaikan tubuh agar tidak kaget dan lebih terbiasa dengan latihan ini. Tidak hanya itu, durasi olahraga pun juga harus disesuaikan sejak awal latihan. Awalnya coba 20 menit untuk satu sesi, kemudian tambahkan waktu secara bertahap bila telah terbiasa. Idealnya, semakin sering melakukan latihan kekuatan, maka frekuensi dan durasi latihan pun akan semakin bertambah.

Hal – hal tersebut merupakan hal yang peting untuk dilakukan sebelum memulai latihan kekuatan otot. Latihan kekuatan otot ditujukan untuk melatih kerja dan kekuatan otot tubuh melalui gerakan tubuh maupun alat olahraga. Bukan hanya itu, masih banyak keuntungan yang didapat dengan melakukan latihan ini. Di antaranya yaitu meningkatkan laju metabolisme tubuh, membakar lebih banyak kalori, memperkuat tulang dan sendi, bahkan memperbaiki laju tekanan darah. Nah banyakkan manfaat dari latihan kekuatan otot jadi ingat untuk memulai latihan kekuatan otot dan konsisten ya.

Lakukan Tips Ini Agar Terhindar Dari Cedera Saat Olahraga

Lakukan Tips Ini Agar Terhindar Dari Cedera Saat Olahraga

Olahraga menjadi salah satu aktivitas fisik yang digemari untuk menjaga kebugaran tubuh ditengah pandemi. Namun, setiap jenis aktivitas, ada kemungkinan untuk terkena cedera. Cedera saat berolahraga, biasanya terjadi karena kita tidak melakukan persiapan dengan benar, atau melakukan olahraga secara berlebihan. Ketika berolahraga, risiko terkena cedera akan meningkat. Tak bisa dipungkiri juga bahwa cedera memang menjadi bagian dari olahraga.Inilah yang terkadang membuat seseorang takut untuk mulai aktif berolahraga

Untuk meminimalisir terjadinya cedera ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari cedera saat olahraya, yaitu :

  1. Pilih Olahraga yang Tepat

Sebelum berolahraga, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari usia, struktur tubuh, hingga kondisi kesehatan. Tentunya, hal ini tidak boleh dianggap sepele. Karena tanpa mempertimbangkan hal-hal tersebut, kamu rentan mengalami cedera. Misalkan jika kamu sedang sakit, ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter sebelum berolahraga. Jika kamu tidak kuat olahraga berat seperti angkat beban, kamu enggak boleh memaksakan diri. Selain itu, jika kamu belum terbiasa berolahraga, kamu bisa memulainya dengan olahraga ringan. Pilihlah olahraga yang memang bisa kamu lakukan. Karena selama dilakukan secara rutin, kamu bisa mendapatkan manfaat olahraga untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

  1. Pemanasan dan pendinginan

Setiap akan melakukan aktivitas fisik, khususnya yang berurusan dengan olahraga, pastikan untuk selalu memulainya dengan pemanasan dan mengakhirinya dengan dengan pendinginan. Pemanasan membantu tubuh kamu bersiap untuk berolahraga.Secara bertahap pemanasan dapat meningkatkan detak jantung, mengendurkan otot dan sendi agar lebih fleksibel, dan memperlancar peredaran darah sehingga otot lebih kuat.

  1. Lakukan Peregangan Otot

Lakukanlah peregangan otot sebelum dan sesudah kamu berolahraga. Cara ini akan membantu otot untuk berkontraksi dan lebih siap untuk digunakan saat berolahraga sehingga risiko cedera akan berkurang. Lakukan peregangan otot selama kurang lebih 20 detik setiap gerakannya.

  1. Pelajari teknik yang benar

Jangan memulai olahraga baru tanpa mempelajari teknik yang benar terlebih dahulu. Untuk mempelajari teknik yang tepat, kamu bisa berkonsultasi dengan pelatih atau terapis fisik. Berdiskusi dengan ahli juga bisa membantu dalam menyesuaikan latihan yang paling cocok dengan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik .

