Zaman yang semakin berkembang telah melahirkan era elektronik yang merasuk ke hampir seluruh aspek kehidupan. Bahkan, rokok pun turut mengalami elektrifikasi dengan hadirnya produk rokok elektrik atau yang dikenal sebagai vape. Rokok vape lantas dianggap ‘lebih aman’ daripada rokok konvensional, yang mana faktanya hal itu tidak benar. Ya, nyatanya ada bahaya vape yang mengancam, kok bisa? Vape atau rokok elektrik sangat populer terutama di kalangan anak remaja. Banyak orang yang mengira vape lebih baik daripada rokok. Padahal nyatanya, vape tetap mengandung nikotin dan berbagai zat lain yang bahaya untuk tubuh. Sebelum melanjutkan kebiasaan yang satu ini, kenali dulu bahaya rokok elektrik untuk kesehatan Anda.

Apa Itu Vape?

Vape adalah jenis penghantar nikotin eletronik. Vape atau rokok elektrik ketika dihisap akan menghasilkan uap air, alih-alih asap seperti pada rokok konvensional. Vape terbagi ke dalam beberapa jenis vape, namun secara garis besar, rokok elektrik terdiri dari 3 (tiga) komponen, yakni tabung berisi cairan (liquid), baterai, dan elemen pemanas.

Lalu, apa saja bahaya vape bagi kesehatan tubuh? Simak informasinya berikut ini.

1. Peradangan Paru-Paru

Sama seperti bahaya rokok tembakau, bahaya rokok elektrik (vape) adalah merusak kesehatan dan fungsi paru-paru. Pasalnya, liquid vape juga mengandung zat nikotin, di mana nikotin tersebut dapat menyebabkan peradangan (inflamasi) paru-paru, sehingga mengakibatkan jaringan organ pernapasan ini tidak dapat menangkal serangan benda asing yang masuk.

Bahaya rokok vape yang satu ini juga telah dibuktikan oleh para peneliti dari University of Athens, di mana kandungan zat aditif pada vape menghasilkan efek peradangan paru-paru yang serupa atau bahkan lebih buruk ketimbang rokok konvensional.

Tak hanya paru-paru, nikotin juga berpotensi untuk merusak fungsi sejumlah organ tubuh vital lainnnya seperti jantung dan otak, pun menyebabkan penurunan fungsi sistem imun tubuh.

2. Penyakit Jantung

Kandungan nikotin pada vape memang tidak sebanyak rokok konvensional atau rokok tembakau. Namun, kadar nikotin tersebut tetap saja turut andil dalam menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah arteri, yang mana berdampak pada terganggunya fungsi jantung dan berujung komplikasi serangan jantung.

3. Menyebabkan Kanker

Rokok disebut-sebut sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Lantas, bagaimana dengan vape? Nyatanya, tidak beda jauh dengan rokok, vape bisa juga meningkatkan peluang seseorang terkena kanker.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang berasal dari University of Nevada menyatakan bahwa vape mengandung zat formaldehid yang bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menyebutkan zat formaldehid tersebut dapat masuk dan langsung terserap di dalam paru-paru. Hal ini membuat bahaya vape atau rokok elektrik pada penggunanya meningkatkan peluang kanker paru yang cukup besar.

4. Kerusakan Otak

Nikotin yang terkandung dapat menimbulkan meningkatkan dopamine yang membuat perasaan senang dan menenangkan. Kendati begitu, lama-kelamaan hal ini bisa berdampak buruk terhadap kinerja otak sebagai organ yang menghasilkan dopamine tersebut.

5. Menyebabkan Keracunan Pada Anak

Cairan vape juga bisa beracun jika seseorang menyentuh, menghirup, atau meminumnya. Dilansir dari laman Family Doctor, ada peningkatan angka keracunan vape pada anak di bawah 5 tahun. Kejadian ini terutama terjadi jika anak memiliki akses ke cairan tersebut.

Oleh karenanya, jika Anda memiliki anak kecil di rumah, pastikan untuk menaruh cairan vape di tempat yang sulit dijangkau oleh si kecil. Namu tentu akan jauh lebih jika Anda mulai meniatkan diri untuk menghentikan kebiasaan vaping demi kesehatan yang lebih baik.

6. Menurunkan Fungsi Sistem Imun Tubuh

Seperti yang tadi sudah dijelaskan, bahaya vape juga termasuk menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Bahaya rokok elektrik bagi kesehatan yang satu ini bahkan sudah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of North Carolina, AS. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terjadi penurunan aktivitas sel-sel 594 gen pada perokok, baik rokok konvensional maupun rokok vape. Padahal, sel 594 gen adalah sel yang berperan aktif dalam membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan mikroorganisme yang mengancam kesehatan tubuh.

7. Kecanduan Vape

Beralih menggunakan vape dianggap oleh sebagian kalangan sebagai cara berhenti merokok yang efektif atau setidaknya jadi aktivitas ‘merokok’ yang aman. Masalahnya, vape juga mengandung nikotin yang juga termasuk ke dalam jenis zat adiktif, sehingga tak serta merta menghentikan efek candu dalam menghisap zat tersebut, apapun bentuknya.

Padahal, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik memiliki bahaya yang sama. Dan melihat bahaya rokok elektrik bagi kesehatan yang seperti itu, maka tidak ad acara lain yang bisa dilakukan selain merubah total gaya hidup Anda, mulai dari rajin berolahraga, hingga melakukan terapi berhenti merokok.

9. Baterai Meledak

Baterai vape meledak? Meskipun terkesan mustahil, faktanya kasus bateri vape yang meledak pernah menelan korban. Seorang pengguna vape atau rokok elektrik bernama Kanneth Barbero dilaporkan mengalami nasib nahas tersebut yang lantas mengakibatkan lidahnya berlubang, gigi hancur, bahkan menimbulkan luka bakar di area tangan.

Batetai vape yang mengalami ‘overheat’ menjadi penyebab meledaknya vape tersebut. Meskipun jarang terjadi, hendaknya Anda tetap perlu waspada terhadap bahaya vape yang satu ini, ya.