Cara Mengatasi Perut Buncit Pada Pria

Cara Mengatasi Perut Buncit Pada Pria

Ada banyak faktor penyebab perut buncit, dari mulai perubahan hormon sampai kebiasaan sehari-hari yang disadari maupun yang tidak disadari. Selain membuat tidak percaya diri, perut buncit juga membuat kamu tidak nyaman dengan penampilan. Tak hanya itu saja, menumpuknya lemak di perut juga dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan bahkan kanker di kemudian hari. Oleh sebab itu, perut buncit tidak boleh disepelekan. Apalagi kondisi ini tidak hanya dimiliki oleh orang gemuk saja. Pasalnya, orang kurus pun bisa punya perut buncit. Menjaga bentuk tubuh tetap sehat dan sesuai dengan kriteria bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti kamu tidak mungkin untuk melakukannya. Dibutuhkan ketekunan, disiplin, dan daya tahan yang kuat agar kamu bisa mencapainya. Berikut beberapa hal yanng bisa kamu lakukan untuk mengatasi perut buncit :

  1. Rutin Berolahraga

Kunci sukses mengecilkan perut buncit adalah dengan aktif bergerak dan rutin berolahraga. Pasalnya, lemak visceral akan datang saat kamu mager.. Jadi mulai sekarang cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari. Tak perlu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, cukup dimulai dari yang ringan hingga sedang seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, renang, ataupun senam aerobik. Lakukanlah secara rutin karena aktivitas tersebut dapat membantu kamu mengendalikan berat badan, meningkatkan denyut jantung, dan memperlambat timbulnya lemak visceral pada perut. Jika berat badanyang kamu miliki saat ini sudah berada dalam batas normal, maka tujuan olahragamu bukan lagi menurunkan berat badan tetapi menambah massa otot. Sel otot membakar lemak lebih banyak dibanding sel tubuh lainnya, sehingga jika massa otot tinggi maka kamu akan membakar kalori lebih banyak sekaligus mengurangi tumpukan lemak pada perut.

  1. Kurangi asupan kalori

Cara mengecilkan perut buncit pada pria adalah dengan mengurangi asupan kalori. Tubuh kita memang membutuhkan kalori untuk dijadikan sebagai energi. Tapi, asupan kalori yang berlebihan dapat membuat berat badan naik. Hal ini dikarenakan kalori akan disimpan di dalam tubuh sebagai jaringan lemak untuk cadangan energi. Nah, untuk mengurangi berat badan atau mengecilkan perut buncit, kamu harus bisa membatasi asupan kalori harian melalui diet kalori. Dengan berkurangnya jumlah asupan kalori, tubuh akan memecah lemak yang tersimpan untuk dijadikan energi. Saat kalori keseluruhan menurun, praktis lemak di perut juga berkurang.

  1. Mengonsumsi makanan bergizi

Memperhatikan asupan makananan sehari-hari tidak hanya berguna untuk menurunkan berat badan, namun juga membantu mengecilkan perut buncit. Kamu harus memperhatikan porsi makan dan asupan zat gizi dari makanan yang di konsumsi sehari – hari. Makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi untuk mengecilkan perut buncit adalah makanan yang tinggi serta, mengandung protein, serta membatasi asupan karbohidrat. Penelitian Hairston menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi 10 gram serat per hari (seperti satu buah apel kecil, ataupun secangkir kacang hijau) dapat mencegah timbulnya lemak visceral pada perut.

  1. Tidur yang Cukup  dan Berkualitas

Kurang tidur bisa memengaruhi proses metabolisme tubuh dalam mencerna makanan. Jadi, coba atur kembali jadwal tidurmu sebagai bagian dari cara mengecilkan perut buncit secara alami. Menurut sebuah penelitian diketahui bahwa orang yang tidur cukup, yaitu enam sampai tujuh jam per hari, memperoleh lebih sedikit lemak visceral dibandingkan dengan orang yang tidur kurang dari lima jam per hari. Jadi, pastikan kamu cukup tidur setiap malamnya, ya.

  1. Hindari Stres

Selain tidur yang cukup, penting bagi kamu untuk menghindari diri dari stres. Hormon stres atau kortisol erat kaiatannya dengan lemak perut dan kenaikan berat badan. Penelitian mengungkap bahwa orang yang memiliki kadar kortisol tinggi untuk jangka waktu yang lama, cenderung mengalami obesitas dan perut buncit. Mengelola stres tanpa kamu sadari dapat membantu dalam mengecilkan perut buncit. Cobalan untuk bersantai dengan keluarga atau teman, bermeditasi, olahraga, jalan-jalan, atau melakukan berbagai hal yang Kamu sukai agar membuat Kamu tetap bahagia dan terhindar dari stres.

  1. Perbanyak Konsumsi Cairan

Pernahkah kamu terbangun dengan keadaan perut yang membesar dibanding sebelumnya? Hal tersebut dapat terjadi jika kamu terlalu banyak makan malam hari sebelumnya. Jika hal tersebut terjadi, cobalah untuk perbanyak konsumsi cairan, seperti sup, jus, atau smoothies saat sarapan. Meminum cairan sebelum makan dapat membuat kamu merasa lebih cepat kenyang sehingga menghindari kamu dari makan berlebih. Selain itu, asupan cairan yang cukup juga akan membantu melancarkan pencernaanmu.