  1. Cukupi Kebutuhan Cairan

Saat kamu berolahraga, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Itu sebabnya kamu perlu memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih sebelum, saat, dan sesudah berolahraga. Ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi saat olahraga yang bisa memicu kelelahan, penurunan performa, cedera, kejang otot, heat stroke, hingga pingsan. Jadi sebisa mungkin, kamu perlu menyiapkan air minum saat ingin berolahraga. Berikut adalah aturan minum sebelum, saat, dan setelah berolahraga:

  1. Beristirahatlah

Jangan memaksakan diri terlalu berlebihan untuk sebuah latihan. Setidaknya, gunakan 1-2 hari dalam seminggu untuk beristirahat. Istirahat dapat memberikan tubuh kesempatan untuk memulihkan otot yang kamu gunakan latihan. Ini juga penting dalam membantu mencegah cedera.

Itulah beberapa hal penting yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera terjadi. Meskipun kebanyakan cedera saat latihan dapat disembuhkan seperti sedia kala, ada baiknya untuk mencegah sebelum akhirnya harus mengobati.

Manfaat Plank

Manfaat Plank

Plank adalah latihan yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Gerakan ini fokus utamanya adalah perut dan inti tubuh. Latihan ini dapat membangun kekuatan, ketahanan, dan keseimbangan tubuh.

Posisi plank tidak jauh berbeda dengan push up. Kamu hanya menahan posisi selama beberapa menit dengan menumpukkan tubuh pada tangan dan kaki.

Untuk manfaat yang maksimal, kamu bisa melakukan gerakan plank dengan tepat, pilihlah tempat latihan yang cukup luas untuk merentangkan tubuh. Kamu hanya perlu melakukan plank ini selama 10-15 detik kalau belum terbiasa, bila sudah terbiasa kamu bisa menambah durasi hingga maksimal 2 menit.

Plank memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh meliputi :

  • Membakar Lemak Perut

Dengan melakukan plank bukan hanya dapat memperkuat dan menstabilkan otot inti, tapi dapat mengencangkan otot kaki, lengan, paha. Serta bokong. Plank dapat membakar lebih banyak kalori dari sit up atau crunch. Efek pembakaran kalori ini dapat bertahan sampai setelah anda selesai melakukan latihan plank.

Jumlah kalori yang dibakar selama latihan tergantung pada berat badan kamu dan berapa lama kamu melakukan plank.

  • Mengurangi Nyeri Punggung

Plank dapat menjaga kesehatan punggung dan mengurangi nyeri di area punggung. Plank akan membuat risiko cedera menjadi lebih minim.

Plank bertujuan untuk melatih kekuatan otot inti tubuh, otot ini berfungsi untuk menstabilkan tubuh saat melakukan gerakan apapun.

  • Memperbaiki Postur Tubuh

Latihan plank bermanfaat untuk memperbaiki postur tubuh. Postur tubuh yang bungkuk disebabkan oleh inti tubuh yang lemah, karena dapat memperkuat otot bahu, punggung atas dan punggung bawah yang berperan besar terhadap postur tubuh. Selain itu, plank juga sangat cocok untuk kamu yang bekerja kantoran, untuk mencegah postur tubuh yang meringkuk karena aktivitas sehari-hari yang lebih banyak duduk.

  • Mengencangkan Perut

Latihan plank yang dilakukan secara rutin dapat memberikan kamu otot perut yang kencang.

Dengan otot inti yang kuat dapat membantu kamu dalam mengoptimalkan proses metabolisme tubuh untuk membersihkan racun, penyerapan gizi dan pengaturan keseimbangan hormone agar lebih efesien.

 

Menjaga Berat Badan Agar Tetap Ideal!

Menjaga Berat Badan Agar Tetap Ideal!

Sepertinya memiliki berat badan ideal adalah harapan semua orang, karena bila berat badan sudah ideal akan menambah tingkat kepercayaan diri seseorang, selain itu juga untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Demi mendapatkan berat badan ideal, orang-orang biasanya melakukan diet guna mengatur asupan kalori yang masuk dan keluar. Tetapi ketika berat badan sudah mencapai ideal, mereka biasanya lupa menjaga pola makan sehingga berat badan kembali naik.

Nah, untuk mencegah berat badan naik lagi setelah melakukan diet, silahkan ikuti tips ini!

  • Membuat Rencana

Rencakan jangka panjan dan pendek tentang pola makan, program olahraga, motivasi. Kalian juga bisa memantau perkembangan berat badan dan kalori yang masuk ke dalam tubuh melalui aplikasi.

  • Imbangi Dengan Olahraga

Untuk menjaga berat badan tetap ideal, melakukan olahraga sangat dianjurkan. Selain itu, rutin berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit.

Bagi kamu yang menjalani diet, olahraga dapat membantu memperlancar sistem metabolisme tubuh kalian. Bila metabolisme tubuh lancar maka akan mempercepat proses pembakaran lemak.

  • Konsumsi Air Putih

Mengkonsumsi air putih sebanyak 2 liter per hari dapat membantu melancarkan sistem metabolisme tubuh, selain itu membantu melancarkan sistem pencernaan lebih lancar sehingga dapat membantu pembakaran lemak lebih banyak.

  • Makan Tepat Waktu

Bila anda menunda jam makan akan memberikan ddampak buruk bagi tubuh karena akan menyebabkan anda kesulitan dalam menahan diri dan lebih memilih makan dalam porsi yang lebih banyak.

  • Atur Porsi Makan

Kunci dari menjaga berat badan adalah jumlah kalori yang masuk tidak lebih banyak dari kalori yang dibakar. Hindari kebiasaan makan berlebih, apalagi jika kamu jarang melakukan aktivitas fisik dalam satu hari.

Tips Mudah Membentuk Otot Lengan

Tips Mudah Membentuk Otot Lengan

Memiliki tubuh yang sehat dan bugar tentu menyenangkan dan menguntungkan. Tambahan lagi jika tubuh kita juga memiliki otot di bagian-bagian yang tepat. Hal ini tentunya akan menunjang penampilan, terutamanya bagi laki-laki. Penampilan menjadi semakin menarik dan kita pun jadi percaya diri. Salah satu bagian tubuh yang sangat didambakan untuk berotot adalah bagian lengan. Bagian lengan memang mudah terlihat sehingga banyak orang memilih untuk melatih lengan agar berotot. Selain itu, dengan lengan yang berotot, kegiatan sehari-hari yang memerlukan kekuatan lengan pun jadi lebih mudah dilakukan. Namun, untuk mendapatkan body yang bagus tentunya diperlukan latihan yang rutin dan konsisten nih. Mau tau gerakan apa saja yang dapat membentuk otot lengan? Check this out!

  • Push up

Gerakan ini tentunya sudah tidak asing lagi terdengar ya. Push up memang terkenal dapat membentuk otot bagian lengan. Selain itu gerakan ini juga tergolong mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat tambahan. Cukup menggunakan beban tubuh saja. Lebih detailnya, push up juga membantu membentuk otot bahu, dada, dan trisep. Nah, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana melakukan gerakan push up dengan benar. Caranya adalah letakkan tangan di lantai dengan posisi kaki sejajar tangan. Lalu turunkan tubuh sampai dada menyentuh lantai. Posisikan siku tetap berada di samping tubuh sehingga bahu bisa terlindungi.

  • Curls

Gerakan ini dilakukan dengan menggunakan bantuan barbell atau dumbbell. Sebagai permulaan, barbell atau dumbbell yang digunakan bisa mulai dari yang ringan dahulu. Gerakannya cukup mudah dilakukan. Pertama, posisikan beban di kedua sisi badan. Kemudian, gerakkan beban tersebut ke arah dada. Saat menggerakkannya, pastikan juga untuk menggerakkan siku dan pastikan juga siku tetap berada di sisi badan. Jangan sampai tertarik ke belakang. Gerakan ini bisa dilakukan sebanyak 12 kali. Selain itu juga ada variasi lainnya, yakni tekuk siku lalu tarik bebas ke atas (ke arah dada).