Cara Mudah Meredakan Nyeri Otot Setelah Olahraga

Cara Mudah Meredakan Nyeri Otot Setelah Olahraga

Setelah aktivitas fisik atau olahraga berat, nyeri pada otot menjadi hal yang wajar terjadi. Bahkan, rasa nyeri ini terasa hingga tiga hari setelah kamu berolahraga. Kondisi ini dikenal dengan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Nyeri pada otot yang dialami bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja, bergantung pada bagian tubuh mana yang kamu pakai untuk bergerak. DOMS bisa terjadi ketika jaringan otot tubuh berusaha beradaptasi dengan memperbaiki dan menambah massa jaringan otot. Reaksi ini sebetulnya merupakan hal yang normal terjadi. Untuk mencegah terjadinya nyeri setelah berolahraga kamu dapat memulai rutinitas olahraga dengan cara bertahap, jangan langsung ke tingkat berat agar otot terbiasa. Selain itu jangan lewatkan pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko cedera yang dapat terjadi. Ingat juga sebelum berolahraga di gym atau aktivitas fisik lainnya, cukupi kebutuhan nutrisi terlebih dulu dengan makanan dan minuman bergizi. Siapkan juga air putih agar tidak dehidrasi selama olahraga. Untuk meredakan nyeri otot setelah olahraga kamu dapat melakukan hal – hal berikut agar nyeri yang kamu rasakan cepat mereda :

  1. Mengompres

Cara satu ini menjadi pilihan utama yang langsung dilakukan kala mengalami nyeri atau bengkak pada bagian tubuh. Selain mengurangi rasa nyeri, mengompres area yang terasa sakit atau nyeri membantu otot untuk mensekresikan cairan yang bisa mengurangi rasa nyeri. Kamu dapat mengompres dan memadukannya dengan gerakan memijat ringan untuk membuat otot lebih relaks. Saat mengompres, gunakan handuk hangat dan letakkan di bagian tubuh yang nyeri. Hindari kontak terlalu lama dengan kompres yang masih panas guna mencegah terjadinya luka bakar.

  1. Melakukan pijat

Setelah olahraga, cobalah untuk memijat ringan bagian tubuh yang terasa nyeri. Memijat dapat memperlancar peredaran darah dan meningkatkan pergerakkan sendi tubuh. Saat dipijat, suasana hati kamujuga bisa meningkat. Namun, tidak sembarang pijat dapat dilakukan untuk meredakan nyeri. Pilih teknik pijat yang memberikan tekanan ringan seperti Swedish massage. Kamu juga dianjurkan menjalani akupunktur dengan terapis ahli untuk menangani nyeri otot di bagian tertentu

  1. Mengoles Balsam

Balsam merupakan obat luar yang paling dicari ketika seseorang ingin mengobati nyeri otot yang dialaminya. Dibarengi dengan gerakan pijatan lembut, otot yang terasa nyeri dapat membaik dalam waktu beberapa hari. Sensasi panas di dalam tubuh dan dingin di bagian luar akan menimbulkan sensasi yang nyaman.

  1. Memperbaiki dengan Mengonsumsi Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan bisa membantu mengurangi rasa nyeri pada otot setelah berolahraga. Jenis makanan ini seperti ikan salmon, minyak zaitun, buah, dan kacang-kacangan. Asam lemak omega-3 dan 9 berperan sebagai antiinflamasi otot, sementara kandungan antioksidan diperlukan untuk membantu memulihkan otot dengan segera. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein juga merupakan cara mengatasi nyeri otot setelah olahraga. Pilihlah daging yang memiliki sedikit kandungan lemak. Sebab, makanan tersebut mengandung protein yang membantu memulihkan otot setelah mengalami robekan mikro saat berolahraga. Usahakan untuk mengonsumsi makanan berprotein ke dalam asupan nutrisi sehari-hari.

  1. Minum Obat Antiperadangan

Nyeri otot setelah berolahraga dapat diredakan dengan mengonsumsi obat anti nyeri yang dijual di apotek. Kamu bisa mengosumsi obat anti nyeri, seperti paracetamol, ibuprofen dan aspirin.  Sebelum mengonsumsi, pastikan dulu tidak memiliki alergi atau kontraindikasi terhadap ketiga obat anti nyeri tersebut.

Manfaat Melakukan Pemanasan Sebelum Olahraga Agar Latihan Lebih Maksimal

Manfaat Melakukan Pemanasan Sebelum Olahraga Agar Latihan Lebih Maksimal

Melakukan pemanasan sebelum olahraga dapat membuat otot lebih lentur, kuat, dan sehat. Karena saat berolahraga, otot menjadi “bahan bakar” yang membantu tubuh beraktivitas fisik. Itulah sebabnya otot perlu menjalani sesi pemanasan dulu sebelum berolahraga. pemanasan membantu tubuh mempersiapkan diri untuk latihan fisik yang lebih maksimal. Aktivitas ini dapat menaikkan suhu tubuh sehingga meningkatkan aliran darah ke otot. Biasanya jenis pemanasan terdiri dari latihan kardiovaskular ringan yang dipadukan dengan peregangan. Kebanyakan sesi pemanasan berlangsung singkat antara 5 hingga 10 menit atau lebih, tergantung dari tipe aktivitas yang akan dilakukan berikutnya. Perlu dicatat, tanpa pemanasan, otot akan tegang saat berolahraga, sehingga risiko cedera semakin besar. Maka dari itu kenalilah berbagai manfaat pemanasan untuk sesi olahraga yang lebih maksimal ini.

  1. Mencegah risiko cedera

Salah satu manfaat utama dari pemanasan sebelum olahraga adalah demi mencegah cedera. Otot tubuh dalam keadaan normal cenderung dingin dan kaku. Aktivitas ini dapat meningkatkan aliran darah ke otot dan meningkatkan suhu sehingga otot jadi lebih lentur. Hal ini berarti kamu bisa meminimalisir potensi otot kram, terkilir, hingga robek apabila melakukan gerakan keras dan tiba-tiba selama latihan, seperti tendangan tinggi atau jatuh mendadak. Jika kamu mengalami cedera, terutama otot robek bisa menjadi serius dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Selain itu, sensasi yang dirasakan juga sangat menyakitkan bahkan bisa saja membutuhkan jahitan.

  1. Meningkatkan suplai nutrisi untuk otot

Kebanyakan orang hanya tahu kalau pemanasan dapat meningkatkan suplai darah ke otot. Namun masih jarang yang menyadari bahwa pemanasan juga bisa meningkatkan suplai nutrisi ke otot. Manfaat pemanasan ini terjadi karena nutrisi yang ada di dalam darah mengalir ke otot yang digunakan untuk berolahraga. Hal ini dipercaya dapat mencegah nyeri setelah berolahraga.

  1. Meningkatkan jangkauan gerak sendi

Manfaat pemanasan yang tak boleh diremehkan selanjutnya adalah meningkatkan jangkauan gerak sendi. Bagaimana tubuh bisa berolahraga secara optimal, jika persendian tubuh tak mampu bergerak sesuka hati? Menurut sebuah studi, semakin sering pemanasan, semakin “terasah” juga persendianmu untuk bergerak lebih bebas saat berolahraga.

  1. Mempersiapkan Mental untuk Latihan Fisik Berat

Bagi orang yang suka olahraga, pemanasan merupakan kesempatan bagus untuk mempersiapkan mental supaya bisa memberikan 100 persen kemampuannya saat menghadapi latihan fisik berat. Tujuan melakukan pemanasan sebelum berolahraga membantu memperlancar aliran darah. Tidak hanya melancarkan aliran darah di otot dan persendian, melainkan juga ke otak sehingga meningkatkan fokus dan kewaspadaan serta mengurangi stres. Persiapan mental untuk latihan fisik mendatang mampu meningkatkan koordinasi, teknik, dan keterampilan. Tentunya ini juga berguna bagi atlet untuk mempersiapkan diri pada perlombaan. Tubuh dapat menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi bila mental dan pikiran siap untuk menghadapi ketidaknyamanan. Sementara bila pikiran tidak bersedia menghadapi tekanan, kinerja fisik tentu akan jadi terbatas.

  1. Meningkatkan performa saat berolahraga

Bukan tanpa alasan pemanasan dipercaya bisa membuat sesi olahraga jadi lebih maksimal. Sebab, menurut sebuah riset, melakukan pemanasan bisa membuat otot “tidak kaget” dan siap dalam melakukan berbagai macam gerakan olahraga. Itulah mengapa pemanasan dapat meningkatkan performa kamu saat sedang berolahraga.

  1. Menyiapkan Diri untuk Menggunakan Alat Berat di Gym

Tidak hanya untuk berolahraga ringan, melakukan pemanasan juga harus dilakukan untuk mempersiapkan diri menggunakan alat-alat berat yang ada di gym. Menggunakan mesin untuk membantu membentuk otot merupakan cara yang bagus untuk menghabiskan waktu di gym. Namun mesin itu tidak boleh digunakan sebelum kamu sempat mengendurkan persendian. Pemanasan sebelum olahraga bertujuan untuk memastikan tubuh dan pikiran dalam kondisi yang tepat untuk menangani peralatan gym dan tentunya mengurangi risiko cedera.

Mengulik Manfaat Latihan Angkat Beban Bagi Kesehatan

Mengulik Manfaat Latihan Angkat Beban Bagi Kesehatan

Untuk menjaga kebugaran tubuh harus kita harus senatiasa rutin berolahraga. Olahraga yang dilakukan juga harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kamu bisa mengkombinasikan latihan kardio dan latihan angkat beban dalam berolahraga. Olahraga angkat beban antara lain terdiri dari gerakan pengulangan (repetisi), set, tempo, latihan, dan daya untuk menyebabkan perubahan kekuatan, daya tahan, atau ukuran otot. Melakukan olahraga angkat beban dianggap menjadi salah satu cara tepat untuk membentuk otot, terutama bagi kaum pria. Apalagi, saat ini mudah sekali menemukan pusat kebugaran yang menyediakan fasilitas angkat beban seperti Master Gym. Melalui latihan angkat beban, kamu bisa menggerakkan otot dengan sesuai dan efisien. Olahraga ini sangat membantu agar anggota tubuh bisa bergerak secara teratur tanpa memberikan tertentu pada bagian tubuh tertentu. Untuk lebih tahu manfaat dari latihan angkat beban bisa simak penjelasan berikut ya :

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Seiring bertambahnya usia, kesehatan tulang dapat menurun karena berbagai penyebab. Akan tetapi, orang yang teratur melakukan latihan angkat berat akan memiliki kepadatan tulang yang lebih baik. Jadi tidak hanya bisa meningkatkan pertumbuhan otot, tapi tulang pun menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, lakukanlah latihan angkat beban secara teratur agar tulang kuat dan mendukung kesehatan tubuh  di masa tua nanti.

  1. Menguatkan Dan Membentuk Otot

Menguatkan dan menambah ukuran otot merupakan manfaat latihan angkat beban yang populer. Saat melakukan olahraga ini, kamu akan menjadi lebih mudah melakukan berbagai hal lain. Penelitian mengatakan, angkat beban yang dilakukan secara rutin dan teratur terbukti mampu membentuk tubuh dan otot, juga membantu memperbaiki postur tubuh. Dengan adanya manfaat tersebut, angkat beban terbukti efektif dalam mencegah kejadian sarkopenia alias kehilangan massa otot di usia senja. Selain menambah massa dan ukuran otot secara signifikan, latihan ini juga membuat kamu merasa jauh lebih kuat untuk menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan.

  1. Mengurangi Stres

Selain kesehatan fisik, olahraga angkat beban juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Faktanya, menurut The International Journal of Sport Medicine, orang yang olahraga angkat beban selama dua minggu mengalami penurunan hormon kortisol. Hormon kortisol merupakan hormon yang berperan menyebabkan stres. Di sisi lain, saat melakukan angkat beban, terbukti terjadi peningkatan kadar hormon yang mengatur rasa senang, motivasi, dan percaya diri, yaitu endorfin.

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Latihan angkat beban bisa meningkatkan produksi sejumlah hormon, termasuk hormon IGF-1 yang mampu membantu stimulasi dalam otak untuk meningkatkan fungsi kognitif. Peningkatan fungsi kognitif ini sangat berperan untuk meminimalisir efek negatif penuaan. Penelitian dalam Journal of Sport Biosciences, latihan kekuatan dapat meningkatkan protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Protein BDNF adalah senyawa yang berperan dalam pembentukan sel-sel baru pada otak. Peningkatan kadar BDNF erat kaitannya dengan pencegahan depresi, gangguan bipolar, dan skizofernia.

  1. Menurunkan Berat Badan

Olahraga angkat beban dapat membantu mempercepat penurunan berat badan. Sebab, saat melakukan angkat beban, seseorang butuh energi yang lebih banyak dan kecepatan metabolisme tubuh akan meningkat. Alhasil, latihan angkat beban dapat berkontribusi dalam menyingkirkan timbunan lemak di dalam tubuh. Mengombinasikan olahraga angkat beban dan olahraga kardio dapat membakar lebih banyak kalori sehingga merupakan pilihan yang tepat untuk program penurunan berat badan.