  • Chin up

Gerakan ini juga sederhana dan sangat mudah dilakukan bahkan bisa dilakukan dimana saja. Chin up adalah sebuah gerakan untuk membentuk otot lengan yang dilakukan dengan bergelantungan di tempat tinggi. Sebagai contoh adalah kusen pintu atau palang besi yang ada di lapangan olahraga. Cukup pastikan tempat tersebut kuat dan kokoh untuk menopang beban tubuh kita. Terdapat 2 cara untuk melakukan chin up. Pertama, cukup dengan meletakkan kedua telapak tangan ke tempat bergelantungan dengan telapak tangan menghadap ke wajah. Kemudian cara kedua adalah kebalikanya, yakni punggung tangan yang menghadap ke wajah.

  • Triceps down dog

Gerakan lain untuk membentuk otot lengan adalah triceps down dog. Cara melakukannya cukup mudah. Pertama, posisikan tubuh seperti akan melakukan plank. Detailnya, pastikan kedua telapak tangan dan jari-jari kaki menyentuh lantai. Kemudian, tekuk siku hingga bisa menopang tubuh dalam posisi lurus. Selanjutnya, lakukan gerakan naik pada pinggul sambil menjaga posisi kedua tungkai kaki dan luruskan lengan. Saat pinggul naik, usahakan telapak kaki menyentuh lantai dalam posisi datar (tidak berjinjit). Tahan beberapa detik kemudian kembali ke posisi awal, yakni plank. Gerakan ini bisa dilakukan sebanyak 10 kali.

 

 

  • Bear claws

Cara selanjutnya adalah bear claws. Seperti namanya, gerakan ini meniru bagaimana gerakan berjalan pada beruang. Gerakan ini dimulai dengan gerakan push up. Pastikan ujung kedua kaki dan telapak tangan menyentuh lantai. Usahakan juga agar punggung tetap berada pada posisi lurus. Kemudian, gerakkan tangan kanan dan kaki kiri ke depan sehingga kaki kiri akan bersentuhan dengan tangan kiri. Lakukan hal tersebut pada tangan dan kaki bagian lain. Lakukan gerakan ini dalam ritme perlahan agar dapat merasakan otot tangan dan kaki mengencang.

  • Triceps dip

Untuk melakukan gerakan ini diperlukan bantuan dari kursi atau sofa. Caranya mudah saja, cukup duduk di ujung kursi atau sofa. Kemudian letakkan kedua telapak tangan di kedua sisi pinggang dan luruskan kaki ke depan. Selanjutnya, tekuk secara perlahan kedua siku sampai pada posisi 90 derajat sambil menurunkan tubuh ke lantai. Lalu dorong kembali tubuh ke atas dengan mendorong lengan. Jika belum kuat untuk melakukan gerakan ini, kedua kaki dapat ditekuk agar dapat menopang berat badan.

  • One-leg-rear-delt raise

Gerakan ini memerlukan bantuan barbell atau dumbbell seberat 2 hingga 3 kilogram. Posisikan kedua beban tersebut di samping tubuh. Kemudian, posisikan tubuh berdiri dengan merentangkan tangan ke samping sambil membawa beban. Lalu mundurkan salah satu kaki sambil badan dicondongkan ke depan. Tahan posisi tubuh sejajar lurus dari kepala hingga kaki diangkat. Lalu naik-turunkan lengan seperti gerakan sayap burung sebanyak 10-15 kali. Kemudian ganti dengan kaki yang lain.

  • Arm cycle

Nah gerakan ini juga termasuk sederhana dan mudah dilakukan nih. Dibandingkan dengan gerakan-gerakan sebelumnya, gerakan ini memang tidak terlalu aktif. Namun, gerakan ini juga efektif untuk membentuk otot lengan. Arm cycle dilakukan dengan menggerakkan lengan secara memutar membentuk huruf O atau lingkaran. Lakukan gerakan ini secara rutin.

Apa itu Overtraining Syndrome?

Apa itu Overtraining Syndrome?

Untuk memiliki otot yang bagus, tentu kita harus rutin berolahraga. Apalagi jika ingin meningkatkan massa otot, latihan beban jadi sebuah kewajiban deh. Dengan semangat yang mengebu-gebu, kita malah jadi berolahraga setiap hari. Harapannya sih biar otot jadi lebih cepat terbentuk, tapi ternyata salah besar kawan-kawan! Olahraga setiap hari tanpa jeda justru meningkatkan resiko terjadinya overtraining syndrome.