  1. Meningkatkan Keseimbangan

Olahraga angkat beban memberikan manfaat ekstra bagi keseimbangan dan koordinasi tubuh. Sebenarnya kedua hal tersebut sangatlah penting bagi kita, khususnya seraya usia semakin menua. Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention, penyebab utama kematian akibat cedera pada lansia di atas 65 tahun adalah terjatuh. Latihan beban membantu kamu untuk mengembangkan mekanisme, kelenturan, dan keseimbangan tubuh yang membuat tidak mudah terjatuh.

Hindari Makanan Ini Agar Terbebas Dari Nyeri Sendi

Hindari Makanan Ini Agar Terbebas Dari Nyeri Sendi

Nyeri sendi merupakan gangguan yang terjadi pada bagian sendi tubuh. Sendi adalah bagian tubuh yang membentuk hubungan antara satu tulang dengan tulang lainnya untuk menyokong dan membantu tubuh dalam bergerak.. Gangguan ini menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang sangat mengganggu. Baik kondisinya ringan hingga berat, maupun sebentar atau berlangsung lama. Nyeri sendi dapat terjadi ketika sendi terasa tidak nyaman atau terasa sakit ketika digerakkan. Gejala nyeri semdi yang umumnya dirasakan antara lain peradangan atau bengkak pada sendi, sakit saat digerakkan, saat disentuh terasa hangat dan kadang menimbulkan demam. Sebenarnya, ada banyak kondisi yang dapat dikategorikan sebagai nyeri sendi. Ini termasuk arthritis atau radang sendi, asam urat, osteoarthritis, infeksi pada sendi atau tulang, aktivitas fisik berlebihan, keseleo, hingga cedera.

Sebenarnya, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan bahwa nyeri sendi dapat disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu. Akan tetapi, beberapa studi menyebutkan bahwa ada jenis-jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko peradangan sehingga dapat memicu gejala nyeri sendi memburuk. Oleh sebab itu, penderita nyeri sendi sangat dianjurkan untuk menghindari makanan penyebab nyeri sendi seperti penjelasan dibawah  ini agar gejala nyeri sendi tidak mudah kambuh sewaktu-waktu.

  1. Makananan yang diolah dalam suhu tinggi

Mengurangi jumlah makanan yang dimasak pada suhu tinggi dalam makanan berpotensi dapat membantu mengurangi kadar AGE (Advanced Glycation End-products) dalam darah. Produk akhir glikasi lanjut (AGE) adalah racun yang muncul ketika makanan dipanaskan, dipanggang, digoreng, atau dipasteurisasi. AGE bisa merusak protein tertentu dalam tubuh dan tubuh mencoba memecah AGE ini dengan menggunakan sitokin yang merupakan pembawa pesan peradangan. Tergantung di mana AGE terjadi ini dapat menyebabkan radang sendi atau bentuk peradangan lainnya.

  1. Makanan dengan kandungan asam lemak omega-6

Makanan penyebab nyeri sendi lainnya adalah yang mengandung asam lemak omega-6. Makanan dengan kandungan asam lemak omega-6 dapat ditemukan dalam makanan ringan, makanan yang digoreng, margarin, kuning telur, daging berlemak, serta jenis minyak tertentu. Beberapa jenis minyak yang mengandung asam lemak omega-6 adalah minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kedelai, minyak sayur, minyak biji anggur, dan minyak biji kapas. Bahkan, makanan kemasan yang kerap kamu beli di swalayan ternyata bisa mengandung asam lemak omega-6 sebanyak 25 kali lebih tinggi daripada kadar omega 3-nya. Jika asupan asam lemak omega-6 dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko peradangan kronis dan memengaruhi kesehatan persendian. Ini sebabnya, orang-orang yang mengalami rematik disarankan untuk membatasi asupan makanan tinggi omega-6

  1. Daging merah dan olahannya

Seorang dokter spesialis osteopati menyatakan bahwa protein hewani dan lemak hewani yang berasal dari daging merah dapat menjadi makanan penyebab nyeri sendi, termasuk kambuhnya gejala rematik. Jika kamu makan daging merah secara berlebihan, sistem kekebalan tubuh akan menganggap protein sebagai antigen dan memproduksi antibodi untuk melawannya. Reaksi ini yang bisa menyebabkan pembentukan antigen kompleks. Sistem imun tubuh biasanya menyingkirkan antigen kompleks dari tubuh. Akan tetapi, pada orang yang sensitif terhadap protein hewani, antigen kompleks ini tidak dapat hilang sepenuhnya dan justru disimpan di dalam berbagai jaringan tubuh, termasuk persendian. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko peradangan.

  1. Alkohol dan Tembakau

Penggunaan tembakau dan alkohol dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk beberapa yang dapat mempengaruhi persendian. Perokok beresiko terkena rheumatoid arthritis, sedangkan mereka yang mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena gout. Persendian yang sehat membutuhkan diet seimbang, aktivitas fisik dan jumlah istirahat yang cukup yang semuanya dapat dikompromikan oleh penggunaan alkohol dan tembakau. Kurangi minum dan merokok, dan tingkatkan kebiasaan makan dengan pilihan sehat, olahraga teratur, dan kualitas tidur.

  1. Produk Susu

Produk-produk susu dapat berkontribusi terhadap nyeri radang sendi, karena jenis protein yang dikandungnya. Bagi sebagian orang, protein ini dapat mengiritasi jaringan di sekitar sendi mereka. Orang lain yang hidup dengan arthritis mengalami kesuksesan beralih ke pola makan vegan, yaitu yang tidak mengandung produk hewani sama sekali. Daripada mendapatkan protein dari daging dan susu, di mana sebagian besar sumber protein dari sayuran, seperti bayam, selai kacang, tahu, kacang, lentil, dan quinoa.

  1. Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Rafinasi

Makanan tinggi gula dapat meningkatkan lemak AGEs dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan peradangan. Tak hanya makanan tinggi gula, lemak AGEs juga dapat ditemukan dalam berbagai makanan karbohidrat rafinasi, yakni makanan olahan dari tepung terigu putih (roti tawar putih, pasta terigu). Jenis lemak ini dapat menambah risiko peradangan di berbagai organ tubuh.

Nyeri sendi merupakan kondisi yang paling sering terjadi oleh siapa pun dan bukanlah hal yang dapat membahayakan keselamatan seseorang. Meski demikian, nyeri sendi dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam bergerak dan beraktivitas. Maka dari itu, penting untuk mencegah nyeri sendi kambuh kembali dengan konsumsi obat nyeri sendi, terapi fisik, serta menghindari makanan penyebab nyeri sendi.

Ingin Terus Aktif Begerak, Ingat Jaga Kesehatan Tulangmu, Lakukan Tips Ini Yuk

Ingin Terus Aktif Begerak, Ingat Jaga Kesehatan Tulangmu, Lakukan Tips Ini Yuk

Tulang merupakan bagian utama dari sistem rangka manusia. Tulang memiliki peranan penting untuk tubuh, yaitu sebagai penyokong tubuh sekaligus alat gerak.Bahkan, tulang juga melindungi organ-organ dalam tubuh, serta menyimpan sekaligus melepaskan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh sebab itu kesehatan tulang bukan hal yang bisa diremehkan. Berbagai upaya pencegahan terhadap penyakit yang menggangggu sistem gerak pada manusia ini perlu dilakukan sejak dini. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang dapat berkurang. Itulah sebabnya, kamu perlu menjaga kesehatan tulang sejak dini, agar kepadatan tulang tetap terjaga dan risiko untuk terkena osteoporosis di usia lanjut akan berkurang. Untuk menjaga kesehatan tulang kamu bisa melakukan tips dibawah, Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini :

  1. Mencukupi Asupan Vitamin D Harian

Untuk membantu penyerapan kalsium, pembentukan tulang, dan melindungi tulang, tubuh membutuhkan vitamin D. Kamu dapat memenuhi kebutuhan vitamin D harian dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, seperti salmon, ikan sarden, minyak ikan, ikan tuna, tiram, udang, kuning telur, dan jamur. Selain dari makanan, vitamin D juga dapat dibentuk sendiri oleh tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari. Namun ingat, hindari terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari yang terik. Kebutuhan vitamin D harian untuk usia 51-70 tahun adalah 600 international unit (IU). Sementara, setelah memasuki usia 70 tahun ke atas, kebutuhan itu meningkat hingga 800 IU.

  1. Memenuhi Kebutuhan Kalsium Harian

Selain vitamin D, pastikan juga asupan kalsium harianmu terpenuhi dengan baik. Kekurangan asupan kalsium akan menyebabkan penurunan kepadatan tulang, bahkan bisa meningkatkan risiko terjadinya patah tulang. Kebutuhan kalsium harian ditentukan berdasarkan usia. Biasanya orang dewasa membutuhkan sekitar 1000 mg kalsium per hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kamu dapat mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, seperti susu, keju, tahu, bayam, tempe, brokoli, ikan sarden, salmon, kale, dan kubis.

  1. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Untuk meningkatkan kesehatan tulang, kamu justru perlu meningkatkan aktivitas fisik. Pilihlah aktivitas fisik yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kegemaran. Namun, jenis olahraga yang dapat meningkatkan kekuatan serta kesehatan otot secara efektif adalah latihan ketahanan tubuh. Sebagai contoh berjalan kaki, jogging, menaiki tangga, angkat beban, dan berbagai olahraga sejenis dapat membantu kamu dalam melatih dan meningkatkan kekuatan otot serta memperlambat penurunan kepadatan tulang. Pasalnya, saat kamu menjaga massa otot, tulang yang berada di sekitarnya juga ikut menguat. Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, bisa dimuali dengan melakukan olahraga secara rutin dengan durasi minimal 30 menit setiap harinya.

  1. Mengontrol Asupan Kafein Dan Garam

Demi menjaga kesehatan tulang, kamu perlu mengontrol asupan kafein dan garam. Pasalnya, mengonsumsi keduanya dalam jumlah berlebihan dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Padahal, kalsium berperan penting dalam menjaga tulang tetap sehat. Tak hanya itu, orang yang mengonsumsi minuman berkafein dalam jumlah banyak memiliki kecenderungan untuk lebih sedikit mengonsumsi makanan berkalsium. Oleh sebab itu, jika kamu merasa asupan kafein dan garam sudah terlalu tinggi, mulailah untuk mengontrolnya.

  1. Menghentikan Kebiasaan Merokok Dan Minum Minuman Beralkohol

Untuk memelihara kesehatan tulang, hentikan kebiasaan merokok. Hal ini karena kandungan pada rokok dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh. Kamu juga sebaiknya menghindari konsumsi minuman beralkohol, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.

  1. Penuhi Kebutuhan Protein

Sekitar 50 persen tulang terbuat dari protein. Jika, kamu ingin tulang tetap sehat dan kuat, kamu wajib memenuhi kebutuhan protein harian. Asupan protein yang rendah dapat mengurangi penyerapan kalsium pada tulang. Akibatnya, proses pembentukan tulang terhambat dan tulang jadi mudah rapuh. Maka itu, jika ingin menjaga kesehatan tulang dan melakukan pencegahan terhadap osteoporosis penuhi  kebutuhan protein harianmu dengan makan makanan sumber protein yang baik seperti ikan, daging, telur, keju, susu, dan sebagainya. Diet tinggi kalori dan protein juga dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus mempertahankan massa tulang

Kenali Penyebab Terjadinya Kram Otot

Kenali Penyebab Terjadinya Kram Otot

Kram otot sebenarnya merupakan kontraksi atau menegangnya otot yang tidak disengaja dan bisa terjadi secara tiba-tiba. Kram otot memang bukan kondisi yang berbahaya, namun bila dibiarkan terus pasti akan mengganggu aktivitas. Saat otot berkontraksi, maka otot akan semakin kecil dan mengeras selama beberapa detik dan menyebabkan rasa sakit yang kadang-kadang sangat parah. Kram otot bisa terjadi di banyak area tubuh, namun biasanya ini terjadi pada tubuh bagian paha, betis, tangan, lengan, perut, tulang rusuk, dan lengkungan telapak kaki. Berikut merupakan penyebab dari terjadinya kram otot yang bisa saja kamu alami :

  1. Kurangnya asupan cairan tubuh

Apabila kamu merasakan kram tanpa penyebab pasti, cobalah periksa apakah kamu sudah mendapat cukup minum? Pasalnya, tubuh yang kekurangan air dapat menyebabkan otot berkedut dan kejang. Yang perlu dipahami, kurangnya air ini juga berpengaruh pada hilangnya elektrolit dan mineral. Pasalnya saat tubuh berkeringat dan banyak mengeluarkan cairan tubuh, air dan elektrolit tubuh akan mengalami penyusutan. Jadi, cobalah untuk memperbanyak asupan air jika sering merasa kram.