Overtraining syndrome dapat didefinisikan menjadi dua kondisi. Pertama, sebagai kondisi kelelahan akut akibat terlalu kelelahan terhadap intensitas latihan yang dilakukan. Kedua, sebagai kondisi tubuh yang menurun (drop) akibat kurangnya waktu pemulihan (recovery). Overtraining syndrome ini masih sering dianggap sepele lho, padahal efeknya berbahaya. Berikut adalah tanda-tanda dari overtraining syndrome.

  • Nyeri otot

Merasakan nyeri sehabis olahraga memanglah wajar. Namun, apabila rasa nyeri ini bertahan hingga 3-4 hari bahkan lebih, maka ini adalah tanda overtraining. Melakukan latihan sampai melewati batas kemampuan dapat membuat otot menjadi tegang. Jika tidak melakukan pemulihan, hal ini pun dapat memicu nyeri otot dan cedera. Bahkan parahnya, otot juga bisa mengalami microtears atau robekan kecil .

  • Cedera

Seperti yang kita ketahui, berolahraga dengan intensitas ekstrem tentunya akan meningkatkan resiko cedera otot. Misalnya berlebihan melakukan olahraga lari. Bukan tidak mungkin, anda bisa mengalami stress fracture, yakni munculnya celah kecil pada tulang. Selain itu juga beresiko mengalami ketegangan sendi, cedera jaringan lunak, dan patah tulang.

  • Kelelahan ekstrem

Lelah setelah olahraga juga adalah hal yang wajar. Tubuh yang sudah mengalami kelelahan jika dipaksa untuk latihan kembali dapat mengakibatkan kelelahan ekstrem. Kelelahan juga akan semakin mudah terjadi jika kekurangan asupan energi sebelum olahraga. Alih-alih tubuh akan menggunakan cadangan dari karbohidrat, protein, dan lemak sebagai sumber energi.

  • Penurunan nafsu makan dan berat badan

Biasanya, setelah olahraga tubuh akan merasa lelah kemudian munculah rasa lapar. Namun ketika mengalami overtraining, rasa lapar ini justru berkurang. Hal ini karena adanya ketidakseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang pada tubuh. Lambat laun, hal ini pun berdampak pada penurunan berat badan.

  • Penurunan performa

Alih-alih meningkatkan performa, olahraga dengan intensitas yang berlebihan justru menurunkan performa kita. Hal ini kondisi tubuh yang tidak optimal sehingga daya konsentrasi atau fokus, kelincahan, kekuatan, stamina, daya tahan, bahkan reaksi terhadap ancaman juga menurun.

  • Gangguan tidur

Olahraga berlebihan juga dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormon stres atau kortisol pada tubuh. Hal ini pun berdampak pada kualitas tidur karena pada saat tidur, terjadi pelepasan hormon stres. Dengan demikian terjadilah insomnia atau kesulitan tidur. Namun, tak jarang karena merasakan kelelahan yang ekstrem, tubuh malah memberikan sinyal untuk tidur lebih banyak sehingga terjadilah kelebihan tidur.

  • Mudah sakit

Saat berolahraga, tubuh secara aktif mengeluarkan energi untuk memperbaiki otot. Dengan demikian, sistem imun tidak dapat bekerja maksimal untuk melindungi kita dari penyakit. Apalagi jika olahraga yang dilakukan berlebihan, kelelahan yang dirasakan justru akan menurunkan sistem imun dan menyebabkan kita rentan terhadap penyakit.

  • Perubahan emosional

Selain memengaruhi fisik, olahraga dengan intensitas yang berlebihan juga berdampak pada mental kita. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon dalam tubuh. Saat mengalami overtraining, seseorang akan cenderung mengalami perubahan mood. Selain itu, juga menjadi mudah tersinggung, motivasi menurun, mengalami stres, hingga kehilangan daya konsentrasi atau susah fokus.