  1. Rendah elektrolit

Otot-otot dapat berfungsi dan bekerja dengan adanya asupan mineral, seperti kalium dan magnesium. Jika kamu kekurangan asupan mineral, otot-otot dalam tubuh akan memberikan pesan dengan menunjukkan kram dan kejang. Kekurangan mineral atau elektrolit dapat terjadi setelah berkeringat atau berolahraga. Selain itu, kondisi tubuh yang kurang fit akibat diare atau muntah-muntah juga dapat menjadi menyebab rendahnya elektrolit dalam tubuh sehingga dapat memicu terjadinya kram.

  1. Tingkat stres yang tinggi

Saat sedang mengalami banyak tekanan, baik itu dari kantor, kampus, atau rumah, kamu akan merasakan dampaknya langsung pada kebugaran tubuh. Tidak heran, sakit kepala dan insomnia kerap muncul pada seseorang yang mengalami stres. Selain itu, stres dan tekanan juga dapat memicu timbulnya ketegangan dan rasa sakit pada otot-otot tubuh. Untuk itu, cobalah untuk melakukan teknik relaksasi seperti dengan melakukan pijat dan meditasi.

  1. Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat memicu terjadinya kram pada otot-otot tubuh. Pasalnya, kafein yang terlalu banyak dapat memicu kontraksi dan ketegangan pada otot-otot. Gejala yang muncul lebih pada otot yang bergetar atau berkedut. Selain kafein, asupan stimulan seperti amfetamin juga memberikan gejala dan efek yang sama.

  1. Kurang tidur dan kelelahan

Apabila kamu sedang melakukan beragam aktivitas berat, jangan khawatir jika otot terasa berkedut atau kejang. Hal ini terjadi sebagai salah satu cara tubuh memberikan sinyal bahwa Kamu membutuhkan istirahat. Jadi, pastikan untuk segera beristirahat, khususnya berikan waktu otot-otot tertentu untuk relaksasi. Istirahat menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kram akibat kurang tidur dan kelelahan.

  1. Kurangnya asupan darah

Penyempitan pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah ke area kaki bisa memicu terjadinya kram saat olahraga. Kondisi ini disebut sebagai aterosklerosis. Kram akan reda setelah kamu berhenti berolahraga.

Itulah beberapa penyebab kram otot yang terjadi sehari-hari. Pastikan untuk selalu menjaga asupan cairan tubuh, mineral, vitamin, serta mengatur jadwal ideal beraktivitas dan istirahat untuk menghindari kram otot terjadi. Jika kamu mengalami kram otot kamu bisa menempelkan kompres air hangat atau es ke area otot yang kram, menghentikan aktivitas yang menyebabkan kram, mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit akibat kram, dan untuk pencegahan ingat untuk melakukan pemanasan sebelum berkegiatan, serta selalu meregangkan otot sebelum dan sesudah berolahraga.

Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Latihan Kekuatan Otot

Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Latihan Kekuatan Otot

Melakukan gaya hidup sehat dapat memperpanjang umur dan mengurangi risiko terkena berbagai penyakit kronis.  Untuk menjaga kebugaran tubuh kekuatan otot dan tulang harus dijaga. Salah satu cara untuk menjaganya yaitu dengan melakukan latihan kekuatan otot. Latihan kekuatan otot bisa dilakukan dengan Anda bisa memilih latihan ketahanan, angkat beban, lari, atau pilometrik (latihan melompat). Namun, sebelum melakukan jenis olahraga tersebut, Anda perlu mempersiapkan beberapa halsebagai berikut :

  1. Melakukan pemanasan

Melakukan pemanasan sebelum mengawali latihan kekuatan otot sanagt penting untuk dilakukan. Tujuannya demi menghindari cedera dan mengendurkan otot yang kaku sehingga tidak kaget saat melakukan latihan.

Latihan pemanasan jadi persiapan untuk otot melakukan berbagai macam gerakan dan meningkatkan jangkauan gerak sehingga bisa mengurangi risiko cedera dan mendorong kamu berlatih lebih keras.

Beberapa gerakan pemanasa sebelum latihan kekuatan otot, meliputi:

  • Hip circle, yaitu memutar kaki sambil mengangkat satu kaki sedikit dari atas lantai sebanyak 8 kali hitungan. Lakukan secara berulang dengan berganti kaki.
  • Arm circle, yaitu gerakan memutar kedua lengan tangan ke arah depan dan belakang sebanyak 8 kali hitungan.
  • Squat, yaitu menekuk kedua lutut sambil membungkukan badan ke depan dan meletakkan kedua tangan di depan dada. Kembali ke posisi tegak dan ulangi gerakan.
  1. Memenuhi asupan energi yang cukup

Tak sedikit orang yang berolahraga tanpa makan terlebih dulu. Padahal, ini tidak dianjurkan. Tubuh memerlukan energi untuk berolahraga, yang didapat dari makanan yang Anda konsumsi beberapa jam sebelumnya. Jika tidak tak ada energi, maka tubuh tak akan mampu membakar kalori dalam jumlah banyak. Jika waktu terakhir kali makan sudah cukup lama, konsumsilah makanan ringan yang sehat kira-kira 30 menit hingga satu jam sebelum berolahraga. Jika kamu mengutamakan performa latihan, kamu bisa menikmati beberapa makanan sebelum olahraga seperti yogurt, oatmeal, roti gandum, ubi jalar, atau quinoa. Siapkan juga jus dari buah dan sayur untuk diminum pada waktu istirahat. Jangan lupa untuk menjaga cairan tubuh dengan minum air putih.

Supaya kamu dapat berolahraga dengan baik, tubuh membutuhkan energi yang cukup. Karenanya, memastikan tubuh mendapatkan asupan energi lewat konsumsi makanan sangat penting. Selanjutnya, berikan jeda waktu yang disesuaikan dengan jenis olahraga, waktu makan, jenis makanan, serta porsinya. Tujuannya untuk mencegah timbulnya rasa tidak nyaman di perut, serta memaksimalkan performa dan efektivitas olahraga

  1. Mulai dengan bertumpu pada berat badan sendiri

Sebagai pemula yang ingin mencoba latihan kekuatan otot, sebaiknya jangan terlalu memforsir kerja otot tubuh dengan langsung menggunakan alat olahraga yang berbobot berat. Sebagai gantinya, kamu bisa mulai dengan menggunakan peralatan olahraga yang berukuran kecil seperti resistance band, bola latihan kettlebell, hingga dumbbell kecil. Bahkan untuk lebih amannya, manfaatkan beban tubuh kita sendiri sebagai tahap awal dalam latihan kekuatan otot. Gerakan yang bisa dicoba meliputi squat, push-up, dan lunges. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan latihan ke tingkat yang lebih tinggi secara bertahap.

  1. Atur frekuensi latihan secara bertahap

Orang yang baru mulai latihan kekuatan otot sebaiknya mengawali dengan frekuensi latihan yang ringan terlebih dahulu. Misalnya dua hari dalam seminggu pada dua hingga tiga minggu awal. Setelah itu kamu bisa menambah frekuensinya jadi tiga hari seminggu. Ini bertujuan untuk menyesuaikan tubuh agar tidak kaget dan lebih terbiasa dengan latihan ini. Tidak hanya itu, durasi olahraga pun juga harus disesuaikan sejak awal latihan. Awalnya coba 20 menit untuk satu sesi, kemudian tambahkan waktu secara bertahap bila telah terbiasa. Idealnya, semakin sering melakukan latihan kekuatan, maka frekuensi dan durasi latihan pun akan semakin bertambah.

Hal – hal tersebut merupakan hal yang peting untuk dilakukan sebelum memulai latihan kekuatan otot. Latihan kekuatan otot ditujukan untuk melatih kerja dan kekuatan otot tubuh melalui gerakan tubuh maupun alat olahraga. Bukan hanya itu, masih banyak keuntungan yang didapat dengan melakukan latihan ini. Di antaranya yaitu meningkatkan laju metabolisme tubuh, membakar lebih banyak kalori, memperkuat tulang dan sendi, bahkan memperbaiki laju tekanan darah. Nah banyakkan manfaat dari latihan kekuatan otot jadi ingat untuk memulai latihan kekuatan otot dan konsisten ya.

Perawatan Yang Dapat Dilakukan Pria Agar Rambut Tetap Sehat

Perawatan Yang Dapat Dilakukan Pria Agar Rambut Tetap Sehat

Bukan hanya wanita saja yang menginginkan rambut sehat dan indah. Para pria juga menginginkan agar rambutnya sehat, indah. dan terbebas dari ketombe. Rambut yang sehat dan indah tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pria dan membuat penampilan semakin percaya diri. Agar mendapatkan rambut yang sehat dan indah pria perlu melakukan perawatan rambut. Perawatan rambut ini umumnya bertujuan untuk merawat rambut dari berbagai masalah yang datang. Dengan begitu, rambut akan tetap terlihat sehat, tidak mudah rontok, dan juga tidak kering  Sama seperti wanita, rambut pria juga tak lepas dari risiko sejumlah masalah, seperti ketombe dan kerontokan. Penyebab rambut rontok pada pria sendiri ada berbagai macam, mulai dari penggunaan produk perawatan rambut yang salah, kurang gizi, hingga penyakit sekalipun.

Namun, hal tersebut dapat dihindari jika kamu melakukan tips perawatan rambut pria berikut ini:

  1. Jangan keramas terlalu sering

Cara merawat rambut pria yang pertama adalah, jangan keramas terlalu sering. Kamu mungkin berpikir bahwa keramas lebih sering akan membuat rambut lebih bersih sekaligus menyehatkan. Faktanya, hal tersebut adalah suatu kekeliruan. Alih-alih sehat, rambut dan kulit kepala justru jadi mudah kering karena kandungan sampo dapat menurunkan kelembapan alaminya. Ini tentu akan memperburuk kondisi jika kamu seorang pria dengan jenis rambut kering.Oleh sebab itu, sebaiknya jangan sering-sering berkeramas. Para ahli berpendapat bahwa idealnya mencuci rambut dengan sampo dilakukan setiap 2-3 hari sekali.

  1. Gunakan sampo dan kondisioner yang tepat

Ada beberapa sampo yang diformulasikan khusus untuk berbagai jenis rambut pria, seperti rambut kering, berminyak, atau normal. Selain itu, ada juga sampo yang berfungsi untuk mengatasi masalah pada rambut pria, seperti sampo antiketombe. Pastikan sampo yang digunakan sesuai dengan permasalahan dan jenis rambut Anda. Penggunaan sampo untuk pria yang tidak tepat dapat memicu masalah rambut di kemudian hari, entah itu rambut rontok atau menjadi kering. Tak hanya wanita, pria juga perlu memakai kondisioner, khususnya pria dengan rambut kering.Kondisioner bertujuan untuk melembapkan, menghaluskan, dan membuat rambut jadi tampak lebih berkilau.Oleskan kondisioner pada batang rambut . Diamkan selama 2-3 menit sebelum dibilas.

  1. Hindari menggosok rambut yang masih basah dengan handuk

Langkah selanjutnya dalam merawat rambut pria agar tetap sehat adalah menghindari menggosok rambut yang basah dengan handuk. Namun sebaiknya mengibaskan atau menyugar rambut terlebih dahulu untuk menyingkirkan butiran-butiran air sisa mandi.Menggosok rambut yang masih sangat basah dengan handuk berisiko merusak lapisan luar rambut (kutikula).

  1. Cukur rambut secara rutin

Mencukur rambut secara rutin menjadi tips perawatan rambut pria lainnya yang tidak boleh dilewatkan, terutama jika kamu merupakan pria dengan rambut panjang alias gondrong.Cukurlah rambut setiap sekitar 3 bulan sekali untuk menjaga rambut tetap sehat dan tumbuh dengan baik. Memotong rambut secara rutin juga membantu menjaga ujung rambut tetap sehat.

  1. Hindari alat pengering rambut bertenaga panas

Menggunakan alat pengering rambut (hair-dryer), pelurus rambut (jika rambut pria keriting), atau pengeriting rambut juga sebaiknya dihindari jika ingin rambut  senantiasa terawat. Terutama untuk kamu yang memiliki rambut panjang.Pasalnya, alat-alat tersebut menghasilkan panas yang lama-kelamaan dapat merusak rambut dan bisa menyebabkan kebotakan pada rambut pria.

  1. Makan makanan bergizi

Tips perawatan rambut pria yang terakhir adalah dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi. Memenuhi kandungan nutrisi dapat menjaga kesehatan rambut dari dalam.Makanan-makanan tersebut antara lain yang mengandung sejumlah zat dan nutrisi seperti makanan yang mengandung Vitamin A, B, C, D . Makanan yang mengandung vitamin tersebut berfungsi untuk merangsang pertumbuhan rambut,  memproduksi sel darah merah yang nantinya bertugas untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk rambut.

Lakukan Hal – Hal Ini Untuk Mengatasi Stress Ditengah Pandemi

Lakukan Hal – Hal Ini Untuk Mengatasi Stress Ditengah Pandemi

Mengingat pada masa pandemi banyak perubahan dan tekanan yang timbul secara cepat, maka tidak menutup kemungkinan bagi seseorang untuk mengalami stress. Stress merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap persoalan atau perubahan yang terjadi dalam hidup. Stress dapat dijumpai di berbagai tempat, baik itu di rumah, tempat kerja, lingkungan sekitar, dan sebagainya serta dapat berbentuk kecil, sedang, ataupun besar. Oleh karena itu, stress tidak dapat dihindari dan bersifat dasar netral. Saat ini, beberapa orang juga dapat terkena stress saat pandemi. Siapapun dapat mengalami stress dimanapun, dan kapanpun, stress harus dapat dihadapi dengan cara-cara yang objektif, proporsional, dan realistis.

Secara umum, terdapat beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi stress:

  1. Ciptakan pola pikir yang positif

Kita dapat mengubah cara pola pikir kita terhadap hal yang negatif menjadi hal yang positif. Sebagai contoh, apabila sebelum masa pandemi kita jarang berkumpul dengan keluarga kita, selama pandemi kita dapat lebih dekat dan berinteraksi lebih intens dengan keluarga kita. Contoh lainnya, selama masa pandemi kita menjadi lebih perhatian terhadap kesehatan serta kebersihan diri kita serta keluarga. Dengan menciptakan pola pikir seperti ini, kita telah mengubah stress yang pada awalnya berdampak negatif menjadi sesuatu yang positif.

  1. Menjaga komunikasi dengan orang terdekat

Kita mungkin tidak bisa keluar rumah, tetapi teknologi saat ini memberi kita kemudahan untuk tetap terhubung dengan orang lain untuk mencegah diri mengalami stress. Berbicara dengan teman serta keluarga dapat menjadi hal yang penting saat dalam kondisi stress. Dengan berkomunikasi, selain kita dapat mencurahkan isi hati terhadap permasalahan yang tengah dihadapi, juga dapat mendekatkan hubungan dengan orang tersebut. Selain itu dengan menjaga komunikasi dengan orang terdekat kita dapat berbagi emosi dan pengalaman, memberikan atau menerima dukungan yang membuat diri merasa terhubung.

  1. Membuat Daftar Kegiatan

Membuat daftar rencana atau kegiatan secara terstruktur untuk setiap hari, dengan batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan member rasa kendali di tengah masa ketidakpastian. Walau terlihat simpel, bagi beberapa orang yang biasa melakukan kegiatan terstrktur setiap hari lalu harus merubah jadwal akibat pandemi, bisa menjadi penyebab stress.

Cara mengatasi stress satu ini, dimulai dengan membagi hari menjadi aktivitas kecil dan pastikan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai. Contohnya adalah dengan mengerjakan hobi atau berolahraga hingga menghabiskan waktu dengan keluarga. Selain itu, tetapkan rutinitas harian untuk bekerja, istirahat secara teratur, kapan waktu untuk tinggalkan meja dan makan siang, serta tetapkan waktu tetap untuk menyudahi pekerjaan. Selain itu, fokuslah untuk mendapatkan tidur yang cukup dan makan makanan sehat secara teratur.

  1. Menerapakan pola hidup sehat

Stress juga bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat seperti makan dan minuma yang bergizi dan melakukan aktivitas fisik yang dapat membuat tubuh lebih bugar. Menerapakan pola hidup sehat juga meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menurunkan risiko terkena penyakit. Menyempatkan waktu sedikit seperti 15 menit setiap hari sangat baik untuk membantu meredakan ketegangan dan menenangkan pikiran. Ini menjadi salah satu cara mengatasi stress yang paling ampuh.

  1. Saring informasi yang kurang baik.

Dengan semakin mudah serta terbukanya akses untuk mendapatkan informasi, kita perlu menyaring informasi apa saja yang sebaiknya kita terima. Hal ini disebabkan apabila ada informasi buruk yang masuk ke dalam pikiran kita, maka akan membuat pikiran terfokus pada informasi-informasi buruk tersebut yang menyebabkan orang menjadi lebih sulit untuk menghadapi stress.

Stress akan muncul dengan sendirinya, kapanpun, dan dimanapun. Oleh karena itu, jangan takut akan stress serta perubahan ataupun masalah yang dapat memicu stress. Ciptakan pola pikir yang objektif, proporsional, serta rasional dalam mengatasi permasalahan serta perubahan yang akan terjadi.